Tampilkan postingan dengan label Power Train. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Power Train. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Desember 2013

Pemeriksaan Poros Propeller

Propeller shaft atau dikenal dengan istilah poros propeller ini digunakan pada kendaraan tipe FR (Front Engine, Rear Drive),  yang artinya adalah mesin berada di depan dan putaran mesin diteruskan untuk memutar roda belakang.Kendaran yang bertipe FR ini umumnya adalah truk dan container. Sedangkan ada juga beberapa bus yang bertipe FR, tapi lebih banyak bus yang menggunakan sistem pemindah daya RR. Maksud dari RR adalah mesin di belakang dan tenaga putar mesin diteruskan ke roda belakang.  Fungsi dari poros propeller adalah meneruskan putaran dari transmisi ke gardan (poros roda belakang). Karena kondisi jalan yang tidak selalu rata, maka poros roda belakang akan bergerak naik dan turun oleh kerja dari suspensi di roda belakang tersebut. Dengan demikian poros propeller tidak hanya meneruskan putaran, tapi harus mampu mengikuti gerak dari poros roda belakang yang naik dan turun. Sebab bila poros propeller tidak bisa mengikuti gerak naik turun dari poros roda belakang, akibatnya poros propeller ini bisa patah atau bengkok. Selain itu penerusan putaran menjadi tidak baik.

Pemeriksaan poros propeller ini hanya terdiri atas 2 pemeriksaan yaitu pemeriksaan kebengkokkan dan pemeriksaan kondisi universal joint tersebut. Dalam hal ini dibutuhkan peralatan v – blok dan dial indicator sebagai pengukur kebengkokkan poros propeller. Langkah pemeriksaannya adalah di bawah ini:

Pemeriksaan kebengkokkan

  1. Letakan poros propeller pada v- blok seperti pada gambar.
  2. Lalu setting dial indicator untuk pengukuran dengan menekan bagian tengah dari poros propeller.
  3. Putar poros propeller secara perlahan hingga satu putaran, sambil membaca pergerakan jarum di dial indicator tersebut.
  4. Jika hasil pengukuran lebih dari 0,8 mm, maka poros propeller sudah terlalu bengkok dan harus diganti.
Pemeriksaan kebengkokkan



Pemeriksaan universal joint

  1. Lakukan penarikan atau penekanan seperti pada gambar kea rah maju atau mundur dari universal joint di poros propeller. Lakukan hal ini sambil menahan poros propeller.
  2. Rasakan apakah terjadi gerakan pada universal joint yang menunjukkan bahwa sambungan dari universal joint kendor. Jika terasa bisa ada gerakkan antara universal joint dengan poros propeller, maka bearing pada universal joint sudah rusak.
  3. Perbaikannya adalah membongkar universal joint tersebut dan mengganti bearingnya. Pembongkaran universal joint ini membutuhkan peralatan khusus yang bernama tracker, sehingga pembongkaran tidak merusak atau membuat lecet pada bagain dari universal joint.
Pemeriksaan universal joint

 
Kerusakan pada poros propeller shaft akan dirasakan dengan getaran pada body mobil. Dan dampak paling buruknya adalah baut – baut sambungan dari poros propeller ke gardan bisa patah. Di jalan ibukota Jakarta pernah terjadi peristiwa sebuah truk terbakar, akibat adanya percikan api yang ditimbulkan karena poros propelernya patah dan terseret di jalan. Sebagaimana anda ketahui juga bahwa tangki bahan bakar truk sangat dekat dengan poros propeller. Memang kejadian ini sangat langka terjadi, tapi kerusakan poros propeller ini tidak bisa dianggap remeh. Sebab keselamatan pengendara dan penumpang menjadi taruhannya.

Read More

Minggu, 17 November 2013

Cara Pemeriksaan Release Bearing

Cara Pemeriksaan Release bearing
Salah satu bagian yang bekerja pada unit kopling mobil adalah release bearing / klaher pembebas. Bentuknya adalah sebuah bearing yang bekerja untuk meneruskan tekanan dari release fork (garpu pembebas). Release bearing ini menekan diafragma spring atau pressure lever sehingga pressure plate dapat terungkit mundur, yang membuat kampas kopling tidak terjepit oleh pressure plate dan flywheel. Kerja release bearing yang menekan ini tak hanya sekedar menekan, tapi harus berputar. Gerakan menekan dan berputar inilah yang dialami oleh release bearing. Tidak seperti bearing pada umumnya yang hanya berputar, tapi bearing dari release bearing ini harus dapat berputar dan menekan. Sehingga dalam pembuatannya diperlukan material khusus yang dapat melakukan dua fungsi kerja tersebut.

