Senin, 07 Oktober 2013

Sok breker

Pada setiap sistem suspensi hampir selalu dilengkapi dengan sok breker. Sok breker berguna untuk meredam kejutan – kejutan akibat gaya pegas. Tanpa sok breker maka getaran akibat gaya pegas akan berlangsung lebih lama. Demikian pula roda – roda mobil akan meloncat – loncat di atas permukaan jalan. Perilaku roda jika sistem suspensi tanpa sok breker digambarkan sebagai berikut:
Sok breker
Apabila dibuat grafik getaran maka akan terlihat dengan jelas perbedaan antara sistem suspensi dengan sok breker dan tanpa sok breker. Perhatikan gambar berikut:
Sok breker
Pada dasarnya sebuah sok breker hanyalah sebuah piston yang bergerak di dalam sebuah tabung berdinding rangkap yang berisi minyak. Supaya minyak bisa bersirkulasi menuruti gerak piston maka dinding tabung sebelah dalam dibuat lubang kecil – kecil. Karena minyak dipaksa mengalir melewati lubang – lubang kecil ini maka sirkulasi minyak dan gerak piston menjadi terhambat. Apabila mobil melewati jalan yang tidak rata, piston akan bergerak naik turun sesuai dengan gerak badan mobil dan roda yang menerima beban. Suhu sok breker naik sampai bisa mencapai 150 derajat celcius. Ada beberapa model sok breker yang bereda dipasaran:

  1. Model standar. Model ini mempunyai diameter paling kecil dibandingkan dengan model lainnya. Klep –klep serta pengaturannya paling sedikit. 
  2. Model tugas berat. Model ini mempunyai kemampuan lebih besar dari model standar karena diameternya yang 20 – 25 % lebih besar.
  3. Model ekstra tugas berat. Model ini mungkin yang paling besar diameternya. Diameternya kurang lebih 40% lebih besar dari diameter standar. Dengan demikian jauh lebih nyaman dan lebih aman.

Pemeriksaan dan perawatan:

Pemeriksaan fungsi sok breker secara sederhana:

  1. Tekan bemper depan dan bemper belakang secara bergantian dengan keras dan lepas kembali dengan mendadak. Jika badan mobil melonjak tinggi dan berayun maka itu berarti sok brekernya telah rusak. 
  2. Jalankan mobil. Jika badan mobil bergoyang – goyang atau berayun berarti sok brekernya telah rusak. Atau jika roda terasa melonjak – lonjak maka hal itu berarti juga sok  brekernya tidak bekerja dengan baik. 
  3. Perhatikan keausan ban. Keausan yang tidak merata juga bisa disebabkan oleh sok breker yang rusak. Keausan tersebut disebabkan oleh roda yang melonjak – lonjak. 
  4. Periksa bagian luar sok brekernya. Jika berlumuran minyak maka hal itu pertanda sok brekernya bocor.

Apabila sok breker akan diganti maka pilihlah sok breker yang baik. Untuk menentukan baik tidaknya sebuah sokbreker, cara berikut ini mungkin dapat membantu meskipun tidaklah mutlak benar karena tergantung kepekaan seseorang.

  1. Tekan sok breker kuat – kuat kemudian lepas tekanannya dan tarik dalam arah perpanjangannya. Jika tarikan tersebut jalannya terasa tersendat – sendat, tidak lancar dan lembut maka hal itu mungkin sekali karena di dalam sistem hidroliknya terdapat udara palsu. 
  2. Tegakkan sok breker sambil ditarik dalam arah perpanjangannya ke atas.
  3. Dengan segera balikkan ujung atas tadi ke bawah sambil ditekan. Lakukan hal tersebut berulang – ulang sampai gerakannya terasa lancar.

Hal – hal yang perlu diperhatikan pada pergantian sok breker:

  1. Meskipun hanya salah satu dari sok breker yang rusak sebaiknya diganti seluruhnya. Jika hanya yang rusak saja yang diganti maka mungkin mobil menjadi tidak seimbang dan akan sangat terasa saat mobil dikemudikan.
  2. Apabila sok breker telah dipakai untuk batas waktu tertentu melebihi ketentuan dari pabrik pembuatnya sebaiknya segera diganti demi keselamatan.

Gambar sok breker teleskopis dan pergerakkan minyak hidrolis

Gambar sok breker teleskopis dan pergerakkan minyak hidrolis1 = pemegang sok breker berker chasisi
2 = tongkat piston
3 = ruang cadangan penampung minyak hidrolis yang terdesak
4 = kelep / katup tekan bawah ke ruang tekan atas
5 = kelep tekan dari ruang ke ruang tekan bagian bawah
6 = kelep tekan dari ruang cadangan ke ruang tekan bawah
7 = kelep tekan dari ruang tekan bwah ke ruang cadangan
8 = pemegan sok breker ke axle.








