Kamis, 06 Juni 2013

Pemeriksaan, Penyetelan, Perawatan Kopling Manual

Kopling manual ( kopling tidak otomatis) pada sepeda motor tidak sama dengan kopling pada mobil. Kopling sepeda motor adalah kopling basah di mana plat - plat kopling direndam oleh oli. Jumlah plat kopling sepeda motor lebih banyak daripada plat kopling mobil. Plat kopling mobil hanya satu sedangkan plat kopling sepeda motor kurang lebih berjumlah empat buah.

Fungsi kopling pada sepeda motor sama dengan fungsi kopling pada mobil yaitu untuk menghubungkan dan memutuskan putaran poros engkol ke roda gigi transmisi. Jika terjadi gangguan pada kopling  maka perpindahan putaran dari poros engkol ke roda gigi transmisi tidak berlangsung dengan baik. Gangguan pada kopling sepeda motor tersebut antara lain karena pegas - pegas kopling lemah, plat gesek aus dan kampas kopling aus.

Pegas kopling yang sudah lemah harus diganti karena pegas kopling yang lemah kurang kuat penekanannya sehingga kopling menjadi meleset ( selip ). Akibatnya, perpindahan putarannya tidak sempurna. Hal ini hampir sama dengan kampas atau plat kopling yang aus. Untuk mengetahui kekuatan pegas kopling, ada alat khusus untuk mengukurnya. Sedangkan untuk mengetahui keausan kampas dan plat koplingnya diukur ketebalannya, yaitu dengan mistar geser. Hasil pengukuran dibandingkan dengan ketebalan standar. Jika kampas kopling dan plat kopling sudah aus sekali maka harus diganti dengan yang baru.

Pemeriksaan, Penyetelan, Perawatan Kopling ManualBagian - bagian utama kopling:
  1. Rumah kopling 
  2. Plat kopling
  3. Plat gesek 

 Pemeriksaan, penyetelan dan perawatan:
  • Lepas unit kopling dari tempatnya.
  • Bongkar unit kopling dengan teliti dan hati - hati. Pisahkan bagian - bagian kopling dengan teliti dan jangan taruh berserakan agar tidak menyulitkan pemasangannya kembali.
  • Periksa bagian - bagian berikut:
    • Dog pada rumah kopling, jikat retak atau aus harus diganti.
    • Permukaan luar rumah kopling jika rusak , luka, atau aus harus diganti.
    • Plat gesek, jika aus atau rusak harus diganti satu set.
    • Plat kopligng: jika rusak atau ada salah satu plat kopling yang tidak rata, ganti semua plat kopling ( satu set)
    • Pegas kopling; jika panjang bebas pegas kopling di luar ketentuan seharusnya ( standar) , ganti pegas kopling satu set.Pemeriksaan, Penyetelan, Perawatan Kopling Manual
    • Batang penekan : jika bengkok , ganti dengan yang baru.
    • Sepatu kopling: jika retak atau rusak, ganti satu rangkain sepatu kopling. Jika ketebalan sepatu kopling sudh tidak memenuhi syarat, sepatu kopling harus diganti.
    • Pegas sepatu kopling : jika lemah atau rusak harus diganti.
  • Rakit kembali bagian - bagian yang telah dibongkar dengan teliti dan hati - hati. Perhatikan jangan sampai ada komponen yang tertukar, terbalik atau tertinggal.
Penyetelan kopling:
Kopling otomatis
  1. Longgarkan mur pengunci
  2. Putar baut penyetel searah jarum jam 1 - 2 putaran. Kemudian putar kembali baut penyetel ke arah sebaliknya sampai terasa berat.
  3. Setelah itu putar kembali baut penyetel searah jarum jam 1/8 - 1/4 putaran.
  4. Keraskan mur pengunci sementara baut penyetel ditahan.
  Kopling manual
  1. Longgarkan mur pengikat atas dekat handel koplingPemeriksaan, Penyetelan, Perawatan Kopling Manual
  2. Putar mur penyetel atas untuk mendapatkan kebebasan handel kopling 1 - 2 cm.
  3. Longgarkan mur pengikat bawah.
  4. Putar mur penyetel bawah untuk mengatur penyetelan kopling hingga sempurna.
 