Bila release bearing rusak, maka kerja penekanan ke diafragma spring / pressure lever menjadi tidak baik. Release bearing tidak dapat berputar dengan mulus. Akibatnya diafragma spring /pressure lever dapat terkikis atau aus  oleh release bearing. Gerakan yang macet dari release bearing ini dapat dirasakan oleh pengemudi,  yaitu dengan terasanya pedal kopling bergetar saat pedal kopling diinjak. Gerakan release bearing yang macet dapat membuat diafragma spring patah, atau pada pressure lever mengalami keausan yang sangat. Untuk itu pemeriksaan release bearing harus segera dilakukan bila pedal kopling bergetar saat diinjak.

Cara pemeriksaan release bearing terbilang sangat mudah. Kita tidak memerlukan peralatan khusus, kecuali untuk membongkar kopling dan melepas transmisinya. Cara pemeriksaannya adalah :
  1. Pemeriksaan release bearing dengan cara ditekan dan diputar dengan tangan. Jika gerakan putaran release bearing halus, maka release bearing masih baik. Bila release bearing ditekan dan sambil diputar terasa tidak halus putarannya, maka release bearing berarti sudah rusak. 
  2. Pemeriksaan kedua yaitu dengan memeriksa bagian dari diafragma spring atau pressure lever yang melakukan kontak dengan release bearing. Periksalah apakah terjadi keausan yang berlebihan pada bagian tersebut.

Perbaikan pada release bearing  yang sudah diketahui bahwa rusak, adalah dengan menggantinya. Release bearing tidak bisa diperbaiki bila sudah rusak. Dan dalam pemasangannya kembali, cukup langsung memasangnya tanpa perlu memberikan pelumasan seperti pada bearing – bearing lainnya. Sebab untuk kopling mobil sangat dihindari adanya gemuk / pelumas pada daerah sekitar kopling, akibatnya kopling dapat menjadi selip. Begitu pula untuk bagian dari diafragma spring dan pressure lever yang rusak harus diperbaiki, sebab bagian yang sudah aus berlebihan ini dapat berisiko patah. Untuk perbaikannya adalah mengganti rumah kopling secara 1 unit utuh. Sekian cara pemeriksaan release bearing dan dampak yang dapat ditimbulkan akibat adanya kerusakan pada release bearing.
Read More

Minggu, 10 November 2013

Kampas Kopling Habis, Mesin Cepat Panas

Kampas Kopling Habis, Mesin Cepat PanasFungsi kopling pada kendaraan baik mobil atau sepeda motor sangatlah penting, yaitu untuk meneruskan putaran dari mesin ke perseneling. Kerusakan pada bagian ini tentunya membuat proses penerusan tenaga menjadi sangat tidak baik. Tetapi ternyata bukan hanya tenaga yang dipindahkan tidak baik, tetapi juga mesin dapat menjadi kepanasan akibat proses perpindahan tenaga yang tidak sempurna. Kenapa bisa begitu? Untuk itu simak penjelasannya di bawah ini.

Dengan terjadinya kerusakan pada kopling yang umumnya adalah kopling selip, maka selip ini adalah gesekan yang terjadi pada kampas dan plat kopling. Kampas dan plat kopling yang bergesek tersebut, menimbulkan panas. Panas inilah yang kemudian membuat oli pada bak oli sepeda motor menjadi panas juga. Oli mesin yang panas ini akan bersirkulasi dari bak kopling sepeda motor ke blok mesin. Dan akibatnya oli bertambah panas setelah melalui blok mesin, dan kembali lagi ke blok motor. Oli mesin terus berputar dan semakin panas. Inilah yang membuat mesin sepeda motor menjadi panas akibat kampas kopling habis.