Pemasangan Sok breker pada chasis


Pemasangan Sok breker pada chasis

Read More

Suspensi Depan Dan Suspensi Belakang

Suspensi depan

Suspensi depan sebuah mobil kebanyakan adalah model independent. Konstruksi suspensi independen lebih rumit dari pada suspensi rigid tetapi mempunyai beberapa kelebihan , yang di antaranya adalah mobil terasa lebih nyaman. Suspensi independen ada beberapa macam, yaitu:

  1. Model wishbone
  2. Model Mc Pherson
  3. Model Batang Torsi
  4. Model Berayun

Agar dapat membedakan masing – masing model tersebut perhatikan gambar berikut:

Suspensi independen

Suspensi independen


Pegas batang torsi (pegas puntir)

Pegas batang torsi (pegas puntir)

Poros penggerak pada suspensi independen

Poros penggerak pada suspensi independen

Suspensi independen jenis Mc Pherson 

Suspensi independen jenis Mc Pherson

Suspensi independen jenis Wisbone

Suspensi independen jenis Wisbone



Urutan pembongkaran poros depan

Urutan pembongkaran poros depan

  1. Dongkraklah mobil bagian depan dan pasang penyangga tetap di bagian yang aman. 
  2. Periksa kelonggaran ball join pada saat rem diinjak
  3. Periksa keadaan vet pada bantalan atas kaki Mc Pherson. Jika vetnya sudah kering tambahlah secukupnya dan setelah itu pasang tutup plastiknya. 
  4. Periksa bantalan karet dan klem – klem stabiliser.
  5. Periksa kebocoran oli sok breker. Sok breker yang bocor harus diganti.
  6. Periksa kelonggaran pada bantalan – bantalan karet.
  7. Perhatikan pada bagian – bagian yang dilengkapi nipel. Bersihkan nipel dan periksa katup bolanya.
  8. Isi nipel dengan vet. Gunakan pompa pengisi pelumas.
  9. Bersihkan pelumas / vet yang jatuh ke lantai.

Suspensi belakang

Suspensi belakang mobil adalah suspensi rigid. Pada suspensi model ini roda – roda kiri dan kanan dipasangkan dan merupakan poros tunggal. Konstruksi suspensi rigid sederhana. Pegas – pegasnya ada yang menggunakan pegas koil dan ada juga yang dengan pegas daun. Suspensi rigid dengan pegas koil lebih menghemat tempat dari pada dengan pegas daun.

  1. Pegas koil. Pegas koil kurang baik untuk meredam kejutan – kejutan sehingga dalam pengguanaannya pegas ini selalu bersama – sama dengan sok breker. Pegas koil umumnya terbuat dari baja kemudian dibentuk menjadi sebuah gulungan.
  2. Pegas daun. Pegas daun biasanya disusun menjadi berbentuk elip untuk mempertinggi elastisitasnya. Susunannya sedemikian rupa dimulai dari plat yang pendek diletakkan dibagian paling bawah kemudian makin ke atas makin panjang platnya. Biasanya pegas daun terdiri atas 3 sampai 10 lembar plat baja yang tebalnya 3 sampai 6 mm. 

Pemasangan pegas daun ada dua cara yaitu pegas daun dipasang di bawah poros roda belakang, dan pegas daun dipasang di atas poros roda belakang.

Pemeriksaan dan perawatan pegas daun:


  1. Periksa kondisi bantalan karet gantungan pegas daun.
  2. Periksa kondisi pengikat pegas, mur – mur, klem U dan karet pembatas gerak. Jika sudah rusak sebaiknya diganti dengan yang baru.
  3. Dongkraklah bagian rangka sehingga tidak ada lagi beban yang terletak pada pegas, kemudian pasangkan penyangga.
  4. Lepas unit pegas daun dan bongkar unit pegas daun.
  5. Bersihkan komponen – komponen yang telah dibongkar. 
  6. Periksa tahanan sok breker. Untuk sok breker double acting tahanan ke atas dan tahanan ke bawah harus sama . sedangkan untuk sok breker single acting tahanan ke atas harus lebih besar daripada tahanan ke bawah. 
  7. Periksa permukaan kontak – kontak daun pegas terhadap keausan , retak, karat, deformasi dan lain – lain. 
  8. Periksa klem daunn pegas, karet – karet penyekat terhadap keausan dan kelelahan. 
  9. Rakit kembali unit pegas daun. Berikan grease / vet di tempat – tempat yang bergesekan sebelum dirakit kembali.
  10. Pasang kembali unit pegas daun pada dudukannya semula. 

Suspensi rigid

Suspensi rigid



Suspensi rigid bepegas koil 

Suspensi rigid bepegas koil

Suspensi rigid berpegas daun

Suspensi rigid berpegas daun




Konstruksi poros roda belakang pada suspensi rigid

Konstruksi poros roda belakang pada suspensi rigid

Pegas daun pada suspensi belakang

Pegas daun pada suspensi belakang

Penggunaan pegas daun ganda pada mobil

Penggunaan pegas daun ganda pada mobil
Read More

Sabtu, 05 Oktober 2013

Rem tangan dan Rem Angin Westinghouse

Rem tangan sering juga disebut rem parkir karena pada umumnya rem ini digunakan pada saat mobil berhenti atau diparkir. Rem tangan hampir semuanya adalah rem mekanik. Pengereman terjadi jika tangkai rem di  ruang kemudi ditarik. Tarikan ini akan diteruskan ke kanvas rem lewat kawat rem yang panjang. Akibat tarikan tersebut kanvas rem tromol akan mengembang sehingga terjadi cengkraman antara kanvas dan permukaan dalam tromol. Tujuan digunakannya rem tangan adalah agar pada waktu kendaraan berhenti tidak mudah meluncur dengan sendirinya, terutama pada bidang miring.