Read More

Rabu, 05 Juni 2013

Roda Gigi Transmisi

Kecepatan sepeda motor dipengaruhi oleh posisi roda gigi transmisinya. Pada posisi roda gigi transmisi
netral sepeda motor berhenti, pada posisi gigi pertama kecepatan sepeda motor rendah, pada posisi transmisi maksimum kecepatan sepeda motor maksimum. Gigi transmisi sepeda motor umumnya sampat empat tingkat kecepatan tetapi ada beberapa sepeda motor yang mempunyai lima tingkat kecepatan. Pengoperasian roda gigi transmisi harus sesuai dengan beban dan kecepatan sepeda motor. Pada jalan yang naik sebaiknya posisi gigi transmisi tidak maksimum agar tenaga sepeda motor cukup besar. Demikian pula pada saat turun sebaiknya posisi roda gigi transmisi tidak maksimum untuk memperoleh efek pengereman. 

Posisi transmisi pada kecepatan rendah sebaiknya juga tidak maksimum agar sepeda motor tidak mati jika tiba - tiba dipercepat jalannya. Penempatan roda gigi transmisi yang tidak tepat akan mempercepat kerusakan roda gigi - giginya. Gigi cepat aus dan retak.

Pemeriksaan dan perawatan:
  1. Taruh sepeda motor pada penyangga tengah. Periksa ketinggian oli transmisi dengan mencabut batang pengukurnya. Permukaan oli transmisi harus ada di antara garis batas min dan max. Jika jumlah oli transmisi kurang, tambahkan secukupnya dengan jenis oli yang sama. 
  2. Periksa kualitas oli mesin. Oli yang sudah kotor dan terlalu encer berarti kualitasnya telah menurun. Dalam hal ini oli transmisi harus diganti.
  3. Hidupkan sepeda motor beberapa saat lamanya sampai motor panas. Setelah itu matikan motor dan buka bau pembuang oli. Hati - hatilah pada waktu membuka baut tersebut karena oli yang keluar cukup panas. Jangan lupa taruh panci di bawahnya agar oli tidak melimpah ke lantai. Bersihkan bagian dalam bak oli dengan udara semprot dan solar berulang - ulang kemudian keringkan dengan udara semprot sebagai langkah pembersihan akhir. Setelah itu pasang baut pembuang dan isi bak transmisi dengan oli yang baru secukupnya, 
  4. Apabila terdapat ganguan kerusakan pada transmisi sebaiknya diserahkan ke bengkel servisnya karena transmisi merupakan bagian yang rumit dan butuh keahlian serta pengalaman untuk melayaninya.
Bagian - bagian transmisi:
    Roda Gigi Transmisi
  1. Bak transmisi
  2.  Poros transmisi
  3. Roda gigi transmisi
Read More

Pemeriksaan, Penyetelan, Perawatan Rem Cakram Sepeda Motor



Pemeriksaan, Penyetelan, Perawatan Rem Cakram Sepeda Motor
Rem depan sepeda motor sebagian adalah rem cakram. Rem cakram yang digunakan pada sepeda motor dibedakan menjadi dua yaitu rem cakram mekanik dan rem cakram hidrolik. Rem cakram hidrolik sepeda motor pada dasarnya sama dengan rem cakram yang digunakan pada mobil. Pada rem cakram hidrolik, pengereman terjadi karena adanya tekanan cairan rem terhadap kampas rem sehingga piringan ( cakram) dijepit oleh kampas rem. Akibat jepitan tersebut cakram yang berputar menjadi terhambat. Akibat selanjutnya adalah putaran roda menjadi terhambat, kecepatan sepeda motor berkurang atau sepeda motor menjadi berhenti.

Rem cakram jenis yang lain adalah rem cakram mekanik. Rem cakram mekanik digerakkan dengan perantaraan kawat rem. Bergeraknya kampas rem karena ditekan oleh tuas rem yang mana tuas rem ini akan bergerak jika handel rem ditarik. Rem cakram mekanik konstruksinya lebih sederhana sehingga perawatannya juga lebih mudah. Pada rem cakram mekanik, gangguan seperti cairan rem yang bercampur dengan udara pada salurannya seperti pada rem cakram hidrolik tidak ada sehingga tidak perlu dilakukan pembuangan udara setelah rem cakram dibongkar.