Kerusakan kampas kopling pada mobil tidak seperti pada sepeda motor. Yang terjadi seperti penjelasan pertama yaitu pengemudi cenderung menarik gas berlebihan. Sedangkan pada sepeda motor panas mesin yang berlebihan terjadi akibat pengemudi menarik handle gas lebih tinggi, dan juga karena gesekan antara kampas dan plat kopling di blok mesin yang menimbulkan panas. Jadi kampas kopling yang habis, sebaiknya segera diganti. Sebab bukan hanya kampas kopling yang juga rusak. Tapi komponen mesin yang lain akan ikut rusak, akibat panas mesin yang berlebihan tersebut.

putaran dari mesin ke perseneling. Kerusakan pada bagian ini tentunya membuat proses penerusan tenaga menjadi sangat tidak baik. Tetapi ternyata bukan hanya tenaga yang dipindahkan tidak baik, tetapi juga mesin dapat menjadi kepanasan akibat proses perpindahan tenaga yang tidak sempurna. Kenapa bisa begitu? Untuk itu simak penjelasannya di bawah ini.
Read More

Senin, 04 November 2013

Cara Pemeriksaan Kopling

Kopling adalah komponen kendaraan yang berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin ke transmisi. Selain itu juga kopling berfungsi untuk memutuskan putaran dari mesin ke transmisi, agar proses perpindahan perseneling dapat dilakukan dengan mudah. Dengan demikian fungsi kopling pada kendaraan sangatlah penting sekali. Perawatan kopling dan pengecekan kopling harus dilakukan dengan teliti dan seksama agar kerja kopling dapat maksimal. Banyak permasalahan yang timbul akibat kerja kopling tidak baik, umumnya adalah kopling selip dan susah pindah gigi. Maka dari itu mari simak penjelasan cara pemeriksaan kopling , dalam hal ini adalah pemeriksaan kopling mobil tipe diafragma.

Pemeriksaan keausan kampas 

pemeriksaan keausan kampas kopling



Alat yang digunakan adalah jangka sorong atau vernier kaliper. Jika ketebalan kampas sudah melewati batas servis, maka gantilah kampas kopling. Kampas kopling yang sudah aus dapat mengakibatkan kopling selip.

Pemeriksaan keolengan kampas.pemeriksaan keolengan kampas kopling

Alat yang digunakan dial indicator, dan mesin bubut sebagai dudukan untuk memutar kampas. Kampas yang melengkung, membuat kampas menjadi oleng saat berputar, untuk itu diperlukan pemeriksaan keolengan kampas kopling. Kampas kopling yang sudah oleng membuat kampas koplign tetap berputar, saat pedal kopling diinjak. Dengan kata lain kopling tidak benar – benar netral saat pedal kopling diinjak. Akibatnya proses perpindahan gigi perseneling menjadi susah.

Pemeriksaan keolengan flywheelpemeriksaan keolengan flywheel

Alat yang digunakan dial indicator saja. Pemeriksaan ini ditujukan sama seperti pemeriksaan keolengan kampas. Flywheel yang oleng membuat proses pemutusan kopling menjadi tidak sempurna, yang berakibat proses perpindahan gigin perseneling pun terganggu.

Pemeriksaan pilot bearing

pemeriksaan pilot bearing

Pilot bearing adalah bearing yang terletak di lubang tengah flywheel. Pilot bearing ini sebagai tumpuan dari ujung input as transmisi. Pilot bearing yang rusak, membuat putaran poros input transmisi tersendat. Dan akibatnya kampas kopling pun tersendat atau tertahan. Yang dirasakan oleh pengemudi adalah kopling selip. Padahal selipnya ini bukan karena kampas tipis, melainkan  karena poros input yang tersendat putarannya. Akibat lainnya adalah kampas menjadi cepat habis. Jadi bila anda ganti kampas kopling, tapi kopling masih selip. Maka masalahnya ada pada pilot bearing.

Pemeriksaan keausan diafragma

pemeriksaan keausan pegas diafragma

Pada ujung pegas diafragma terjadi gesekan antara pegas diafragma dan release bearing. Dan keausan yang terjadi harus diperiksa, guna memantau apakah release bearing masih berfungsi dengan baik. Jika hal ini dibiarkan maka masalah yang timbul adalah timbul suara berisik pada saat pedal kopling diinjak. Selain itu sirip dari pegas diafragma bisa patah kalau dibiarkan terus menerus.