Pemeriksaan, penyetelan, dan perawatan:

  1. Dongkrak mobil.
  2. Periksa mekanisme rem tangan. Bagian – bagian yang berkarat perlu dibersihkan dan diberi pelumas dengan vet.
  3. Tarik tuas rem sedikit demi sedikit. Setiap perubahan gigi pada tuas handel rem putar keduar roda belakang dengan tangan. Jika rem berfungsi dengan baik maka besarnya hambatan yang terasa akan sama.
  4.  Tarik tuas rem sampai batas kemampuannya. Pada posisi ini roda - roda belakang harus tidak bisa diputar dengan tangan. Apabila roda - roda belakang bisa diputar dengan tangan meskipun berat maka berarti hambatan rem kurang. Hal ini bisa disebabkan oleh penyetelan rem tangan yang kurang baik.
  5. Setel rem tangan pada sambungan – sambungannya. Perhatikan bahwa sambungan – sambungan tersebut letaknya tidak sama pada setiap mobil.

Macam – macamm penyetel rem tangan

  1. Mur penyetel pada tuas rem tangan
  2. Mur penyetel pada setiap kabel
  3. Batang penyetel pada bagian penyeimbang
  4. Tarik penuh, gerak tuas harus 3 – 7 gigi. Kontrol: Tarik 1 gigi, roda masih harus dapat berputar bebas.
  5. Tarik penuh, gerak batang harus 10 -20 gigi.Kontrol : Tarik 3 gigi, roda masih harus dapat berputar bebas.

Rem angin Westinghouse

Rem angin westinghouse digunakan pada mobil – mobil berat. Pada sistem ini udara tekan diperoleh dari kompresor. Udara tekan yang sudah digunakan untuk menekan boster, dikeluarkan ke udara luar melalui katup khusus berupa check valve. Karena udara yang dikeluarkan ini masih bertekanan tinggi sehingga keluarnya udara disertai dengan suara desis yang keras. Komponen – komponen rem angin westinghouse adalah sebagai berikut:
  1. Tangki anti beku
  2. Saringan udara
  3. Katup otomatis
  4. Tangki cadangan
  5. Kompresor udara
  6. Katup pengaman
  7. Katup pelepas embun
  8. Manometer
  9. Katup pengatur
  10. Silinder roda depan
  11. Silinder roda belakang

Pemeriksaan tekanan udara:

  1. Hidupkan motor, tunggu selama 2 – 5 menit, atau sampai tekanan udara pada pengukur tekanan menunjukkan tekanan yang cukup untuk pengereman.
  2. Injak pedal rem beberapa kali.
  3. Jika pada injakan pertama dalam sekali, kemudian injakan kedua posisinya naik maka hal itu berarti sistem rem bekerja dengan baik.
  4. Jika pada injakan pertama, kedua dan ketiga tetap tidak berubah posisinya berarti rem tidak bekerja dengan baik.

Instalasi rem angin sistem westinghouse

  1. Alat anti beku
  2. Saringan udara
  3. Katup mekanik otomatis
  4. Tabung udara
  5. Kompresor
  6. Katup pengaman
  7. Keran pembuangan air
  8. Manometer tekanan udara
  9. Katup pengatur
  10. Silinder udara untuk roda depan
  11. Silinder udara untuk roda belakang

Read More

Jumat, 04 Oktober 2013

Rem Cakram

Rem cakram banyak digunakan di samping rem tromol. Rem cakram terdiri atas komponen – komponen utama sebagai berikut:
  1. Cakram
  2. Piston
  3. Kanvas rem
Cakram rem dipasangkan pada poros roda yang dapat berputar di antara kanvas rem. Jika terjadi pengereman maka tekanan hidrolis dari silinder master akan menekan piston dan piston mendorong kanvas rem untuk menekan cakram sehingga terjadi gesekan dan pengereman.

Beberapa model rem cakram antara lain:

  1. Floating disc. Pada model ini cakram akan bergeser ke salah satu sisi ketika terjadi pengereman, sehingga model ini tidak efektif.
  2. Fixed caliper. Model fixed caliper mempunyai dua piston yang terletak di antara kedua sisi cakram. Jika terjadi pengereman piston akan mencekam cakram dengan sama besar.
  3. Floating caliper. Pada model ini kanvas rem akan terbawa oleh caliper untuk menekan cakram apabila terjadi pengereman.
  4. Sliding caliper. Model ini adalah penyempurnaan dari tiga model tersebut di tuas caliper yang mempunyai dua piston mendorong keluar kanvas rem ke salah satu sisi, tetapi pada saat yang sama juga mendorong kanvas rem ke arah yang berlawanan sehingga penekanan dapat merata dengan tenaga pengereman yang kecil.