Pemeriksaan, penyetelan dan perawatan rem cakram sepeda motor:
Rem cakram hidrolik
  • Lepas unit rem cakram dan bongkar bagian - bagiannya. Perhatikan dengan teliti urutan bagian - bagian tersebut agar pada pemasangannya lagi tidak mengalami kesulitan. Bersihkan tiap - tiap komponennya. Jangan gunakan bensin atau solar untuk mencuci komponen - komponen rem cakram karena dapat merusak komponen tersebut.
  • Ukur diameter silinder dan bandingkan dengan diameter seharusnya. Diameter yang lebih besar berarti bahwa silinder tersebut sudah terlalu aus dan haru diganti. Silinder yang sudah aus menyebabkan kebocoran minyak rem.
  • Ukur diameter piston rem. Jika diameter lebih kecil di luar batas yang diijinkan berarti piston sudah terlalu aus dan harus diganti.
  • Periksa keadaan sil piston, piston boot, pads dan bodi kalipernya. Kerusakan pada komponen tersebut harus segera diganti. Periksa juga keadaan selang minyak remnya. Selang yang retak sehingga menyebabkan kebocoran minyak rem harus diganti. Periksa apakah selang tersebut tidak tersumbat. Untuk itu tiup dengan udara, semprot pada lubang salurannya agar kotoran terbuang keluar.
  • Bongkar silinder master pada tangkai kemudi dan cuci bagian - bagian yang telah dibongkar dengan minyak rem yang bersih. Jangan mencuci komponen dengan bensin atau bahan bakar lain karena komponen terbuat dari karet akan cepat rusak.
  • Ukur diameter silinder sebelah dalam dan diameter piston dengan teliti. Bandingkan hasil pengukuran dengan diameter standar. Jika diameter hasil pengukuran di luar ketentuan berarti komponen tersebut harus diganti.
  • Periksa kebocoran - kebocoran minyak rem antara tabung plastik dan silinder master. Jika tidak terjadi kebocoran berarti bagian tersebut dalam keadaan baik. Rakit kembali komponen - komponen silinder master dengan teliti dan perhatikan hal - hal berikut:
    • Pemasangan primary cup jangan terbalik
    • Ganti pen pasak tuas rem dengan yang baru dan keraskan agar masuk ke tempatnya.
  • Periksa ketebalan piringan rem. Bandingkan dengan ukuran standar. Jika tebal piringan di luar ketentuan maka piringan harus diganti. Bersihkan permukaan piringan dari kotoran. Pasir yang menempel menyebabkan piringan cepat tergores. Oli yang melekat menyebabkan pengereman selip. Oleh karena itu bersihkan oli dengan alkohol dan keringkan dengan kain. Periks kekerasan baut -baut piringan rem. Sesuaikan kekerasan baut tersebut dengan anjuran pabrik.
  • Buang / keluarkan udara yang ada pada sistem rem hidrolik dengan cara sebagai berikut:
    • Pemeriksaan, Penyetelan, Perawatan Rem Cakram Sepeda Motor
    • Pasang selang pada katup pembuangan udara, ujung selang yang sebelah direndam dalam minyak rem pada tabung.
    • Tarik dan lepas berulang kali handel rem pada tangkai kemudi.
    • Tahan handel rem pada posisi pengereman ( tarik) dan kendorkan baut pelepas udara. Mintalah bantuan orang lain untuk mengendorkan baut pelepasan udara tersebut.
    • Keraskan lagi baut pelepas udara. Handel rem ditarik dan dilepas berulang - ulang. Kemudian tahan handel rem pada posisi pengereman ( tarik ) dan kendorkan baut pelepas udara.
    • Lakukan pekerjaan tersebut berulang - ulang hingga minyak rem yang keluar lewat slang tidak mengandung gelembung udara.Sementara itu jika minyak rem habis maka tambahkan minyak rem secukupnya. 
 
    Read More

    Selasa, 04 Juni 2013

    Perawatan dan Pemeriksaan Rem Tromol Mekanik

    Rem tromol sepeda motor umumnya  adalah rem tromol mekanik. Hampir semua sepeda motor menggunakan rem tromol mekanik untuk mengerem roda belakangnya. Sedangkan pengereman untuk roda depan sebagian sepeda motor menggunakan rem cakram. Rem tromol mekanik bekerja dengan perantaraan kawat rem yang dihbungkan ke handel rem di stang kemudi. Jika handel rem ditarik maka kampas rem akan mengembang sehingga bersinggungan dengan tromol bagian dalam. Pada saat mengembang sehingga bersinggungan dengan tromol bagian dalam tersebut. Akibatnya akan terjadi perlambatan laju sepeda motor. Semakin kuat gesekannya akan semakin besar perlambatannya sehingga sepeda motor berhenti.