Pemeriksaan release bearing

pemeriksaan release bearing

Pemeriksaan ini dilakukan secara manual dengan cara menekan release bearing dan memutarnya. Dalam kondisi ditekan release bearing harus dapat berputar dengan halus, bila tidak maka harus diganti. Kerusakan release bearing dapat membuat bunyi berisik saat pedal kopling diinjak dan keausan pada ujung pegas diafragma. Selain itu juga dapat mematahkan sirip dari pegas diafragma.

Pemeriksaan kopling yang benar , akan membuat kerja kopling menjadi sempurna dan baik. Untuk itu harus dilakukan oleh mekanik yang sudah ahli agar kerusakan kopling dapat dideteksi dengan benar. Kopling tidak melulu  hanya rusak kampasnya saja, tapi juga bisa karena kampas oleng dan lain sebagainya seperti pemeriksaan di atas. Tenaga mesin akan disalurkan dengan maksimal bila kopling bekerja dengan baik. Sebab analisa kopling yang salah dapat membuat kerugian pengeluaran biaya. Harga kampas kopling terbilang mahal sekitar 2 juta bisa lebih tergantung mobil yang diservis. Untuk itu serahkan perbaikan kopling kepada bengkel dan mekanik yang ahli benar dalam hal perbaikan kopling.



Read More

Minggu, 27 Oktober 2013

Torque Convertor Transmisi Matic

Pada mobil dengan transmisi matic tidak menggunakan pedal kopling. Yang ada di kabin pengemudi hanya pedal gas dan pedal rem. Dan memang tidak adanya konstruksi kopling pada mobil yang menggunakan transmisi matic. Konstruksi kopling ini digantikan oleh torque convertor yang berguna meneruskan putaran dari flywheel ke input shaft transmisi. Letak dari torque convertor ini sama seperti peletakan unit kopling yaitu antara flywheel dan torque convertor. Prinsip kerja torque convertor ini adalah hidrolik. Di mana digunakan minyak / oli transmisi matic untuk meneruskan putaran dalam torque convertor. Penjelasan mengenai prinsip kerjanya adalah sebagai berikut:

Vortex  besar

Saat mesin baru dihidupkan flywheel baru berputar. Bagian Pump impeller ikut berputar bersama – sama flywheel, sebab konstruksi pump impeller yang disatukan dengan las pada flywheel. Berputarnya pump impeller ini menyebabkan minyak transmisi matic di dalam torque convertor pun teraduk dan mulai berpusar. Tapi  arah pusaranya masih lurus, maksudnya minyak belum berpusar. Akibatnya aliran minyak transmisi matic mengalir lurus keluar dari pump impeller masuk ke turbine runner. Dan  dari turbine runner keluar menuju stator tapi menabrak sirip – sirip di stator secara tegak lurus. Akibatnya stator akan terkunci (tidak ikut berputar), hal ini disebabkan adanya komponen one way clutch di stator.  Fungsi one way clutch adalah mengunci pada satu arah dan bergerak bebas atau berputar pada putaran arah sebaliknya. Dengan menabraknya minyak matic di sirip stator, minyak akan dibelokkan keluar dari stator, sehingga aliran minyak menjadi serong dan menabrak sirip dari pump impeller. Hal ini dimaksudkan agar pump impeller mendapat tenaga tambahan dari dorongan minyak matic yang keluar dari stator. Jika  tidak mendapat tenaga tambahan dari minyak matic, pump impeller akan sangat berat memutar minyak matic, dan berakibat mesin menjadi mati.

Vortex Kecil

Ketika turbine runer sudah mulai ikut berputar. Kecepatan putaran antara turbine runner dan pump impeller sudah hampir sama. Minyak matic di dalam torque convertor sudah mulai mengalir dengan cara berpusar. Sehingga aliran minyak matic yang melewati stator tidak menabrak sirip stator lagi, sebab aliran minyak matic tidak lurus  melainkan serong. Sedangkan stator yang tidak ditabrak secara lurus melainkan secara serong, berakibat stator menjadi ikut berputar serarah dengan arah pusaran minyak transmisi matic ( searah juga dengan putaran pump impeller dan turbine runner).