Keuntungan rem cakram dibandingkan rem tromol adalah:

  1. Tidak menimbulkan bunyi
  2. Kerenggangan kanvas rem tidak berubah karena pengaruh panas.
  3. Konstruksi sederhan sehingga mudah melayaninya.

Kerugian rem cakram dibandingkan dengan rem tromol:

  1. Mahal
  2. Peka terhadap kotoran karena tidak tertutup.
  3. Memerlukan tekanan fluida yang tinggi.

Pemeriksaan, penyetelan, dan perawatan:

  1. Dongkrak mobil. Pasang penyangga khusus agar keselamatan kerja terjamin.
  2. Lepas roda – roda pada rem piringan yang akan diperbaiki.
  3. Tarik pen penahan dengan tang jika terlalu keras bisa dipukul atau didorong dengan ujung obeng. Agar lebih mudah lepas sebaiknya diberi pelumas terlebih dahulu.
  4. Jepit blok rem dengan tang, putar cakram dengan tangan kemudian tarik.
  5. Bersihkan piston dengan kain dan minyak rem  kemudian didorong kembali ke dalam silinder.
  6. Lepas kanvas rem dan periksa kondisinya. Jika sudah terlalu tipis atau rusak maka seharusnya diganti.
  7. Buka kaliper dengan melepas  pipa dan setelah itu buka bautnya.
  8. Lepaskan pelindung. Keluarkan piston dengan hati – hati agar jangan sampai tergores.
  9. Periksa kondisi piston mungkin aus, tergores, berkarat, atau kotoran. Bersihkan dengan ampelas halus.
  10. Keluarkan ring sil dengna hati – hati agar alurnya tidak rusak. Ganti ring sil dengan yang baru.
  11. Periksa bagian dalam piston dari kemungkinan rusak, aus, atau berkarat. Sebelum dipasang, piston harus sudah dilumasi. Jangan memasang piston secara paksa. Jika cara memasangnya tepat maka piston akan masuk dengan mudah.
  12. Pasang pelindung dengan hati – hati pada alurnya. Setelah itu pasang ringnya kembali.
  13. Buang udara palsu yang ada pada saluran minyak rem agar rem bisa bekerja dengan baik.
Untuk membuang udara yang ada pada saluran rem cakram pada dasarnya sama dengan pada rem tromol. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada saluran minyak ke rem cakram terdapat klep satu arah yang berguna untuk menjaga agar bantalan rem cakram tidak terbalik terlalu jauh ketika pedal rem tidak ditekan. Pada saat membuang udara palsu dari sistem rem maka klep ini harus terbuka. Untuk itu bisa dilakukan dengan menahannya dengan alat yang sederhana asalkan dapat menjamin valve stem. Dengan cara ini klep tersebut akan tetap terbuka sekalipun pedal rem dilepas (tidak ditekan). Pembuangan udara palsu dilakukan dengan cara seperti pada rem tromol, yaitu dengan mengocok pedal rem dan mengendorkan baut pelepas udara (nipel) yang ada pada setiap silinder roda. apabila pada silinder master juga terdapat baut pelepas udara (nipel) , pembuangan udara yang terjebak pada silinder master juga dapat dilakukan lewat baut pelepas udara.

Bagian rem cakram:

Rem Cakram



  1. Baut pembuangan udara
  2. Piston
  3. Kaliper
  4. Pegas
  5. Sil
  6. Balok rem (kanvas rem)
  7. Cakram

Susunan rem cakram jenis kaliper luncur

Rem Cakram
  1. Klip
  2. Karet pelindung kotoran
  3. Baut pengantar
  4. Tabung pengantar
  5. Busing pengantar
  6. Batang pengantar
  7. Balok rem
  8. Rangka tetap
  9. Kaliper luncur
Rem Cakram

Read More

Kamis, 03 Oktober 2013

Booster Rem Vakum


Booster rem pada awalnya banyak digunakan pada rem cakram dan mobil – mobil berkecepatan tinggi. Pada perkembangannya booster rem juga digunakan pada mobil – mobil jenis lain. Fungsi booster rem adalah untuk memperingan penekanan pedal rem tanpa mengurangi gaya pengereman. Prinsip kerja booster rem vakum adalah perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh kevakuman dari intake manifold terhadap udara luar. Sebuah booster rem vakum terdiri atas silinder tenaga yang dilengkapi dengan diafragma yang mana kedua ujungnya dihubungkan ke intake manifold oleh sebuh slang. Pada saat pedal rem tidak diinjak tekanan kedua ruangan yang dipisahkan oleh diafragma tersebut sama sehingga booster rem belum bekerja. Booster rem mulai bekerja jika sudah ada perbedaan tekanan antara kedua ruangan tersebut, yaitu ketika pedal rem diinjak kurang lebih seperempatnya. Jika pedal rem diinjak akan mengakibatkan bagian belakang diafragma berhubungan dengan udara luar karena pengaturnya membuka.

