Tampilkan postingan dengan label Sistem Pelumasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Pelumasan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2013

Pemeriksaan Pompa Oli

Pompa oli adalah komponen system pelumas yang bekerja untuk mengalirkan oli dari oil pan ke seluruh komponen mesin yang digunakan untuk melumasi. Cara kerja pompa oli adalah dengan cara menghisap dan menekan oli, menggunakan rotor yang digerakkan oleh crankshaft mesin. Kerja pompa oli sangat penting, agar suplai oli ke seluruh mesin dapat terpenuhi. Pemeriksaan pompa oli dilakukan bila diketahui bahwa tekanan oli menurun. Umumnya ditandai dengan menyalanya lampu indicator oli di dashboard. Lampu indicator ini menyala untuk memberi tahu pengemudi bahwa tekanan oli yang mengalir menurun. Memang tak selalu tekanan oli turun karena pompa oli yang rusak, hal lain penyebabnya bisa karena jumlah oli yang berkurang. Kurangnya oli ini bisa disebabkan karena kebocoran pada bagian mesin, sehingga oli rembes keluar dari mesin. Suplai oli yang kurang tentunya berakibat bagian mesin tidak terlumasi dan cepat aus. Untuk inilah pemeriksaan pompa oli harus dilakukan dengan benar, agar dapat dipastikan kerusakan yang terjadi. Selain itu untuk meminimalisir biaya servis akibat salah analisa kerusakan.

Langkah pemeriksaan pompa ol terdiri atas 4 langkah pemeriksaan. Memang untuk pastinya anda harus mengetahui standar batas servis dari pompa oli tersebut. Beda mesin dan merk mobil, pastinya beda batas servisnya. Untuk kali ini saya membawakan standar milik Toyota.

1.Pemeriksaan katup pembebas.

Katup pembebas terletak pada bagian di bawah rotor yang terpasang pada rumah pompa oli. Untuk jelasnya perhatikan gambar di bawah ini. Katup pembebas berguna untuk melepaskan oli keluar, agar tekanan oli stabil. Untuk pemeriksaannya adalah
  1. Bongkar katup pembebas terlebih dahulu.
  2. Baru kemudian dimasukkan kembali ke lubang katup pembebas di rumah pompa oli tersebut.
  3. Katup pembebas harus dapat meluncur turun dengan sendirinya, tanpa dibantu tekanan oleh tangan anda.
  4. Jika katup pembebas dapat turun dengan sendirinya maka kondisinya baik, tapi bila katup pembebas tidak dapat turun dengan sendirinya berarti katup pembebas rusak.
  5. Perbaikannya bisa dengan mengganti katup pembebasnya. Atau bisa juga mengganti pompa olinya secara 1 unit utuh.
Pemeriksaan katup pembebas
 

2.Pemeriksaan celah rotor dengan bodi

Rotor adalah bagian dari pompa oli yang berputar untuk membentuk langkah penghisapan dan penekanan. Antara rotor dengan bodi (rumah pompa oli) harus rapat dan tidak boleh bocor. Antara rotor dan bodi pun sebenarnya tidak boleh terlalu rapat, sehingga rotor dapat berputar dengan bebas dalam rumah pompa oli. Pemeriksaan celah antara rotor dan bodi pompa oli adalah sebagai berikut:
  1. Ukur celah rotor dan bodi dengan menggunakan fuller gauge.
  2. Batas servis untuk mobil Toyota adalah 0,20 mm
  3. Bila celah antara rotor dan bodi melebihi 0,20 mm berarti kondisi rotor atau bodinya sudah termakan / aus.
  4. Perbaikannya adalah bisa dengan mengganti rotornya saja. Tapi kalau tetap besar celah antara rotor yang baru dengan bodi pompa oli, maka pompa oli diganti secara 1 unit utuh.
Pemeriksaan celah rotor dengan bodi

3.Pemeriksaan celah ujung rotor

Di dalam pompa oli untuk mobil Toyota menggunakan 2 rotor. Satu rotor di bagian luar, dan yang satunya di bagian dalam. Kedua rotor ini sama – sama berputar untuk melakukan langkah hisap dan tekan oli ke seluruh bagian yang akan dilumasi. Langkah pemeriksaan celah ujung rotor:
  1. Gunakan fuller gauge untuk mengukur celah ujung rotor. Untuk jelasnya perhatikan gambar di bawah ini!
  2. Batas servis untuk pemeriksaan mobil Toyota adalah 0,20mm
  3. Bila hasil pengukuran melebihi 0,20 mm berarti rotor sudah aus.
  4. Perbaikan yang dapat dilakukan adalah   mengganti kedua rotor tersebut.
Pemeriksaan celah ujung rotor