    Baik dan tidaknya kerja rem sangat dipengaruhi oleh kuat dan tidaknya gesekan yang terjadi antara kampas rem dengan tromolnya. Kuat dan tidak gesekan tersebut sangat dipengaruhi oleh kekasaran kampas rem dan tromolnya, ketebalan kampas rem, kerataan permukaan dalam tromol serta besarnya penekanan kampas terhadap tromolnya. Permukaan kampas dan tromol rem yang licin karena minyak atau air perlu dibersihkan kemudian diamril. Permukaan dalam tromol rem yang tidak rata harus diratakan dengan cara dibubut.

    Kawat rem juga mempengaruhi kerja rem tromol mekanik. Kawat yang molor akan mempengaruhi celah antara kampas  dan tromol rem sehingga rem perlu disetel lagi. Penyetelan rem ada pada bagian bawah dekat dengan tromol dan bagian atas pada handel rem. Keduanya harus disetel dengan baik. Pada beberapa sepeda motor tertentu ada tanda pada tuas dekat penyetel rem tromol untuk mengetahui ketebalan kampas remnya. Jika tanda sudah menunjukkan pada batas akhir ketebalan kampas rem maka kampas rem harus diganti.

    Pemeriksaan. penyetelan dan perawatan rem tromol mekanik sepeda motor:
    1. Lepas roda belakang dan bongkar unit rem tromol.
    2. Periksa permukaan kampas rem. Permukaan yang licin harus digosokk dengan amril kasar. Setelah diamril bersihkan serbuknya dengan sikat halus. Ukur ketebalan kampas rem. Jika ketebalan kampas rem sudah di luar ketentuan maka kampas rem harus diganti. Penggantian kampas rem harus satu set. 
      Perawatan dan Pemeriksaan Rem Tromol Mekanik

      Perawatan dan Pemeriksaan Rem Tromol Mekanik
    3. Periksa pemukaan dalam tromol rem. Jika terdapat oli,keringkan dengan kain. Setelah itu gosoklah tromol rem bagian dalam dengan amril. Tujuan penggosokkan permukaan dalam tromol tersebut adalah agar pengereman terjadi dengan sebaik - baiknya. Ukur pula diameter tromol bagian dalam. Diameter dalam yang di luar ketentuan, tromolnya harus diganti. Jika diameter dalam tromol tidak sam berarti sudah oval. Hal ini akan mengakibatkan pengereman tidak baik ( bergetar). Untuk memperbaikinya, tromol harus dibubut. 
    4. Periksa keadaan pegas pengembalinya. Pegas yang telah lemah, patah, atau macet harus diganti dengan yang baik.
    5. Rakit kembali komponen - komponen yang telah dibongkar dan lakukan penyetelan pada kawat rem tromol untuk menyetel kedalaman pengeremannya.
    Read More

    Senin, 03 Juni 2013

    Rantai Penggerak Roda

    Rantai penggerak roda berfungsi untuk meneruskan putaran roda gigi depan ke roda gigi belakang sehingga roda belakang berputar. Karena fungsinya untuk meneruskan putaran tersebut maka rantai harus cukup kuat tetapi juga harus fleksibel. Rantai dibuat dari bahan yang tidak mudah aus untuk mengurangi frekuensi penggantian rantai. Di samping itu rantai terdiri atas sambungan - sambungan yang memungkinkan rantai dapat melingkar dengan baik pada roda gigi depan dan roda gigi belakang.

    Untuk mencegah keausan rantai maka perlu secara berkala dilumasi dan disetel ketegangannya dengan tepat. Rantai yang kering mengakibatkan rantai menjadi cepat aus, panas, serta mudah berkarat. Rantai yang kering juga menimbulkan bunyi yang tidak enak ( berisik). Demikian pula dengan rantai yang terlalu tegang. Rantai yang terlalu tegang mengakibatkan rantai cepat putus dan pada kecepatan rendah sepeda motor seperti tersendat. Rantai yang terlalu kendor mengakibatkan bunyi berisik dan mudah lepas. Pada jalan yang menanjak, sepeda motor yang rantainya kendor sulit dikendarai karena rantai akan meloncat dari gigi - gigi roda giginya.