Pada saat mesin dihidupkan maka yang terjadi pada torque convertor adalah peristiwa vortex besar, di mana kondisi pump impeller belum berputar. Turbine runner baru mulai ikut berputar, dan lama kelamaan putaran turbine runner semakin cepat, hampir menyamai putaran dari pump impeller. Kejadian berlangsung dengan sangat singkat sekitar 3 – 5detik. Setelah putaran sama , maka yang terjadi adalah peristiwa vortex kecil. Vortex besar juga terjadi pada saat pertama masuk gigi pertama, saat kendaraan dari diam mau mulai berjalan. Putaran turbine runner menjadi diam, karena turbine runner terhubung melalui planetary gear unit ke as roda. Dengan kondisi roda yang masih diam, maka turbine runner pun ikut diam. Dan perlahan – lahan turbine runner berputar, sehingga putarannya sama dengan putaran pump impeller. Di saat inilah terjadi vortex kecil. Sekian cara kerja atau prinsip kerja dari torque convertor. 
Read More

Jumat, 18 Oktober 2013

Apa Sih Gear Rasio ?

Anda mungkin sudah mengenal istilah gear rasio. Tapi apakah anda tahu pengertian sebenarnya dari gear rasio? Gear rasio berasal dari bahasa Inggris Gear Ratio , yang artinya perbandingan gigi. Maksudnya adalah perbandingan jumlah mata gigi dari 2 , 4 atau 5 gigi. Pada transmisi sepeda motor umumnya menggunakan kombinasi 2 gigi untuk tiap tingkat percepatannya. Jadi pada sepeda motor untuk percepatan gigi pertam terdiri atas 2 konstruksi gigi, pada percepatan kedua terdapat 2 konstruksi gigi yang berbeda dari gigi pertama. Demikian seterusnya untuk percepatan ketiga dan percepatan keempat. Sedangkan pada transmisi mobil umumnya menggunakan kombinasi 4 dan 5 gigi untuk tiap tingkat percepatannya, maka artinya adalah perbandingan antara 4 atau 5 gigi tersebut.  Jadi gear rasio bukanlah benda atau giginya, tapi adalah angka atau nilai dari perbandingan gigi tersebut. 

Cara menghitung gear rasio / perbandingan gigi;

 Perbandingan 2 gigi  

 
 Perbandingan 2 gigi

Jika pada gigi A ada 20 mata gigi, dan pada gigi B ada 40 mata gigi. Maka rasio perbandingan giginya adalah B : A = 40 : 20 = 2. Jadi nilai rasio giginya adalah 2. Maksudnya adalah bila gigi A berputar 1 kali, maka gigi B baru perputar 1/2. Sedangkan bila gigi A berputar 2 kali maka gigi B berputar 1 kali. Lalu kalau gigi A berputar 100 kali berapakah gigi B berputar?

Perbandingan 4 gigi 

Perbandingan 4 gigi

 

Jika mata gigi A =20 , B = 40 , C = 10 D= 30 . Maka rasio perbandingan gigi dari ke - 4 gigi itu adalah = (B : A) x (D : C) = (40 : 20 ) x ( 30 : 10) = 2 x 3 = 6. Maka nilai perbandingan dari ke 4 gigi itu adalah 6. Maksudnya adalah jika gigi A berputar 1 kali, maka gigi D baru berputar 1/6. Sedangkan bila gigi A berputar 6 kali, maka gigi D berputar 1 kali. Lalu bila gigi A berputar 1200 kali, maka gigi D berputar ?

Perbandingan 5 gigi.

Perbandingan 5 gigi.

 

Seperti pada gambar di atas, maka dapat dilihat bahwa gigi E bisa diabaikan. Jadi anda tetap bisa menggunakan rumus perhitungan 4 gigi. Jumlah 5 gigi digunakan pada transmisi mobil untuk perseneling mundur. 

