Tampilkan postingan dengan label Sistem Bahan bakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Bahan bakar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 November 2013

Pemeriksaan Pompa Bensin Mekanik di Mobil

Dalam melakukan pengiriman bensin dari tangki ke karburator dibutuhkan sebuah pompa bensin. Pompa bensin  bekerja berdasarkan tekanan dari noken as yang menggerakkan tuas pompa sehingga membran di dalam pompa bergerak naik dan turun untuk melakukan penghisapan dan penekanan. Membran bekerja  naik dan turun sehingga bensin dapat terhisap masuk dari saluran masuk dan kemudian tertekan keluar melalui saluran keluar. Kerja pompa bensin yang tidak baik membuat suplai bensin ke karburator akan terganggu atau bahkan terputus sama sekali. Kosongnya bensin di karburator berakibat  mesin akan mati, pembakaran tidak terjadi karena tidak ada bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Bila suplai bensin berkurang atau melemah ke karburator, nyala  mesin tersendat – sendat, atau biasa dikenal dengan istilah brebet. Untuk dapat mengetahui apakah pompa bensin bekerja dengan baik atau tidak? Maka perlu dilakukan pemeriksaan pada unit pompa bensin tersebut. Topik kali ini adalah pompa bensin tipe mekanik.

Pemeriksaan awal

  1. Tes kerapatan katup check valve pada pompa bensin dengan cara memasukkan bensin ke dalam pompa. Periksalah tidak ada bensin yang keluar dari  saluran masuk dan saluran buang, saat  pompa dimiringkan atau dibolak balik. Perhatikan tuas pompa jangan ditekan!
  2. Tekan tuas pompa naik turun, ukur  besar tenaga yang digunakan  untuk menggerakkan tuas pompa tersebut. Besar tenaga inilah yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pemeriksaan pompa bensin.

Pemeriksaan inti pompa bensin mekanik

  1. Tekan terus tuas pompa naik dan turun. Lalu tutup saluran keluar dengan jari. Rasakan penekanan tuas makin ringan, saat saluran keluar ditutup. Jika tenaga untuk penekanan tuas pompa bensin semakin ringan, maka katup masuk dalam kondisi baik.
  2. Tetap tekan tuas pompa naik turun. Lalu tutup saluran masuk, jika tuas pompa tidak bergerak atau terkunci dengan tenaga penekanan yang sesuai pedoman no2, maka katup keluar dalam kondisi baik.
  3. Tekan tuas pompa naik turun, dan tutup pipa masuk dan pipa keluar, periksa bahwa tuas pompa tidak bergerak atau terkunci. Jika terkunci artinya membran di dalam pompa baik.
  4. Tekan tuas pompa naik turun, lalu tutup lubang hawa di bagian bawah. Jika tuas terkunci dan tidak bergerak sama sekali, artinya oil seal di pompa baik.
Pemeriksaan Pompa Bensin Mekanik di Mobil

Pemeriksaan Pompa Bensin Mekanik di Mobil

Pemeriksan pompa bensin mekanik ini terbuat dari 1 unit utuh. Kita  tidak bisa melakukan pembongkaran pada unit pompa bensin, sehingga untuk melakukan  perbaikannya adalah dengan mengganti 1 unit pompa tersebut dengan yang baru. Sekian cara pemeriksaan pompa bensin mekanik.
Read More

Rabu, 06 November 2013

Sepeda Motor Suzuki Thunder Brebet

Sepeda Motor Suzuki Thunder Brebet
Barangkali anda memiliki sepeda motor Suzuki thunder? Semoga pengalaman berikut ini bisa menjadi pelajaran untuk anda bila mengalami masalah yang serupa. Kebetulan yang mengalami ini adalah teman saya. Ia menggunakan sepeda motor Suzuki Thunder- nya untuk berangkat dan pulang kerja. Tentu saja kondisi motornya harus selalu prima dan fit. Tetapi kali sepeda motornya seperti kehabisan bensin. Nyalanya tidak stabil seperti mau mati. Atau istilah umumnya adalah brebet. Ia pun takut sepeda motornya mogok di jalan, maka ia tarik cuk dan motor ditancap dengan gas tinggi. Untunglah sampai di kantor tanpa perlu mogok di jalan. Maka sepeda motornya pun langsung ditaruh bengkel , setelah ia absen masuk kerja. Kenapa sepeda motor Thundernya brebet?


