Tampilkan postingan dengan label Mesin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Cara Pemeriksaan Rantai Keteng

Rantai keteng adalah bagian dari mekanisme katup yang berfungsi  memutar camshaft. Gerak putar camshaft inilah yang digunakan untuk menekan rocker arm, sehingga katup dapat bergerak membuka dan menutup. Kerja rantai keteng dalam 1 siklus usaha sama dengan putaran camshaft. Bila crankshaft berputar 2 kali maka camshaft hanya berputar 1 kali, demikian pula rantai kenteng hanya berputar 1 kali sama dengan putaran camshaft. Dalam putaran langsam 600 rpm, maka putaran rantai keteng adalah 300 putaran dalam 1 menit. Dan seterusnya demikian pada putaran tinggi yaitu  12.000 rpm, maka rantai keteng berputar 6000 putaran dalam 1 menit. Jadi bila dalam 1 tahun atau 2 tahun berapakah rantai keteng sepeda motor atau mobil anda berputar? Tentunya sudah jutaan kali. Jadi kerja rantai keteng yang tak kenal lelah selama mesin hidup, bukan berarti tak membuatnya kelelahan. Rantai keteng pun pasti kelelahan dan akibatnya rantai keteng pun terkikis. Terkikisnya ini dilihat dari bentuk rantai keteng yang semakin memanjang. Atau bisa dikenal dengan suara mesin yang berisik, dan juga bunyi katup berisik. Untuk memastikan kondisi rantai keteng tersebut, maka perlu diadakan pemeriksaan rantai keteng. Batas servis pengukuran rantai keteng harus anda lihat pada buku pedoman servis dari kendaraan yang anda bongkar, sebab tiap kendaraan mempunyai standar servis yang berbeda – beda. Untuk langkah pemeriksaan rantai keteng adalah sebagai berikut:

Pemeriksaan panjang rantai keteng.

Pemeriksaan pertama adalah memeriksa panjang rantai keteng. Langkahnya adalah sebagai berikut:
Pemeriksaan panjang rantai keteng


  1. Tarik rantai keteng hingga memanjang. Rantai keteng tak boleh kendor, jadi harus benar – benar tegang.
  2. Ukur panjang rantai dengan mistar atau jangka sorong.
  3. Bandingkan hasil pengukuran dengan batas maksimum dari panjang rantai sesuai dengan buku pedoman servis kendaraan yang dibongkar.
  4. Jika rantai lebih panjang dari batas maksimum, gantilah rantai keteng. Tapi bila belum melebihi batas maksimum panjang rantai keteng, maka rantai keteng masih baik.

Pemeriksaan diameter roda gigi.

Pemeriksaan ini bukan berarti mengukur roda gigi, melainkan mengukur rantai keteng yang dipasangkan pada roda gigi dan diukur diameternya. Langkah pemeriksaan diameter roda gigi untuk rantai keteng adalah sebagai berikut
:Cara Pemeriksaan Rantai Keteng
  1. Pasangkan rantai keteng pada roda gigi dari crankshaft.
  2. Ukur diameter rantai keteng yang melingkar di roda gigi crankshaft tersebut.
  3. Catat hasil pengukuran diameter di atas.
  4. Pasangkan rantai keteng pada roda gigi dari camshaft.
  5. Ukur diameter rantai keteng yang melingkar di roda gigi camshaft tersebut.
  6. Catat hasil pengukuran poin no. 5
  7. Bandingkan hasil pengukuran dari kedua pengukuran diameter tersebut dengan batas servis minimum yang ditentukan oleh standar pedoman servis kendaraan tersebut.
  8. Bila diameter rantai keteng lebih kecil dari batas servis  dari kendaraan yang anda bongkar tersebut, maka rantai keteng harus diganti. Untuk contoh bila batas servis untuk crankshaft : 59,4 mm. Bila ukuran pengukuran adalah 58,9 mm , maka artinya rantai keteng sudah harus diganti.

