Tampilkan postingan dengan label Sistem Pengapian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Pengapian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2013

Pemeriksaan Distributor di Mobil

Distributor digunakan pada system pengapian konvensional. Distributor ini berguna untuk membagi listrik ke busi. Di distributor inilah terdapat platina, yang fungsinya untuk memutus dan menyambung arus listrik dari koil ke massa. Dengan kerja platina itulah maka terjadi induksi atau penaikkan tegangan di koil. Kerja distributor sangat vital pada sisem pengapian, maka diperlukanlah pengecekan atau pemeriksaan pada komponen yang satu ini, sehingga kerja pengapian di busi dapat berjalan dengan baik. Langkah pemeriksaan distributor memerlukan peralatan fuller gauge dan alat vakum. Kedua alat ini yang akan digunakan untuk memeriksa kondisi distributor.

Pemeriksaan distributor:

  1. Lepas tutup distributor beserta dengan kabel tegangan tinggi.
  2. Ukur celah antara cam dan rubbing block dengan fuller gauge. Jika celah 0,4 – 0,5 mm artinya celah tersebut baik. Tapi bila kurang atau lebih dari celah tersebut di atas, maka lakukanlah penyetelan.

     Pemeriksaan distributor




  3. Ukur celah antara cam dan pegas peredam. Celah antara cam dan pegas redam harus di antara kisaran 0,05 – 0,45 mm. Jika hasil pengukuran dengan fuller gauge tersebut menunjukkan lebih atau kurang dari ketentuan, maka perlu dilakukan penyetelan.Pemeriksaan distributor
  4. Pemeriksaan vakum advancer. Lepas selang dari vakum advancer yang ke mesin. Lalu pasangkan alat vakum ke saluran A atau B pada vakum advancer tersebut. Jika vakum advancer bergerak maka vakum advancer baik. Tapi bila tidak bergerak, maka vakum advancer sudah rusak dan harus diganti.Pemeriksaan distributor
  5. Periksa governor advancer. Pemeriksaan ini cukup menggunakan tangan saja, dengan cara memutar rotor ke kiri atau ke kanan, tapi jangan dipaksa. Jika rotor setelah digerakkan ke kiri atau ke kanan, lalu dapat kembali ke posisi semula, artinya governor advancer baik. Tapi bila tidak bisa digerakkan atau tidak bisa kembali dengan cepat rotor tersebut setelah diputar, artinya governor advancer sudah rusak.Pemeriksaan distributor
  6. Pemeriksaan terakhir adalah pemeriksaan rotor terhadap porosnya. Pastikan antara rotor dengan porosnya terpasang dengan kencang atau tidak goyang. Jika goyang, maka rotor harus diganti.

Pemeriksaan pada distributor ini akan berpengaruh pada sudut dwell dari pengapian. Selain itu timing pemajuan pengapian dapat berlangsung dengan tepat. Pemajuan pengapian di distributor ini dilakukan berdasarkan kevakuman  dari mesin dan kecepatan putaran mesin. Untuk pembaca kevakuman dari mesin maka di distributor terdapat komponen vakum advancer. Sedangkan untuk memajukan pengapian berdasarkan kecepatan mesin, maka di distributor terdapat governor advancer. Sedangkan untuk penyetelan celah pada platina dan rubbing block tersebut mempengaruhi sudut dwell. Sudut dwell ini menentukan lama waktu pembukaan platina. Dan secara keseluruhan penyetelan distributor yang tepat akan mempengaruhi kelangasaman putaran mesin dan akselerasi dari mesin saat peda gas diinjak. 
Read More