Setelah masuk bengkel sepeda motor Thunder pun langsung dibongkar. Diperiksa system pengapiannya ternyata semua system pengapian baik – baik saja. Nyala busi baik, begitu pula nyala kabel tegangan tinggi dari koil juga bagus. Gap busi juga baik yaitu 0,7 mm. Kesimpulannya pengapian sepeda motor Thunder baik. Pemeriksaan berikutnya adalah memeriksa system bahan bakarnya. Saluran buang di karburator dibuka. Dan bensin keluar dari saluran buang tersebut. Artinya bensin ada di bak pelampung karburator. Aliran bensin dari tangki ke karburator baik. Karburator pun dibongkar, setelah dibongkar ternyata kotoran menumpuk di bak pelampung.  Warna bensin di bak pelampung bukan lagi warna bensin, tapi sudah seperti air sungai bercampur lumpur tanah warnanya coklat. Bayangkan bagaimana bisa bensin seperti itu masuk ke dalam ruang bakar.

Setelah diketahui penyebabnya adalah karburator yang kotor, maka karburator pun dibersihkan dengan karburator cleaner. Semprot – semprot lubang spuyer, spuyer dan juga kotoran yang menempel di bak pelampung. Enaknya pakai karburator cleaner adalah kotoran langsung luntur. Kotoran yang tadinya sudah keras dan mengerak di karburator langsung luntur saat terkena cairan dari karburator cleaner. Penyemprotan dengan karburator cleaner selesai, maka disemprot dengan udara bertekanan dari kompresor. Karburator dirakit kembali, lalu pasang kembali ke intake manifold. Mesin dihidupkan, dan setel ulang sekrup angin agar mendapat campuran bensin dan udara yang pas.

Berdasarkan hasil pengamatan saya terhadap sepeda motor Thunder tersebut. Selang dari saringan udara ke karburator tidak terpasang dengan baik. Akibatnya saat mesin menghisap udara, debu pun ikut terhisap masuk. Nampak dari selang dan bagian luar karburator yang penuh dengan debu. Ya seperti itulah kotoran yang masuk di dalam bak pelampung karburator. Jadi saringan udara bukanlah sekedar pajangan di sepeda motor yang tidak artinya. Manfaatnya tidak seserius karburator , busi , koil dan komponen penting lainya. Tapi bila saringan udara tidak diperhatikan ini bisa menjadi masalah juga bagi kelangsungan hidup mesin sepeda motor Anda. Jadi pasanglah saringan udara dengan benar ke karburator, agar udara yang masuk ke karburator benar – benar bersih dari debu atau kotoran.

Read More

Sabtu, 26 Oktober 2013

Karburator Tidak Bisa Disetting

Setting karburator untuk mendapatkan akselerasi mesin yang maksimal dilakukan, tapi entah kenapa putaran mesin tidak mau naik juga. Sekrup udara sudah dikencangkan lalu dikendorkan perlahan – lahan tapi putaran mesin tidak mau naik. Pernahkah anda mengalami hal seperti ini? Jika pernah coba periksa baut – baut pengikat intake manifold ke mesin, sebab sudah dua kali saya menemui kejadian ini penyebabnya adalah ulir baut yang di kepala silinder sudah aus. Kebetulan keduanya adalah sepeda motor matic. Jika memang ulir sudah aus, maka tak mungkin settingan karburator dapat dilakukan.

Prinsip kerja karbuarator yang memanfaatkan kevakuman untuk menyedot bensin dari bak karburator, benar – benar membutuhkan kerapatan yang tinggi. Untuk itu sambungan dari karburator ke intake juga harus rapat. Begitu pula sambungan dari intake ke kepala silinder mesin harus rapat. Untuk itu pada setiap sambungan karburator tersebut dipasangkanlah packing sebagai perapat, agar kevakuman tetap terjaga. Dengan adanya kebocoran sedikit saja, maka kevakuman menjadi berkurang. Dan hal ini mempengaruhi suplai bensin ke dalam ruang bakar.