Dalam pemeriksaan rantai keteng, meliputi dua  pemeriksaan. Pemeriksaan panjang rantai keteng dan pemeriksaan diameter roda gigi. Bila hasil pengukuran menunjukkan bahwa rantai keteng sudah aus, maka gantilah rantai ketengnya. Sebab rantai keteng yang sudah kendor, tak hanya menimbulkan suara berisik pada mesin, tapi juga membuat tenaga mesin berkurang. Rantai keteng yang kendor,membuat camshaft dapat lompat, dan akibatnya katup membuka lebih singkat atau sebentar. Selain hanya tenaga mesin yang kendor, keausan pun dapat terjadi pada katup. Dan akibatnya oli masuk ke ruang bakar, dan knalpot mengeluarkan asap putih ( alias ngebul).
Read More

Sabtu, 23 November 2013

Memeriksa Crankshaft

Crankshaft bekerja merubah gerak naik turun piston menjadi gerak putar. Tekanan  pembakaran sangatlah besar, dengan demikian crankshaft menahan tekanan yang sangat besar dari ledakan pembakaran tersebut. Akibatnya crankshaft dapat bengkok. Selain bengkok crankshaft juga dapat mengalami keausan, sebab crankshaft juga berputar. Keausan terjadi pada bagian crank journal dan crank pin dari crank shaft. Crank journal adalah bagian dari crankshaft yang bertumpu pada blok silinder. Sedangkan crank pin adalah bagian dari crankshaft yang berhubungan dengan conecting rod (stang seher). Jadi pemeriksaan keselurahan dari crankshaft adalah pemeriksaan kebengkokkan dan pemeriksaan keausan.

Pemeriksaan kebengkokkan crankshaft:

  1. Tempatkan crankshaft pada V blok seperti gambar
    Pemeriksaan kebengkokkan crankshaft:


  2. Letakkan atau pasang dial gauge di tengah – tengah crankshaft yaitu bagian dari crank journal yang paling tengah.
  3. Putar crankshaft perlahan – lahan hingga 1 putaran 360 derajat. Sambil membaca hasil pengukuran pada dial gauge.
  4. Bandingkan hasil pengukuran di dial gauge dengan batas kebengkokan yang diizinkan. Sebagai contoh saya ambil dari sebuah merk kendaraan dengan batas kebengkokkan 0,03mm.
  5. Jika pengukuran melebihi batas kebengkokkan yaitu 0,03 mm. Artinya crankshaft sudah terlalu bengkok. Cranshaft harus diganti. Jika tidak melebihi 0,03  mm, artinya crankshaft masih lurus atau tidak bengkok.

Pemeriksaan keausan crank pin

  1. Ukur diameter crankpin menggunakan micrometer.
  2. Catat hasil pengukuran untuk semua crank pin. Bila mesin 4 silinder artinya ada 4 crank pin.
  3. Bandingkan hasil pengukuran dengan batas servis untuk masing kendaraan  berbeda batas servisnya. Untuk kali saya gunakan contoh batas crank pin pada salah satu tipe kendaraan toyota yaitu :
    1. Standar  47,988 – 48,000 mm
    2.  0,25     = 47,738 -47,750 mm
    3. 0,50      = 47,488 – 47,500 mm
    4. 0,75      = 47,238 – 47,250 mm

Pemeriksaan keausan crank pin

Pemeriksaan keausan crank journal

  1. Ukur diameter crank journal menggunakan micrometer.
  2. Catat hasil pengukuran untuk semua crank journal. Untuk mesin 4 silinder memiliki 5 crankjournal.
  3. Bandingkan hasil pengukuran dengan batas servis. Sebagai contoh di bawah ini:
    1. Standar   = 49, 976 – 50,000 mm
    2. 0,25         = 49,733 – 49, 743  mm
    3. 0,50         = 49,483 – 49,493 mm

Berdasarkan hasil pengukuran crank journal dan crank pin maka dapat diketahui tingkat keausan pada bagian tersebut. Bila kondisi sebelumnya crank journal dan crankpin masih standar, maka range ukurannya adalah harus sesuai data di atas. Sebagai contoh bila ukuran : Crank pin = 49,950 mm dan crank journal 49,900. Maka crank pin dan crank journal sudah aus. Sebab batas servis untuk ukuran standar crank pin adalah 47,988 – 48,000 mm dan batas servis ukuran crank journal 49, 976 – 50,000 mm, jadi hasil ukuran lebih kecil dari batas servis atau sudah aus. Untuk ini cranskshaft harus diundersize / digerinda untuk diperkecil ukurannya. Selain itu metal crankshaft juga harus diganti sesuai dengan ukuran undersizenya.