Pemeriksaan dan perawatan:

Sebelum unit boster rem dibongkar, periksalah fungsi dari boster tersebut. Jika boster bekerja dengan baik maka boster rem tidak perlu dibongkar. Sebagai pemeriksaan awal lakukan hal – hal sebagai beriku:
  1. Tekan pedal rem.
  2. Hidupkan motor. Jika boster rem bekerja maka pedal rem akan turun sedikit (terasa ringan tekanannya).
  3. Matikan motor. Rasakan reaksi yang terjadi pada kaki. Jika ada gaya dorong kembali dari pedal rem maka hal itu mungkin karena ada kerusakan pada katup anti baliknya.
Jika pada pemeriksaan di atas boster tidak bekerja maka lakukan pemeriksaa lebih lanjut:
  1. Lepas unit booster rem vakum.
  2. Catoklah unit boster rem pada ragum dengan posisi saluran vakum di bawah. Hati – hati jangan sampai rumah boster rem rusak karena terlalu kuatnya tekanan ragum.
  3. Dengan menggunakan pembuka diafragma, bukalah penghubung bodi dengan memutarnya berlawanan arah dengan jarum jam.
  4. Bongkarlah bagian – bagian yang lain. Agar pemasangan kembali dapat dilakukan dengan mudah maka buatlah gambar sketnya.
  5. Bersihkan semua bagian yang telah dibongkar.
  6. Periksa boster piston, diafragma, dan katup udara dari keausan atau kerusakan lainnya.
  7. Jika ada bagian yang rusak, gantilah dengan yang baik.

Letak boster rem pada sistem rem hidrolik

 
Booster Rem Vakum


Komponen boster rem

Booster Rem Vakum
  1. Piston boster
  2. Per pembalik piston
  3. Bodi boster no.1
  4. Piring reaktif
  5. Batang piston
  6. Stopper klep
  7. Tabung check valve
  8. Klep vakum
  9. Tuas pengoperasi klep
  10. Penahan per katup udara
  11. Per katup udara
  12. Penahan per katup kontrol
  13. Per katup kontrol
  14. Katup pengontrol boster
  15. Katup udara bosterKatup udara boster
  16. Katup udara boster S/A
  17. Bodi boster no.2
  18. Penahan diafragma
  19. Difragma boster
  20. Karet penutup / pelindung
  21. Elemen pembersih udara
  22. Separator pembersih udara
  23. Seal bodi boster no.2
  24. Kt rem boster
Read More

Rem Tromol Hidrolik

Rem tromol hidrolik menggunakan minyak rem sebagai perantara untuk meneruskan tekanan dari pedal rem ke kanvas rem dalam tromol. Sifat cairan rem adalah meneruskan tekanan ke segala arah. Komponen rem tromol hidrolik terdiri atas tromol, kanvas, silinder roda, pipa minyak rem, silinder master, reservoir, dan pedal rem. Cara kerjanya sederhana. Apabila pedal gas diinjak dengan tekanan tertentu maka minyak rem akan meneruskan tekanan tersebut ke silinder roda yang selanjutnya piston silinder roda mengembang menekan kanvas rem. Tekanan kanvas rem tersebut mengenai dinding dalam dari tromol sehingga terjadilah pengereman. Pengereman bisa tidak bekerja dengan baik apabila kanvas rem tipis, permukaan kanvas rem atau permukaan dinding dalam tromol licin, minyak rem habis, silinder – silinder roda macet, atau slang – slang minyak rem kemasukan udara.
  1. Tromol rem. Tromol rem pada umumnya dibuat dari besi tuang. Pada waktu terjadinya pengereman suhu pada tromol rem antara 200 – 300 derajat celcius. Oleh karena itu tromol rem harus mudah menghantarikan panas. Permukaan dalam tromol harus rata sehingga jarak antara kanvas dengan tromol sama besar. Sedangkan untuk permukaan tromol yang tidak rata akan mengakibatkan getaran saat pengereman. Getaran ini akan diteruskan ke seluruh badan mobil. Sedangkan permukaan tromol yang licin , akan mengakibatkan pengereman tidak terjadi dengan baik. Jika salah satu saja tromol yang licin, maka pengereman di satu sisinya tersebut akan tidak baik, yang cenderung membuat kendaraan membuang ke satu arah saat dilakukan pengereman.
  2. Kanvas rem. Ketebalan kanvas rem harus sesuai dengan standar ketebalan yang telah ditentukan oleh pabrik pembuatan mobil tersebut. Jadi untuk masing – masing tipe mobil berbeda, sesuai dengan standar dari pabrikan mobil tersebut. Kanvas rem yang sudah kurang dari standarnya atau sudah tipis akan mengakibatkan pengereman tidak terjadi dengan baik. Dan bukan itu saja, ketebalan untuk kanvas rem harus sama pada seluruh sisi kanvas rem. Ketebalan yang tidak sama ini pun akan mengakibatkan pengereman tidak berlangsung dengan sempurna. Bila pengereman pada salah satu roda tidak terjadi dengan baik, maka kendaraan / mobil cenderung membanting ke satu sisi saat dilakukan pengereman.
  3. Silinder roda. silinder roda terdiri atas bodi dan piston. Bodi adalah tabung tempat piston roda melakukan gerakan maju mundur saat pengereman. Sedangkan piston roda menerima tekanan dari minyak rem untuk bergerak maju atau mengarah keluar dari bodi, dan menekan kanvas rem. Gerakan piston roda haruslah lancar di dalam bodi, sehingga pengereman dapat dilakukan dengan baik. Bila piston roda macet, hal ini membuat pengereman tidak dapat terjadi, sebab kanvas rem hanya diam, alias tidak membuka untuk menekan tromol rem.
  4. Pipa minyak rem. Pipa minyak rem adalah pipa saluran mengalirnya minyak rem dari master rem ke silinder roda. pipa minyak rem ini harus dapat dibengkokkan tanpa mengakibatkan patah, sehingga memudahkan untuk pemasangannya ke dalam unit instalasi rem. Pipa minyak rem dibuat dari bahan yang tahan terhadap karat , serta tahan terhadap reaksi kimia dari minyak rem.
  5. Silinder master. Komponen ini terletak atau dipasangkan pada  booster rem. Namun ada juga beberapa kendaraan yang tidak menggunakan booster rem. Sehingga untuk pemasangannya maka silinder master ini akan menerima gaya penekanan dari pedal rem secara langsung. Silinder  master inilah terdiri atas piston , pegas pengembali dan katup keluar. Silinder master inilah yang akan merubah gaya pedal rem menjadi gaya hidrolik pada minyak rem di instalasi pengereman.
  6. Reservoir. Reservoir adalah tangki penampungan minyak rem. Tangki ini dibuat dari wadah plastik, yang dipasangkan pada silinder master. Minyak rem ditampung di sini, dan untuk dialirkan ke pipa – pipa minyak rem. Pada tangki reservoir ini juga , anda dapat mengecek kebutuhan dari minyak rem tersebut. Terdapat garis sebagai indicator untuk menunjukkan cukup tidaknya jumlah minyak rem dalam instalasi pengereman. Jika kurang maka harus ditambahkan minyak rem, yaitu dengan membuka tutuk reservoir dan menuangkan tambahan minyak rem tersebut ke tangki reservoir.
  7. Pedal rem. Pedal rem adalah tuas di dalam ruang kemudi, yang terletak ditengah, di mana sebelah kiri adalah pedal kopling, dan paling kanan adalah pedal gas. Pedal rem inilah yang diinjak oleh pengemudi saat melakukan pengereman.