    Pemeriksaan, penyetelan dan perawatan rantai sepeda motor :

    • Taruhlah sepeda motor pada penyangga tengah sehingga roda belakang tidak menyentuh tanah. 
    • Putar roda belakang pelan - pelan dan perhatikan dengan teliti keadaan rantai. Jika rantai dan roda gigi masih baik, beri pelumas secukupnya. Jika keadaan rantai aus dan kering sekali, lepas rantai dari roda giginya.
    • Bersihkan rantai dengan sikat kawat yang halus. Setelah itu beri pelumas secukupnya. 
    • Pasang rantai. Perhatikan posisi klip sambungan. Ujung yang terbuka berada pada sisi belakang dari arah tarikan rantai.
    • Setel tegangan rantai dengan cara sebagai berikut;
      • Ukur lendutan rantai dan bandingkan dengan ketentuan pada buku petunjuk servisnya.
      • Jika lendutan rantai lebih besar dari ketentuan berarti rantai terlalu kendor. Jika lendutan lebih kecil dari ketentuan berarti terlalu tegang.
      • Setel rantai dengan memutar mur penyetel sesuai dengan keperluan. Perhatikan garis - garis tanda penyetel pada kerangka sepeda motor yang berfungsi untuk menentukan penyetelannya. Penyetel harus ada pada tanda garis yang sama untuk sebelah kiri dan sebelah kanan.
    Read More

    Keseimbangan Roda dan Ban Sepeda Motor

    Keseimbangan roda sepeda motor sangat mempengaruhi kenyamanan penumpannya. Roda - roda yang tidak seimbang akan menimbulkan getaran pada badan kendaraan. Roda dikatakan seimbang apabila roda dapat berhenti pada semua posisi sewaktu diputar pada poros yang bebas tanpa hambatan. / gesekan yang berarti. Roda menjadi tidak seimbang karena sebab - sebab tertentu seperti keausan yang tidak merata, ban dalam terlipat, atau salah satu jari - jari roda tidak terpasang.

    Untuk menyeimbangkan roda tidak terlalu sulit karena pada dasarnya jika semua bagian roda tersebut beratnya sama maka roda akan seimbang. Jika bagian tertentu beratnya tidak sama maka roda menjadi tidak seimbang. Untuk itu beri bobot dengan berat tertentu pada bagian yang tidak menyebabkan ketidak - seimbangan tersebut.

    Pemeriksaan, penyetelan dan perawatan roda sepeda motor:

    1. Periksa keadaan ban. Permukaan ban yang sudah aus sekali atau rusak harus diganti. Untuk memastikan keausan permukaan ban, periksa dengan teliti kedalaman alur pada telapak ban. 
    2. Ukur tekanan ban depan dan ban belakang. Besarnya tekanan ban depan dan ban belakang tidak sama. Umumnya besar tekanan ban depan lebih rendah daripada ban belakang. Jangan memberi tekanan pada ban berlebihan, sesuaikan dengan beban dan ketentuan seharusnya.
      Ukur tekanan ban

      Ukur tekanan ban




    3. Jalankan sepeda motor lurus ke dapan tanpa menghidupkannya. Periksa apakah jejak roda belakang segaris dengan jejak roda depan. Jika tidak segaris, periksalah dengan teliti karena mungkin disebabkan oleh kerangka sepeda motornya atau pemasangan roda - roda yang tidak baik. Jika penyebabnya adalah pemasangan roda - roda yang tidak baik, lepas roda depan dan roda belakang kemudian pasang kembali dengan benar. Perhatikan jumlah dan tebal ringnya.
    4. Periksa pelek, jari -jari roda, dan poros roda. Pelek yang retak atau kropos harus segera diganti. Untuk memeriksa ketegangan jari - jari roda, pukul jari - jari roda dengan benda yang tidak terlalu berat. Jari - jari roda yang tidak berbunyi waktu dipukul mungkin disebabkan oleh kekendoran jari - jari tersebut.Periksa pelek, jari -jari roda
    5. Periksa keseimbangan roda dengan cara memutar roda pada poros yang bebas. Jika bagian tertentu dari roda tersebut selalu berada di bagian bawah berarti roda tidak seimbang. Pasang bobot dengan timah pada bagian yang berlawanan. Putar roda berulang kali sampai diperoleh keseimbangan yang baik. Keseimbangan roda adalah baik bila roda dapat berhenti pada sembarang posisi setelah diputar. Untuk menjamin keseimbangan roda, perhatikan pemasangan ban dalamnya. Ban dalam yang terlipat akan menyebabkan ketidak seimbangan roda. Pemasangan ban luar juga perlu diperhatikan. Pada bagian tertentu dari ban luar harus dipasang pada arah bagian yang berlawanan dengan katup udara untuk menjaga keseimbangan. Periksa keseimbangan roda
    6. Periksa bearing roda depan dan bearing roda belakang. Bearing yang menimbulkan suara atau putaran yang kasar harus diganti.
    Read More