Read More

Jumat, 22 November 2013

Pemeriksaan Gap Ring Piston

Dalam bekerjanya mesin,  ring piston berguna untuk merapatkan celah antara piston dan lubang silinder blok. Ring piston bekerja menahan tekanan gas dan ledakan yang terjadi pada saat langkah usaha, sehingga tidak bocor ke ruang di bawah piston, jadi  tenaga pembakaran seluruhnya terpakai untuk mendorong piston agar bergerak  ke bawah. Kerja ring piston tidaklah ringan, sebab ring piston harus menahan panas yang sangat tinggi dari panas  pembakaran. Pemuaian dapat berlebihan bila material  ring piston tidak baik, dan dapat mengakibatkan  piston terkunci. Untuk itulah kualitas bahan dari ring piston sudah dipilih sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan menahan panas yang tinggi dan juga mampu menahan tekanan hasil pembakaran. Selain itu ring piston yang berguna untuk merapatkan piston dan lubang silinder yang mengakibatkan juga terjadinya gesekan antara ring piston dan lubang silinder. Memang terdapat pelumasan antara ring piston dengan lubang silinder. Tapi lama kelamaan ring piston juga terkikis sedikit demi sedikit yang lama kelamaan keausan ini akan semakin besar. Keauasan ring piston  yang berlebihan  membuat ring piston tidak mampu melakukan kerjanya untuk menahan tekanan pembakaran, dan juga merapatkan celah antara piston dan lubang silinder. Ring piston yang sudah aus harus diganti, sebab mesin akan sulit dihidupkan. Dan untuk mengetahui keausan ring piston ini, maka dilakukanlah pemeriksaan gap ring piston (celah kedua ujung dari ring piston).

Langkah pemeriksaan gap ring piston adalah:

  • Masukkan ring piston ke dalam lubang silinder di silinder blok.
  • Ukur celah antara kedua ujung ring piston dengan menggunakan fuller gauge.
  • Bandingkan hasil pengukuran dengan batas servis gap ring piston, untuk tiap kendaraan memiliki batas servis yang berbeda. Untuk itu lihat sesuaikan dengan batas servis kendaraan anda. Sebagai contoh saya gunakan gap ring piston milik Toyota yaitu:
    • Ring kompresi 1 = 0,33mm
    • Ring kompresi 2 = 0,48 mm
    • Ring oli                = 0,38 mm
  •  Jika hasil pengukuran melebihi batas maksimal servis di atas, maka ring piston sudah sangat aus dan harus diganti.

Pemeriksaan Gap Ring Piston

Ring piston yang sudah aus pada sisi luarnya, akan membuat celah ring piston (gap ring piston) semakin besar  saat masuk ke dalam lubang silinder. Inilah kenapa gap ring piston yang jadi pedoman dalam pengukuran untuk mengetahui keausan  ring piston. Sebelum mengganti ring piston, sebaiknya lakukan  juga pemeriksaan terhadap piston dan lubang silinder. Jika keausan piston dan lubang silinder juga sudah parah, maka harus dikorter. Artinya piston dan ring piston  diganti dengan  ukuran yang lebih besar, dan lubang silinder diperbesar. Perbaikan ini dilakukan di bengkel korter yang sudah berpengalaman dalam hal korter. 

Read More

Kamis, 21 November 2013

Pemeriksaankan Noken As

Noken as melakukan pekerjaan berat selama mesin hidup. Bayangkan! Dalam putaran langsam saja yaitu 600 rpm, nokken as berputar selama 600 kali dalam waktu 1 menit. Bagaimana jika dalam 1 jam? Maka 600 x 60 menit = 36000, jadi noken as  berputar sebanyak 36.000 kali per jam. Itu baru putaran langsam, seandaikan handle gas  digas full putaran mesin bisa mencapai  12.000 rpm , artinya 12.000 putaran dalam 1 menit. Maka dalam sejam nokken as berputar sebanyak 72.000 kali. Dengan putaran sebanyak itu tentunya sudah beberapa sekian mili terjadi gesekan antara cam dari  nokken as dengan rocker arm. Belum lagi kerja nokken as yang menekan rocker arm agar katup dapat melakukan gerakan membuka dan menutup. Jika dalam 1 siklus 4 tak melakukan 2 kali penekanan yaitu saat langkah hisap dan langkah buang. Maka dalam 2 kali putaran poros engkol melakukan 2 kali penekanan , selama 12.000 rpm (handle gas ditarik full) berarti 72.000 kali menekan rocker arm dalam waktu 1 jam. Sungguh pekerjaan yang sangat berat yang dilakoni oleh nokken as dalam melakukan pembukaan dan penutupan katup. Akibatnya adalah terjadi  perubahan bentuk pada nokken as baik keausan ataupun kebengkokan. Untuk itulah maka diperlukan pemeriksaan nokken as.