Pemeriksaan, penyetelan, dan perawatan

  1. Dongkraklah mobil
  2. Lepas roda – rodanya
  3. Keluarkan minyak rem dan tampung dalam bak plastik
  4. Lepas bagian – bagian berikut;
a.tromol
1.Untuk tromol rem dengan sistem pengikatan pada flens roda:
  • Beri tanda pada tromol dan flens roda sebelum dilepas.
  • Lepas tuas rem tangan
  • Bersihkan kotoran dan karet yang melekat sehingga tromol mudah dilepas.
  • Untuk memudahkan pelepasan, gunakan baut pada lubang – lubang pelepasan pada tromol, pukul dengan palu kayu pada sisi tromol sampai tromol mudah dilepas. Bisa juga tromol dipanaskan dengan las karbit secukupnya sampai tromol rem mengembang.
2.Untuk tromol rem dengan sistem pengikatan bantalan roda:
  • Lepas tutup naf dengan menggunakan pengungkit, obeng besar, kunci pas besar atau pahat.
  • Lepas pen kunci dengan tang
  • Keluarkan tutup pengunci
  • Lepas bantalan roda
  • Lepas tromol – tromol rem
3.Bersihkan seluruh kotoran yang menempel pada tromol rem.
4. Periksa kondisi tromol rem dari kemungkinan retak, atau bergelombang permukaan dalamnya. Jika bergelombang maka harus diratakan. Biasanya hal ini dilakukan dengan mesin bubut.

b.Kanvas
1.Lepas kanvas rem
2.Periksa permukaan dan ketebalan kanvas rem.
  • Permukaan kanvas yang mengkilat dan licin dikasarkan dengan ampelas karena nilai geseknya kurang.
  • Permukaan kanvas yang kotor atau kena minyak harus dibersihkan dan  dikeringkan.
  • Kanvas rem yang sudah tipis harus diganti
  • Kanvas rem yang retak harus diganti.
c.Silinder roda
1.Lepas karet tutup piston silinder roda
2.Keluarkan piston silinder roda
3.Bersihkan kotoran dan karat yang menempel pada piston silinder roda
4.Bersihkan kotoran dan karat yang menempel pada silinder roda.
5. Periksa karet tutup piston silinder roda. jika karetnya retak, maka harus diganti karena bila tidak diganti akan mengakibatkan kebocoran minyak rem.