Rabu, 04 Desember 2013

Pemeriksaan Koil Mobil

Koil adalah komponen system pengapian yang bekerja untuk menaikkan tegangan listrik dari aki, agar tegangan listrik menjadi besar untuk dialirkan ke busi. Penaikkan tegangan dari 12 volt menjadi 18.000 volt ini dilakukan dengan prinsip induksi. Di mana terdapat 2 kumparan kawat, yaitu lilitan primer dan lilitan sekunder dalam 1 wadah koil. Pada rangkaian tertentu dilengkapi dengan resistor yang dipasangkan di dalam unit koil tersebut, namun ada juga yang resistornya terpisah dari koil dan dipasangkan di luar koil. Untuk koil yang menggunakan resistor di dalam koil, maka terminalnya terdiri dari 3 kaki terminal. Yang masing berkode ‘+’ (positif), ‘-‘ (negative), dan ‘B’ (Baterai). Pada contoh pemeriksaan koil kali ini adalah menggunakan koil berkaki terminal 3 yang artinya resistor menjadi 1 wadah di dalam koil. Untuk pemeriksaan koil di bawah ini tertuju pada pemeriksaan koil yang digunakan pada mobil. Untuk pengecekan koil sepeda motor akan dibahas di lain kesempatan.

Langkah pemeriksaan koil :

  1. Lepas kabel tegangan tinggi dari koil
  2. Periksa tahanan primer koil atau lilitan primer. Setel multitester ke posisi Ohm dengan ukuran x 1 ohm. Lalu pasangkan kabel – kabel  multi tester ke terminal (+) dan terminal negatir (-)
  3. Tahanan koil primer (lilitan primer )  saat kondisi koil dingin : 1,35 – 2,09 ohm. Sedangkan saat koil kondisi panas: 1,71 – 2,46 ohm. Jika tahanan melebihi atau kurang dari ketentuan ukuran di atas, maka lilitan primer tidak baik. Untuk perbaikannya adalah ganti koil.

     
    Pemeriksaan Koil Mobil
  4. Periksa lilitan sekunder. Setel terlebih dahulu multitester ke x1 kilo ohm. Hubungkan kabel – kabel multitester ke terminal B dan terminal tegangan tinggi. Tahanan lilitan sekunder untuk kondisi dingin harus berkisar: 8,5 – 14,5 kilo ohm. Sedangkan untuk kondisi koil panas adalah 10,7 – 17,1 kilo ohm. Jika tahanan lilitan sekunder tidak berada dalam kisaran tersebut, maka koil harus diganti.Pemeriksaan Koil Mobil
  5. Periksa tahanan resistor. Setel kembali multitester pada x1 ohm. Ukur dengan multitester dengan cara menghubungkan kabel – kabel multitester ke terminal B dan terminal (+). Tahanan resistor pada koil dingin adalah 0,8 – 1,3 kilo ohm. Sedangkan pada kondisi panas 1,05 – 1,52 kilo ohm. Jika tahanan resistor tidak sesuai, maka koil harus diganti.
Pemeriksaan Koil Mobil

 
Koil dikatakan baik bila seluruh pengecekan di atas baik. Bila satu item pengecekan terjadi kerusakan atau dinyatakan tidak baik, maka koil tersebut harus diganti. Koil yang rusak dalam artian tidak memenuhi syarat ketentuan tahanan di atas, maka suplai tegangan yang dinaikkan oleh koil menjadi tidak maksimal. Akibatnya loncatan bunga api yang dihasilkan pun menjadi kecil. Dampak di mesin terasa dengan menurunnya tenaga mesin, yang diakibatkan pembakaran tidak sempurna dan tidak semua asupan bensin di ruang bakar terbakar.
Read More

Selasa, 03 Desember 2013

Pemeriksaan Kabel Busi

Sistem pengapian di mobil menggunakan koil sebagai pembangkit tegangan,dan kabel busi untuk menghantarkan listrik bertegangan tinggi itu ke busi. Kabel busi yang rusak dapat menjadi penghambat penyampaian listrik tersebut ke busi. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kabel busi. Kerusakan kabel busi dapat terjadi karena kabel tertekuk – tekuk, atau juga karena usia pemakaian yang sudah lama sehingga kabel busi sudah mulai lapuk. Pemeriksaannya pun terbilang sederhana, karena cukup mengukur tahanan dari kabel busi tersebut. Untuk pengukuran tahanan kabel busi maka dibutuhkanlah alat yang bernama multitester. Memang agak sulit bagi yang belum pernah menggunakan multi tester. Tapi untuk ini anda dapat cari di google tentang cara penggunaan dan pembacaan multitester.