Dalam melakukan pemeriksaan nokken as  hanya ada 2 pengecekan, yaitu pemeriksaan keausan dan pemeriksaan kebengkokkan. Langkahnya seperti diuraikan di bawah ini;

Pemeriksaan keausan

  1. Siapkan micrometer ( untuk itu anda harus sudah terbiasa membaca alat ukur micrometer)
  2. Ukur tinggi nok dari nokken as seperti pada gambar. Jika hasil pengukuran melebihi batas servis dari pedoman nokken as untuk kendaraan, maka nokken as harus diganti. jika masih melampui batas servis artinya nokken as masih dapat digunakan.


Pemeriksaan keausan

 

Pemeriksaan kebengkokan;

  1. Siapkan dial indicator dan v blok ( untuk hal ini dibutuhkan keahlian dalam membaca dial indicator)
  2. Letakan nokken as pada v blok.
  3. Setel jarum dial indicator sehingga menekan bagian tengah – tengah dari nokken as.
  4. Putar nokken as perlahan – lahan sambil anda melihat pergerakkan jarum di indicator. Bacalah hasil pengukuran setelah melakukan putaran selama 360 derajat.
  5. Jika hasil pengukuran melebihi batas servis, maka nokken as harus diganti. Tapi jika tidak melebihi batas servis artinya masih baik.
Pemeriksaan kebengkokan
Pada prinsipnya pemeriksaan keauasan dilakukan pada pemeriksaan nok atau cam dari nokken as. Sebab bagian inilah yang bergesekan terus menerus dengan rocker arm. Untuk itu pastinya terjadi keausan, walaupun sangat sedikit. Keausan yang berlebihan mengakibatkan pembukaan katup menjadi berkurang waktunya. Akibatnya entah pemasukan atau pengeluaran bahan bakar ke / dari ruang bakar menjadi tidak maksimal. Yang berdampak pada tenaga mesin.

Sedangkan pemeriksaan kebengkokkan dilakukan pada poros nokken as. Pengukuran dilakukan di tengah – tengah dari nokken as untuk mengetahui dengan tepat kebengkokkan yang terjadi. Pembengkokkan nokken as ini terjadi karena kerja nokken as yang terus menekan rocker arm ini tentunya mendapat perlawanan yang cukup besar dari pegas katup. Akibatnya lama kelamaan pastinya berdampak pada poros nokken as menjadi bengkok. Kerja nokken as yang bengkok, membuat putaran nokken as menjadi tidak seimbang. Ketidak seimbangan ini berakibat pada kerja penekan katup menjadi tidak sempurna, dan dapat membuat keausan pada bearing atau bush yang berada sebagai tumpuan putaran dari nokken as.

Pemeriksaan nokken as ini tentunya tidak perlu dilakukan setiap kali servis. Pengecekan ini dilakukan bila sudah terjadi dampak tenaga mesin  berkurang, atau saat turun mesin. Kerusakan seperti diuraikan di atas terjadi dalam waktu yang sangat lama, misalnya 3 – 5 tahun sesuai garansi mesin yang diberikan pabriknya. Kendaraan yang bergaransi itu sudah dihitung kekuatan mesinnya sampai umur minimal sesuai garansinya. Jadi setelah 3 – 5 tahun pasti ada komponen mesin yang sudah mulai lemah rusak, contohnya adalah nokken as.
Read More