d. Pipa minyak rem
  • Dalam keadaan terpasang, bersihkan seluruh permukaan pipa minyak rem dengan kain.
  • Periksa keadaan pipa minyak rem dari kemungkinan bocor atau terpuntir.
  • Periksa pada sambungan – sambungan pipa minyak rem. Pada tempat ini sering terjadi kebocoran.
e. Silinder master
1.Lepas silinder master dari dudukannya
2. Bongkar semua bagian dari silinder master.
  • Periksa piston silinder master, jika berkarat bersihkan dengan ampelas halus.
  • Periksa keadaan piston cupnya. Jika retak harus diganti dengan piston cup yang baik.
  • Periksa pegas pembalik piston silinder master. Pegas yang sudah lemah harus diganti.
  • Periksa keadaan katup keluarnya.
  • Periksa dan bersihkan saluran masuk dan lubang kompensasinya pada silinder master.
f.Reservoir
1.Lepas reservoir dari silinder master
2. Bersihkan dengan air
3. Periksa mungkin terdapat keretakan atau kebocoran. Jika retak atau bocor ganti dengan yang baru.
g. Pedal rem
  • Periksa mekanisme penggerak pedal rem. Beri pelumasan pada sambungan – sambungannya.
  • Periksa pegas pengembali pedal rem. Jika pegas sudah lemah ganti dengan yang baik.
    • Pasang semua komponen sistem rem hidrolik seperti semula
    • Isi tabung reservoir dengan minyak rem sampai penuh. Hati – hatilah jangan sampai minyak rem menetes pada beban mobil karena akan merusakan cat.
    • Keluarkan udara dari sistem rem hidrolik. Pekerjaan ini harus dilakukan dua orang.
  •  Siapkan slang plastik dan tabung kaca penampung minyak rem
  • Hubungkan slang plastik dengan baut pelepas udara dan ujung lainnya dimasukkan ke dalam tabung. Perhatikan bahwa tabung harus diisi dengan minyak rem dan slang terendam dalam minyak tersebut. Mulailah dari baut pelepas udara yagn pipa minyak remnya paling panjang.
  • Kocok pedal rem berkali – kali kemudian tahan pada posisi pengereman (pedal rem ditekan).
  • Pada posisi ini baut pelepas udara dikendorkan sampai minyak rem keluar lewat selang.
  • Keraskan baut pelepas udara dan ulangi lagi pekerjaan tersebut sampai tida ada gelembung udar yang keluar lewat selang.
  • Lakukan untuk semua lubang pelepas udara yang ada pada sistem rem tersebut. Perlu diperhatikan bahwa selama pembuangan udara dilakukan maka tabung reservoir harus selalu penuh dengan minyak rem.
    • Pasang roda
    • Setel kanvas rem
    • Setel ketinggian pedal rem sesuai dengan ketentuan pada buku pedoman servis untuk mobil tersebut.
    • Turunkan mobil dari dongkrak
    • Lakukan pengetesan fungsi rem dengan menjalankan mobil. Jika pengereman kurang berfungsi maka lakukan penyetelan lagi. Jika pengereman mengakibatkan mobil membanting( cenderung berbelok ke satu sisi) berarti penyetelan kanvas rem tida sama. Ulangi lagi penyetelan rem tersebut.

Catatan:

Minyak rem yang bercampur dengan air harus dikuras dan diganti karena campuran air tersebut menurunkan titik didih minyak sehingga akan lebih mudah terjadi gelembung – gelembung udara. Ini berarti minyak rem yang sudah cukup lama dipakai harus diganti karena mungkin sudah bercampur dengan air.

Bagian – bagian utama sistem rem hidrolik


Keterangan:
  1. Pedal rem
  2. Booster rem
  3. Silinder master
  4. Tabung minyak rem (tangki minyak rem)
  5. Silinder roda
  6. Rem cakram
  7. Pipa minyak rem untuk roda – roda belakang
  8. Pipa minyak rem untuk roda – roda depan

Read More

Selasa, 01 Oktober 2013

Kemudi

Kemudi berfungsi untuk membelokkan roda – roda depan mobil sehingga arah jalan mobil sesuai dengan yang diinginkan pengemudi. Karena kemudi selalu digunakan maka kemudi harus dapat dicapai dengan mudah tanpa mengakibatkan kelelahan. Untuk itu kemudi harus ringan di dalam menggerakkannya. Agar kemudi ringan untuk digerakkan maka perubahan dari arah gerak kemudi  ke roda – roda depan diubah  oleh roda kemudi.

Ada bermacam – macam konstruksi roda gigi kemudi, yaitu:


  1. Model rack dan pinion
  2. Model peluru
  3. Model screw dan nut
  4. Model screw pin
  5. Model worm dan sector

Pada roda gigi kemudi, gerak putar dari roda kemudi yang diteruskan ke batang kemudi diubah menjadi gerak memanjang atau gerak lurus. Gerak lurus tersebut diteruskan ke roda – roda depan melalui sambungan – sambungan kemudi. Sambungan kemudi ada dua macam yaitu;

  • Model aksel rigid. Model aksel rigid terdiir atas lengan pit man, tuas penyambung, dan lengan knuckle. 
  • Model suspensi bebas. Model suspensi bebas terdiri atas lengan knuckle, tuas penyambung, tabung penyetel, lengan idler, dan lengan pitman.