Pada kasus yang saya alami memang sepeda motor masih dapat dihidupkan, hal ini disebabkan karena hanya 1 baut yang tidak bisa dikencangkan, tapi baut satunya masih dapat dikencangkan. Jadi kevakuman tidak sepenuhnya hilang pada saluran system bahan bakar tersebut. Hanya jumlah bensin tidak bisa baik dan tidak bisa banyak yang masuk ke dalam ruang bakar. Hal yang dapat dirasakan adalah tarikan tenaga motor menjadi berkurang padahal gas sudah dibuka penuh.

Perbaikannya ada dua macam. Cara yang paling sering dilakukan dengan menggunakan baut yang berukuran lebih besar dan memiliki ulir yang kasar. Pada sepeda motor umumnya menggunakan baut kunci 10 , diganti dengan baut kunci 11 yang berulir kasar. Caranya pun terbilang mudah, karena baut langsung dipasangkan ke ulir yang rusak. Dan awalnya pasti agak berat, karena kita memaksakan baut yang lebih besar tersebut membuat ulir baru , seiring dengan kita memutar baut tersebut. Kelemahan dari teknik ini adalah baut yang sudah terpasang tidak bisa dibuka lagi. Maksudnya adalah bila anda buka, maka ulirnya pasti rusak lagi. Dan untuk pemasangan selanjutnya pasti baut tidak bisa dikencangkan. Jadi bila anda menggunakan cara ini jangan pernah membuka intake manifold lagi.

Cara kedua yang lebih baik dan lebih pasti hasilnya adalah menutup lubang ulir tersebut dengan las dan membuat lubang ulir baru di tempat yang telah ditutup las tersebut. Untuk hal ini harus dilakukan pembongkaran kepala silinder, lalu membawanya ke bengkel las babet yang biasanya sudah komplit menawarkan pengetapan / pembuatan lubang ulir baru juga. Umumnya harga pembuatan lubang ulir baru ini berkisar 30 ribu sampai 50 ribu per lubangnya. Cara ini lebih pasti dan anda tetap dapat melepas intake manifold tanpa takut ulirnya rusak lagi. Tapi kelemahanya kita harus membongkar kepala silinder dulu, akibatnya waktu pengerjaan menjadi lebih lama.

Bila anda memang tidak punya waktu , cara pertama bisa anda gunakan untuk mengatasi lubang ulir yang rusak tersebut. Tapi jika memang tidak tergesa – gesa karena sepeda motor harus dipakai, maka bongkarlah kepala silinder tersebut dan buatlah lubang baru di bengkel las babet. Setelah pengikatan intake ke kepala silinder dapat terikat dengan kuat, maka penyetelan karburator untuk mendapatkan campuran yang baik dapat anda lakukan.

Read More

Rabu, 12 Juni 2013

K - Jetronic

Sistem pemasukan bahan bakar bensin K - Jetronic digunakan pada mobil VW, Porsche, Volvo dan Mercedes. Huruf K dari K Jetronic merupakan singkatan dari kontinu yang berati bahwa bensin pada sistem ini disemprotkan secara terus menerus. Jumlah udara yang mengalir pada intake manifold akan mempengaruhi jumlah bahan bakar yang disemprotkan injektor. Bila semakin banyak udara yagn mengalir mak palt akan terangkat. Karena tuas plat dihubungkan dengan piston pengatur bahan bakar bensin maka piston akan bergerak turun. Piston mempunyai alur yang menentukan jumlah bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor.

Injektor diapsang sedekat mungkin dengan katup masuk masing - masing silinder. Injektor - injektor tersebut menyemprotkan bahan bakar secara terus menerus. Untuk mengurangi panas yang merambat blok silinder maka injektor dipasang dengan cincin O pada kepala silinder. Perbedaan yang pokok motor dengan motor diesel adalah bahwa motor diesel ijektornya masuk ke ruang bakar sedangkan pada motor bensin sistem K Jetronic , L jetronic dan D jetronic , injektornya hanya pada saluran masuknya saja sehingga penyemprotan berlangsung pada saluran masuk, tidak pada ruang bakar.