Rabu, 20 November 2013

Pemeriksaan Lubang Silinder Blok Mesin

Saat mesin hidup piston bekerja naik dan turun di dalam silinder blok. Antara piston dan silinder blok tersebut terdapat celah agar oli dapat melumasi bagian piston dan silinder blok, dengan demikian piston tidak langsung bergesek terhadap  silinder blok melainkan dilumasi oleh pelumas yaitu oli. Pada prakteknya saat mesin baru dihidupkan, celah antara piston dan silinder blok ini cenderung kering dari oli. Istilah  umumnya dikatakan bahwa pelumasan belum naik ke mesin. Inilah alasan kenapa mesin harus dipanaskan sebelum digunakan untuk berjalan. Saat awal – awal penyalaan mesin atau mesi distarter maka terjadilah gesekan antara piston dan silinder blok. Tapi hal itu tak berlangsung lama, sebab tak lama kemudian oli segera naik dan melumasi celah antara piston dan silinder blok. Dalam pemakain sehari – hari kejadian di atas terjadi terus menerus saat mesin pertama kali dihidupkan (distarter) setiap harinya. Dan itu membuat terjadinya pengikisan antara piston dan silinder blok sedikit demi sedikit. Setelah beberapa tahun,  lama kelamaan pengikisan itu membuat celah yang semakin besar, sehingga mau tidak mau mesin harus overhaul dan piston serta lubang silinder harus dikorter. Sebelum menentukan perkorteran biasanya para mekanik akan melakukan pengukuran terlebih dahulu untuk mengetahui besarnya keausan yang terjadi. Setelah didapat hasil pengukuran, barulah langkah penentuan besarnya ukuran korter yang akan dilakukan.

Pengukuran untuk melihat apakah mesin harus dikorter meliputi dua hal; pertama adalah mengukur piston dan kedua adalah mengukur lubang silinder dari blok mesin. Untuk pengukuran piston akan saya jelaskan lain kali. Untuk saat ini saya akan menjelaskan cara mengukur lubang silinder. Pengukuran lubang silinder memerlukan peralatan:


Dial gauge
  1. Dial gauge
  2. Vernier caliper
  3. Micrometer

Langkah pengukuran lubang silinder:

  1. Ukur diameter lubang silinder dengan vernier caliper. Misal didapat pengukuran 52,60 mm, maka gunakan replacement rod 50 mm dan washer 3 mm.
  2. Setel micrometer pada ukuran 53 mm dengan tepat, jadi harus 53,00 mm.
  3. Tempatkan replacement rod dan measuring point pada micrometer. Lalu setel dial gauge pada nol ke arah jarum penunjukknya.
  4. Masukkan dial gauge ke lubang silinder, lalu gerakkan dial gauge sampai diperoleh penunjukkan jarum ke angka terkecil. Misal didapat hasil terkecil pengukuran 0,05 mm. Berarti hasil pengukurannya adalah 53,00 – 0,05 mm = 52,95 mm. kesimpulannya adalah lubang silinder berukuran 52,95mm.
  5. Lakukan pengukuran lubang silinder dalam arah samping (1) dan arah aksial (2) pada posisi paling atas (A) , posisi tengah (B), posisi paling bawah lubang silinder (C). Perhatikan gambar di bawah ini!Langkah pengukuran lubang silinder
  6. Catatlah hasil pengukuran! Lalu bandingkan hasil pengukuran dengan batas diameter maksimal lubang silinder berdasarkan pedoman servis dari kendaraan yang dilakukan pengukuran.

Setelah didapat hasil pengukuran tersebut, kit dapat menentukan kerusakan atau keausan yang mungkin terjadi. Bila lubang silinder tidak melebihi standar maksimum dari pedoman servis kendaraan, artinya piston  dan ring piston yang mengalami keausan  dan harus diganti. Dalam hal ini tidak perlu dilakukan korter bila ukuran lubang silinder masih dibawah ukuran maksimal servis.

Read More

Selasa, 19 November 2013

Cara Memeriksa Pegas Katup

Pegas katup bekerja untuk melakukan gerakan menutup katup, sedang gerak membuka katup dilakukan oleh gaya tekan  dari noken as yang diteruskan ke rocker arm. Semakin kuat pegas katup maka semakin cepat gerak menutupnya katup dan katup benar – benar menutup saluran dengan sangat rapat dan kuat.  Dampak negatifnya adalah saat langkah membuka katup, terdapat perlawanan yang kuat dari gaya pegas tersebut. Pegas katup yang terlalu lemah membuat gerak menutup katup menjadi lebih lambat, keterlambatan ini membuat katup tidak sempat tertutup, dan terjadilah kebocoran kompresi pada mesin. Tenaga mesin berkurang karena kebocoran kompresi ini.  Untuk itu perlulah pemeriksaan pegas katup. Tapi standar ukuran dalam pengecekan pegas katup harus disesuaikan dengan standar batas servis pabrik kendaraan tersebut.