Pemeriksaan, penyetelan, dan perawatan


  1. Dongkrak bagian depan mobil dan pasang penyangga di bagian yang aman. Ganjal roda – roda belakang.
  2. Periksa pemasangan pen pengunci pada joint, pengerasan klem tuas penyambung (tie rod), dan batang lainnya pada sambungan kemudi. 
  3. Karet penutup pada gigi kemudi jenis rack dan pinion jika rusak harus segera diganti untuk mencegah masuknya air dan kotoran yang dapat merusak gigi kemudi.
  4. Beri pelumasan pada sambungan – sambungan kemudi yang dilengkapi dengan nipel sesuai dengan ketentuan pada buku pedoman servisnya. Nipel yang tersumbat harus diganti. 
  5. Buka baut pada lubang pengisi pelumas.
  6. Periksa batas permukaannya dengan batang pengukur. Jika terlalu rendah tambahlah dengan pelumas khusus untuk transmisi. Jika permukaan pelumas terlalu tinggi maka kurangilah dengan menggunakan karet penghisap.
  7. Periksa kebebasan kemudi dengan menggerakkan roda kemudi ke kiri dan ke kanan. Perhatikan saat lengan pitman mulai bergerak.
  8. Setel dengan obeng baut penyetelnya sesuai dengan yang dikehendaki. Penyetelan dilakukan pada posisi roda depan lurus.
  9. Setel posisi roda kemudi. Posisi roda kemudi yang tepat sesuai dengan tanda – tanda yang ada dan roda berada pada posisi lurus depan. Jika tidak, lepas roda kemudi dan pasang kembali dengan  menempatkan alur – alur yang ada pada lubang roda kemudi.
  10. Lepas poros utama (batang kemudi). Periksa hal – hal berikut;
    1. Keadaan poros utama. Mungkin bengkok
    2. Kolom utama batang kemudi dari kemungkinan bengkok.
    3. Pelumasan yang diperlukan pada bagian poros utama dan kolom batang kemudi.
Kemudi

Kemudi

Kemudi


Penguat kemudi

Untuk memperingan pengemudi dalma memutar roda kemudi sekarang ini banyak sekali mobil- mobil yang dilengkapi dengan penguat kemudi atau power steering. Penguat kemudi ada bermacam – macam, antara lain sistem hidrolik dan sistem elektronik. Penguat kemudi sistem hidrolik terdiri atas sebuah pompa minyak, beberapa  saluran minyak dan tabung penampung minyak. Di samping memperingan pengemudi, penguat kemudi tersebut menambahakan kenyamanan pengemudi karena kejutan – kejutan jalan, ketidakstabilan, getaran, dan gangguan lainnya tidka akan sampai ke tangan pengemudi. Kekurangan dari penguat kemudi sistem hidrolik ini adalah apabila motor tidak dihidupkan maka penguat kemudi tidak bekerja. Pada penguat kemudi sistem elektronik hal ini tidak terjadi karena penguat kemudi tidak terpengaruh oleh kerja motor. Penguat kemudi sistem elektronik tidak memanfaatkan tenaga motor menggerakkan komponennya. Oleh karena itu penguat kemudi sistem  elektronik tidak mengurangi daya motor sehingga juga akan menghemat pemakaian bahan bakar. Keuntungan lain dari penguat kemudi siste elektronik adalah perawatannya lebih mudah karena tidak terjadi kebocoran minyak dan tidak memerlukan tali sabuk seperti pada penguat kemudi sistem hidrolik.

Pemeriksaan dan perawatan penguat kemudi hidrolik;


  1. Hidupkan motor dan kemudian putar roda kemudi ke kiri dan ke kanan beberapa kali. Matikan motor dan periksa ketinggian minyak penguat kemudi. Kalau ketinggiannya berkurang maka tambahkan minyak sampai batas maksimumnya.
  2. Bersihkan semua rembesan saluran minyaknya dan periksalah apakah ada tetesan atau rembesan minyak dari saluran – saluran minyak, sambungan dan tabung penampung minyak.
  3. Hidupkan lagi motor, putar roda kemudi ke kanan dan ke kiri kemudian matikan motor.
  4. Periksa sekali lagi apakah terdapat kebocoran pada saluran dan tabung penampung minyak. Bila terdapat kebocoran maka segera perbaiki atau ganti komponennya dengan yang baru.
  5. Periksa apakah ada gelembung – gelembung udara pada tabung penampung minyak. Jika ada gelumbung – gelumbung udara pada tabung penampung maka akan mengganggu kerja sistem penguat kemudi.
  6. Untuk membuang udara yang terjebak di dalam sistem penguat kemudi lakukan cara berikut.
    1. Dongkrak bagian depan mobil dan kemudian pasang penyangga di bagian yang aman.
    2. Putar roda kemudi sampai habil ke kanan dan ke kiri.
    3. Apabila minyak di dalam tabung penampung berkurang maka tambahkan minyak sampai batas maksimum.
    4. Kerjakan secara berulang – ulang sampai gelembung – gelembung udara pada sistem penguat kemudi hilang.
    5. Turunkan mobil dari penyangga / dongkrak pelan – pelan. Jika berkurang, tambahlah secukupnya.
  7. Periksa kondisi tali penggerak pompa. Tali yang retak atau aus sekali harus diganti. Jika tali penggerak pompa penguat kemudi kendor, setel lagi kekencangannya. 


Read More