Untuk pemeriksaan kabel busi pada mobil langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Lepas kabel busi dari tutup distributor dan busi. Dalam pelepasan kabel busi ini harap diperhatikan jangan menarik kabelnya, sebab akan merusak konduktor yang berada di dalam kabel busi. Peganglah bagian kepala / ujung dari kedua kabel busi tersebut.
  2. Setel multitester pada pengukuran ohm. Dan untuk skala pembacaan kilo ohm.
  3. Pasangkan kedua kabel multitester pada kedua ujung kabel busi.
  4. Baca penunjukkan pengukuran yang ada di multitester.
  5. Jika hasil pengukuran kabel busi lebih dari 25 kilo ohm, maka kabel busi sudah rusak atau putus. Tetapi jika kurang dari 25 kilo ohm, artinya kabel busi dalam kondisi baik.
  6. Lakukan hal yang sama untuk memeriksa kabel busi yang lainnya. 
Pemeriksaan Kabel Busi

Cara paling mudah untuk menentukan apakah kabel busi putus atau tidak adalah dengan cara memeriksa loncatan bunga api yang terjadi di kabel busi. Langkahnya adalah :
  1. lepas kabel busi dari hubungan ke  busi
  2. Geser kepala busi ( dalam hal ini  isolator yang berada di ujung kabel busi) ke arah atas sehingga terlihat terminal besinya. 
  3. Dekatkan ujung  terminal kabel busi tersebut ke bodi mesin/ massa. Ingat jangan tempelkan terminal tersebut ke massa, tapi beri jarak sekitar 1 cm. Jika terlalu jauh atau menempel ke massa, maka tidak akan terjadi loncatan bunga api listrik.
  4. Starter mesin, dan perhatikan apakah terjadi loncatan bunga api dari terminal kabel busi ke massa.
  5. Kalau tidak terjadi loncatan bunga api, maka cek dulu kabel busi yang lain seperti cara di atas. Jika kabel busi yang lain terjadi loncatan bunga api, maka dapat dipastikan bahwa kabel busi yang anda periksa pertama tadi putus, atau mungkin kendor sambungannya ke tutup distributornya.
  6. Selain memeriksa terjadi atau tidaknya loncatan bunga api listrik di terminal busi ke massa. Perhatikan juga warna loncatan bunga api tersebut. Jika berwarna biru, berarti baik. Tapi bila berwarna biru keunguan atau bahkan ungu, kemungkinan kabel busi anda sudah tidak baik menghantarnya. 
  7. Jika kabel putus atau sudah tidak baik menghantarnya, maka perbaikannya adalah mengganti kabel busi tersebut.

Kabel busi yang putus tidak dapat dilihat dengan mata. Untuk memastikan kondisinya maka harus dilakukan pengukuran dengan multitester. Kabel busi yang putus akan membuat suplai listrik ke busi putus. Akibatnya busi tidak menyala. Jika hanya 1 kabel busi yang putus, maka 1 busi yang mati. Dan biasanya mesin masih dapat menyala, namun pincang. Maksudnya pincang adalah satu silinder tidak menghasilkan langkah usaha. Hal ini menimbulkan getaran yang besar pada mesin. Tenaga mesin pun terasa berat. Demikian pula kabel busi yang sudah tidak baik menghantarnya akan membuat suplai listrik ke busi berkurang, pembakaran di dalam silinder tersebut menjadi kurang maksimal. Dampaknya pun terasa mesin pincang, dan tenaga mesin menurun.
Read More