Pemeriksaan  pegas katup meliputi dua pemeriksaan:

Pemeriksaan kemiringan pegas katup:

  1. Letakkan pegas katup di meja / bidang yang rata
  2. Letakkan siku tepat di sisi pegas katup tersebut.
  3. Perhatikan celah antara pegas dan siku. Pegas katup yang baik adalah tidak terdapat celah antara pegas katup dengan siku, artinya adalah pegas – pegas benar – benar lurus atau tidak miring. Sedangkan bila ada celah maka lihat batas servis dari buku servis kendaraan anda.
Pemeriksaan kemiringan pegas katup



Pemeriksaan panjang pegas katup

  1. Ukur panjang pegas katup menggunakan jangka sorong (vernier caliper)
  2. Catat hasil pengukuran tersebut.
  3. Bandingkan hasil pengukuran tersebut dengan batas servis dari panjang pegas pada buku servis kendaraan anda. Bila panjang pegas melebihi batas servisnya berarti pegas masih baik, tapi jika kurang dari batas servisnya berarti pegas sudah lemah dan harus diganti.
Pemeriksaan panjang pegas katupx
Ingat pegas yang lebih pendek dari batas servis tidak berarti bisa diakali dengan cara menarik pegas itu agar panjang kembali, sebab hal ini tidak akan memberikan dampak pada kerja pegas. Pegas yang sudah rusak, walau ditarik panjang kembali tetap saja sifat pegasnya sudah mulai menurun. Untuk itu ganti saja pegas katup yang rusak dengan pegas yang masih baru. Sehingga katup dapat bekerja maksimal dalam melakukan penutupan saluran masuk dan saluran buang dengan baik dan benar – benar rapat. Memang pekerjaan pemeriksaan pegas katup ini sangat jarang dilakukan, tapi tak ada salahnya bila anda melakukan turun mesin, cobalah lihat kondisi pegas katup kendaraan anda. Atau bila saat anda mesekir katup, ceklah pegas katupnya juga.
Read More

Senin, 18 November 2013

Pengukuran Batang Katup

Pengukuran Batang Katup
Katup melakukan kerja naik dan turun dalam mesin untuk memasukan atau mengeluarkan gas dari ruang bakar. Kerja ini terjadi setiap 1 siklus atau 2 kali putaran poros engkol. BIla mesin hidup dalam putaran 1000 rpm maka katup masuk melakukan gerak naik turun sebanyak 500 kali, sedangkan katup buang juga sama melakukan 500 kali. Dengan demikian dalam 1 menit pada putaran mesin 1000 rpm artinya katup masuk dan katup buang melakukan kerja sebanyak 500 kali. Gerak naik turun ini sangat banyak dalam hitung 1 menit, bagaimana bila 1 jam atau 2 jam? Tinggal anda hitung sendiri.

Gerak naik turun katup yang terus berulang – ulang ini tentunya bukan tanpa resiko. Terjadi gesekan antara batang katup dengan bush. Tetapi gesekan ini dapat diredam dengan adanya system pelumasan, tapi tentu  saja terjadi pengikisan walau hanya sepersekian 0,001 mm. Akibatnya makin lama celah antara bushing dan batang katup pastinya bertambah besar. Untuk itulah diperlukan pemeriksaan antara batang katup dan bushing.

Celah antara bushing dan batang katup yang terlalu besar  membuat gerak naik turun katup menjadi tidak lurus. Hal ini berakibat pada  penutupan lubang keluar / masuk di kepala silinder menjadi tidak rapat, tentunya kebocoran kompresi dan langkah hisap menjadi tidak sempurna. Kebocoran oli masuk ke ruang bakar pun tak terhindari, dan asap knalpot pun keluar berwarna putih. Memang kerusakan ini belum terlalu parah, tetapi kerusakan yang lebih parahnya adalah mesin menjadi tidak hidup bila kebocoran kompresi sangat besar.

Pemeriksaan batang katup dan bushing katup membutuhkan peralatan ukur khusus yaitu
  1.  micrometer 
  2. micrometer inside. 
Pengukuran bushing dengan micrometer inside, sedang pengukuran batang katup dengan micrometer luar ( umum). Celah antara batang katup dan bushing adalah :
  •  katup masuk 0,08
  •  katup buangnya  0,10mm. 
Jika hasil pengukuran melebihi selisih ukuran di atas maka ada dua kemungkinan, batang katup yang termakan atau aus, kedua bushingnya sudah aus. Tetapi untuk  memudahkan anda dalam melakukan servis biasanya pergantian dilakukan dua – duanya yaitu katup dan bushingnya.