    Sabtu, 01 Juni 2013

    Pemeriksaan Sok Breker Sepeda Motor

    Getaran pada sepeda motor yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak rata perlu diredam untuk mengurangi kejutan - kejutan akibat gerak pegas. Komponen yang berguna sebagai peredam kejut tersebut adalah sok breker. Oleh sok breker gerak ayun naik turun badan sepeda motor diperlambat sehingga menjadi lembut dan tidak mengejut. Itulah sebabnya sok breker disebut juga sebagai peredam kejut.

    Sok breker terdiri atas sebuah tabung yang berisi oli. Di dalam tabung tersebut terdapat sebuah katup yang berfungsi untuk mengatur aliran oli. Perlambatan gerak ayun badan sepeda motor terjadi karena aliran oli di dalam tabung sok breker terhambat oleh katup yang sempit. Jika jumlah oli di dalam tabung kurang maka kerja sok breker menjadi tidak baik. Dalam hal ini sok breker tidak bisa meredam kejutan. Apabila kerja sok breker sudah tidak baik maka sebaiknya sok breker tersebut diganti. Penggantian sok breker dianjurkan sepasang sekaligus meskipun sok breker yang satunya tidak rusak. Hal ini dimaksudkan untuk menyamakan tekanan sehingga sepeda motor tetap seimbang, tidak seperti berat sebelah / miring. Untuk menentukan apakah sok breker bekerja baik atau tidak bukanlah hal yang sulit. Biasanya sepeda motor yang sok brekernya sudah rusak menjadi tidak enak dikendarai.

    Kerusakan sok breker umumnya disebabkan kebocoran oli. Hal ii bisa dilihat pada tabung sok breker selalu basah oleh rembesan oli maka hal itu berarti sok breker telah bocor. Sok breker harus diganti jika sudah tidak baik kerjanya.

    Bagian - bagian garpu depan:
    1. Karet tutup
    2. Pegas stopper
    3. tutup dalam
    4. O - ring
    5. Pegas garpu
    6. Pegas
    7. Damper
    8. Tabung garpu dalam 
    9. Pengunci oli
    10. Sil debu
    11. Klip
    12. Sil oli
    13. Plat
    14. Metal 
    15. Tabung garpu lurus
    16. Baut penguras
    17. Baut damper

    Bagian - bagian sok breker belakang dan lengan ayun:
    1. Tutup rantai 
    2. Peredam kejut
    3. Lengan ayun
    4. Tutup dorong
    5. Bantalan
    6. Collar
    7. Sil oli
    8. Nipel

    Pemeriksaan dan perawatan sok breker sepeda motor:
    1. Jika selama sepeda motor dikendarai dan kadang sepeda motor oleng ke salah satu sisi tanpa sebab yang jelas maka ada kemungkinan salah satu dari sok brekernya sudah rusak. Periksalah keadaan sok brekernya. Jika terdapat rembesan oli pada tabungnya maka hal itu berarti bahwa sok breker bocor sehingga tekanannya tidak sama. Kedua sok breker harus diganti.
    2. Jika selama sepeda motor dikendarai pemegasannya terasa tidak nyaman tetapi tekanan ban normal , tidak terlalu keras, mungkin disebabkan oleh sok brekernya yang tidak bekerja. Periksa semua sok brekernya. Jika salah satu sok breker rusak, ganti keduanya. Untuk pemeriksaan sok breker, tekanlah sepeda motor tersebut ke bawah dan kemudian lepaskan tekanan tersebut secara mendadak. Jika sepeda motor melenting dengan cepat bagian badannya dan berayun - ayun maka kemungkinan besar sok brekernya sudah tidak bekerja. Sok breker sepeda motor tersebut harus diganti.
    3. Periksa keadaan pegas suspensinya. Ukur panjang pegas dalam keadaan terlepas. Jika panjang pegas melebihi ketentuan, pegas harus diganti.
     
    Read More