Bagan sistem penyemprotan K - Jetronic adalah seperti terlihat pada gambar.
Pemeriksaan , penyetelan, perawatan K - jetronic

  1. Periksa keadaan slang/sambungan sistem penghisapan. Jika terdapat slang yang retak maka harus diganti dengan yang masih baru / baik. Periksa juga kedudukan dan pengerasan klem pada sambungan slang.
  2. Periksa kerapatan pada tutup oli dan batang pengukur oli. Jika bagian tersebut longgar, segera ganti atau perbaiki.
  3. Periksa kerja sistem ventilasi karter. Ventilasi karter harus rapat. Sistem ventilasi karter yang tidak rapat mengakibatkan masuknya udara palsu.
  4. Periksa keadaan pompa bensin listriknya. Kabel - kabel yang longgar atau berkarat harus diperbaiki. Periksa juga kerapatan sambungan - sambungan dan keadaan slangnya. 
  5. Periksa kerja katup pengatur udara tambahan. Jika pada waktu motor hidup slang udara tambahan dijepi terjadi perubahan sampai melebihi 150 rpm makahal itu berarti katup tersebut rusak. Katup tersebut harus diganti. Katup pengatur udara tambahan berguna untuk memberikan udara tambahan pada saat motor dingin sehingga kemudian terjadi penambahan putaran. Jika motor sudah mencapai suhu kerja maka katup tersebut kemudian harus menutup saluran udara tambahan.
  6. Periksa kadar CO gas buang dengan CO meter. Jika kadar CO melebihi ketentuan, setel campuran idel. Perhatikan letak baut penyetelnya.
  7. Periksa keadaan saringan bensinnya. Jika telah melebihi jangka waktu pemakaian berdasarkan jarak yang ditempuh, ganti saringan bensin tersebut dengan yang baru.
  8. Periksa sedimenternya . Mungkin air yang ada di dalamnya sudah saatnya untuk dikuras. Sedimenter berguna untuk memisahkan air dari bensin. Air yang terkandung dalam bensin akan merusak bagian - bagian motor yang peka, seperti injektor, ruang bakar dan sebagainya. 
Read More

Selasa, 11 Juni 2013

Pemeriksaan, Penyetelan, Perawatan EFI

Berikut ini adalah langkah pemeriksaan, penyetelan dan perawatan EFI:

  1. Periksa kedudukan dan pengerasan klem - klem pada sambungan slang. Klem yang longgar dapat menyebabkan kebocoran udara. Udara yang masuk setelah pengukur jumlah udara mengakibatkan kesalahan pada perbandingan campuran.
  2. Periksa keadaan slang/ saluran sistem pemasukan udara dari kemungkinan retak atau terpuntir. Jika slang retak harus diganti dengan segera.
  3. Periksa sistem pengaliran bensin pada saat motor hidup dari kemungkinan bocor, terutama pada bagian sambungan pompa bensin, saringan bensin dan pipa pembagi bahan bakar ke masing - masing injektor.
  4. Periksa sistem ventilasi karternya, tutup oli dan batang pengukur oli. Kelonggara pada sistem ventilasi karter mengakibatkan udara palsu. 
  5. Periksa keadaan slang vakum pada katup pengatur tekanan bahan bakar. Jika slang vakum bocor maka akan menyebabkan tekanan bahan bakar menjadi terlalu tinggi sehingga jumlah penyemprotan menjadi naik dan bahan bakar menjadi boros.
  6. Periksa keadaan dudukan dan steker - steker pengabelan pada motor. Dudukan yang longgar harus segera diperbaiki. Demikian pula dengan steker yang rusak atau kotor sekali.
  7. Periksa kerja katup pengatur udara tambahan dengan cara memijit slangnya pada saat motor hidup. Jika terjadi perubahan putaran motor yang melebihi 150 rpm maka hal itu berarti katup pengaur udara rusak dan harus diganti. Katup pengatur udara tambahan berfungsi untuk memberi udara tambahan pada saat motor dingin agar terjadi kenaikan putaran ( putaran start dingin ). Katup tersebut harus menutup saluran udara tambahan pada waktu motor sudah mencapai temperatur kerja.
  8. Setel putaran idel. Jika baut penyetel diputar keluar maka campuran menjadi kurus. Jika diputar ke dalam maka campuran menjadi kaya. Perhatikan syarat - syarat penyetelan idel. Sebelum idel disetel, celah platinan dan saringan udara dalam keadaan baik. 
Read More