4.Pemeriksaan celah sisi pada rotor

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengecek kerapatan antara rotor dengan bagain mesin. Cara pemeriksaannya adalah:
  1. Gunakan mistar baja, dan letakan di bagian atas rotor serta menyentuh bodi pompa oli. Perhatikan gambar untuk lebih jelas!
  2. Ukur celah sisi rotor dengan mistar baja, menggunakan fuller gauge.
  3. Batas servis celah sisi rotor adalah 0, 15 mm
  4. Jika celah sisi  rotor sudah melebih 0,15 mm, maka gantilah rotor atau ganti pompa oli secara 1 unit utuh.
 Pemeriksaan celah sisi pada rotor
Pemeriksaan pompa oli yang benar, akan menghindarkan kita dari salah menganalisa kerusakan. Jika pompa oli telah melalui 4 langkah pemeriksaan tersebut, dan dari ke 4 pemeriksaan tersebut menunjukkan baik, maka pompa oli ditakatan masih baik. Tapi bila dalam  1 pemeriksaan ada yang menunjukkan hasil rusak, maka pompa oli harus diganti 1 unit atau cukup diganti bagian yang rusaknya saja.
Read More

Minggu, 01 Desember 2013

Pemeriksaan Tekanan Oli

Pemeriksaan Tekanan Oli
Pada system pelumasan baik mobil dan sepeda motor menggunakan oli. Oli ini harus mengalir mengenai seluruh komponen mesin yang bergesekan. Sehingga celah antar komponen tersebut diisi oleh oli sebagai pelumas, dengan ini kontak langsung antar komponen mesin dapat dihindari. Oli harus memiliki tekanan sehingga pengaliran oli dari oil pan sampai ke seluruh komponen mesin yang akan dilumasi. Jika tekanan oli melemah, maka aliran oli terlambat sampai ke bagian – bagian dari komponen mesin tersebut. terlambatnya kedatangan oli ini membuat komponen mesin tersebut terlambat mendapat pelumasan, yang berakibat terjadi gesekan antara komponen mesin tersebut. pada mobil di bagian dashboardnya sudah terdapat indicator yang menunjukkan tekanan oli. Jika tekanan oli melemah, maka lampu indicator penunjukkan tekanan oli akan menyala.

Pemeriksaan tekanan oli ini sangat mudah, tetapi membutuhkan peralatan khusus. Dan kita harus tahu tekanan oli yang sesuai dengan mesin yang akan diperiksa. Setiap kendaraan memiliki standar ukuran berbeda untuk tekanan oli yang bekerja pada mesin kendaraannya. Memang ukuran standar ini  hanya bengkel resmi yang memiliki buku manual untuk masing – masing tipe kendaraannya. Langkah pemeriksaan tekanan oli adalah sebagai berikut:
  1. Lepas switch oli di mesin. Pada tipe kendaraan kali ini letaknya di dekat dengan oil filter (saringan oli)
  2. Pasangkan alat pengukur tekanan oli
  3. Nyalakan mesin dan baca hasil pengukuran
  4. Bandingkan hasil pengukuran dengan standar tekanan oli yang sesuai dengan tipe mesin kendaraan anda.
  5. Jika hasil pengukuran di bawah tekanan oli standar, maka berarti tekanan oli berkurang.

Cara kedua yang paling mudah adalah memperhatikan lampu indicator tekanan oli di dashboar. Bila lampu tekanan oli menyala. Berarti tekanan oli melemah.

Perbaikan dari tekanan oli yang rendah ada 2 cara. Pertama – tama periksa jumlah oli yang ada di mesin, dengan cara mengukur ketinggian oli dari stick oli. Jika oli kurang , maka harus ditambahkan. Langkah kedua adalah memeriksa pompa oli. Pompa oli pada mesin umumnya terletak di karter oli. Pompa oli yang lemah umumnya karena giginya atau komponen pompa yang sudah aus. Akibatnya penekanan oli yang dihasilkan menjadi lemah. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara membongkar pompa oli dan mengamati secara visual.
Read More