Semakin besar nilai perbandingan giginya maka semakin lambat putaran yang dihasilkan pada kombinasi gigi tersebut  Tapi semakin kuat kemampuan kombinasi gigi tersebut. Contoh pada gigi 1 , rasio umumnya berkisar 4 , Jadi pada saat gigi 1 maka putaran dari mesin diperlambat, tapi kemampuan daya angkatannya besar. Daya angkat ini bisa diumpamakan sebagai berikut:
Bila beban sepeda motor 40 kg ditambah beban pengendara 60 kg. Maka beban totalnya adalah 100 kg. Dengan menggunakan gigi  1 maka beban 100 kg tersebut dicicil dalam 4 kali putaran output transmisi, artinya 100 kg dibagi 4 = 25 kg. Jadi dalam 1 putaran output transmisi ibaratnya mengangkat 25 kg. Jadi mesin mengangkat beban hanya 25 kg saja.

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa rasio gigi adalah untuk membuat beban mesin tidak terlalu berat, sehingga mesin mampu menggerakkan mobil atau sepeda motor. Saya sering mendengar istilah rasio gigi adalah gigi khusus untuk modifikasi perseneling.  Tapi rasio gigi atau gear rasio adalah nilah perbandingan dari jumlah mata gigi dari kombinasi gigi yang digunakan pada transmisi tersebut. Semoga penjelasan ini dapat meluruskan mengenai istilah gear rasio atau rasio gigi. 


Read More

Jumat, 11 Oktober 2013

Transmisi otomatis

Transmisi otomatis dilengkapi dengan kopling fluida sehingga mempermudah pengemudi dalam menjalankan mobilnya. Pengemudi tidka disibukkan oleh tugas menginjak pedal kopling sehingga tidak cepat lelah. Dengan transmisi otomatis pengemudi menjadi lebih ringan tugasnya karena tidak harus selalu memilih dan memindahkan posisi transmisi selama mobil berjalan. Pemindahan gigi pada transmisi otomatis berlangsung dengan sendirinya. Dengan menggunakan kopling fluida maka perpindahan putaran dari motor ke transmisi berlangsung dengan halus sehingga tidak timbul hentak – hentakkan. Tetapi dengan menggunakan kopling fluida maka kemungkinan untuk timbulnya selip agak besar sehingga banyak tenagan motor yang hilang. Kopling fluida terdiri atas komponen – komponen penggerak dan yang digerakkan. Bagian yang berfungsi sebagai penggerak disebut pump  impeller dan bagian yang digerakkan disebut turbine runner. Kedua bagian tersebut ditempatkan di dalam sebuah housing yang diisi penuh dengan minyak dan dipasang saling berhadapan. Pump impeller berhubungan langsung dengan poros engkol, turbine runner berhubungan langsung dengan poros pompa masuk transmisi. Bila motor berputar, pump impeller menggerakkan minyak untuk memutarkan turbine runner dan meneruskan putaran motor ke transmisi.
Salah satu contoh transmisi otomatis adalah Toyoglide yang dikembangkan dengan sukses sejak tahun 1959. Toyoglide terdiri atas tiga bagian utama yaitu:
  1. Torque convertor yang bekerja secara otomatis untuk menambah momen yang diterima dari motor.
  2. Planetary gear (pembantu transmisi) yang memungkinkan mobil berjalan mundur.
  3. Bagian pengontrol hidrolis yang mengatur kerjanya planetary gear dan juga berfungsi menyediakan pelumas untuk bagian – bagian torque convertor.

Pemeriksaan dan perawatan:

Untuk perawatan transmisi otomatis, perhatikan buku pedoman servisnya. Hal ini dikarenakan jenisnya yang banyak sekali. Perawatan yang mudah dilakukan adalah dengan selalu memeriksa dan mengganti minyak pelumas transmisi tersebut.
  1. Periksa tinggi permukaan minyak pelumas transmisi dalam keadaan transmisi panas normal.
  2. Ganti minyak pelumas transmisi dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan buku pedoman servisnya (biasanya sekitar jarak tempuh 37.500 km).
  3. Isi minyak pelumas harus tepat antara tanda batas bawah dan tanda batas atas. Dalam keadaan dingin tinggi minyak pelumas harus ada pada tanda bawah.
  4. Hidupkan motor pada putaran idel (stasioner) beberapa saat sampai bak transmisi mencapai suhu normal. Setelah itu tambahkan minyak pelumas sampai tanda batas atas dari batang pengukur minyak pelumas.

Penampang transmisi otomatis


Read More