Read More

Rabu, 23 Oktober 2013

Menaikkan Tenga Mesin Dengan Menaikkan Kompresi Mesin

Banyak modifikasi balap yang melakukan perubahan sedikit atau besar - besaran pada sepeda motornya untuk dapat mencapai lari yang lebih kencang. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah menambah tenaga mesin sepeda motor tersebut. Ada banyak cara untuk menambah tenaga sepeda motor bisa dengan menaikkan kompresi, bahkan ada yang mengganti piston dan memapas noken as. Semuanya dilakukan untuk satu tujuan yaitu meningkatkan tenaga mesin. Tak juga ketinggalan karburator sepeda motor pun dikutik - kutik dengan memperbesar lubang masuk yang ke intake, ganti spuyer. Banyak sekali teknik modifikasi yang digunakan oleh para modifikator balap untuk mendapatkan  kecepatan yang lebih tinggi pada sepeda motor.

Salah satu penjelasan yang akan saya bahas kali ini adalah menaikkan kompresi mesin. Kompresi mesin memegang peranan paling penting untuk menghasilkan tenaga mesin yang besar. Kompresi dengan nilai yang lebih tinggi memiliki nilai panas yang dihasilkan lebih besar. Jadi saat langkah kompresi , panas yang terjadi pada campuran udara dan bensin akan semakin tinggi untuk mesin dengan kompresi yang tinggi. Tapi bukan berarti tanpa batasan. Beberapa sepeda motor ada yang berani menaikan kompresi hinggan 12,5 . Padahal standar kompresi mesin bensin adalah 9 -12. Jika perubahan ini dilakukan lebih dari rentang standar kompresi ada dua akibat . Pertama mesin jadi menggelitik. Kedua komponen mesin mudah meleleh.

Pada kasus pertama : Mesin jadi menggelitik. Panas yang berlebihan pada saat langkah kompresi dapat membuat terjadinya pembakaran awal atau ngelitik. Maksudnya adalah belum waktu yang tepat untuk terbakar , tapi campuran bensin dan udara tersebut sudah terbakar oleh panas dari langkah kompresi tersebut, padahal busi belum memercikkan bunga api listrik. Jika hal ini terjadi maka hasil ledakan menjadi tidak maksimal, karena sudah ada sebagian gas dari di ruang bakar yang terbakar lebih dulu, otomatis jumlah gas yang mau dibakar di ruang bakar sudah terbakar lebih dulu, sehingga jumlahnya sudah berkurang. 

Pada kasuk kedua: komponen mesin sudah rusak. Setiap komponen sudah diperhitungkan untuk tingkat kemampuan panas yang mampu ia terima. Jika komponen itu terlalu panas, maka pemuaian yang terjadi  menjadi lebih besar, bahkan bisa meleleh. Dalam perancangan sepeda motor, para ahli mesin sudah menghitung kemampuan komponen piston dan ring piston itu mampu bekerja dengan baik ada suhu berapa, jika lebih dari itu dikhawatirkan terjadi pemuaian yang berlebihan atau bahkan meleleh. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka banyak dijual piston dan ring piston racing. Bagi saya piston dan ring piston itu sama saja, tapi karena kemampuannya mampu bekerja pada suhu mesin yang tinggi maka dia cocok digunakan untuk racing atau balapan. Jadi pemilihan bahan dan kualitas bahan dari piston dan ring piston racing ini sangat teliti, karena ia harus mampu bekerja pada suhu mesin yang tinggi.

Jadi dalam meningkatkan kemampuan mesin salah satunya adalah menaikkan kompresi mesin. Tapi ada akibat yang harus diantisipasi kalau anda menaikkan kompresi mesin. Yaitu ngelitik atau piston dan ring piston cepat jebol. Untuk itu perhatikan rentang maksimal kenaikan kompresi dan gantilah piston dan ring piston dengan kualitas yang lebih baik, salah satunya adalah piston racing dan ring piston racing. 


Read More

Minggu, 18 Agustus 2013

Camshaft ( Poros Bubungan)

Poros bubungan adalah sebagian dari peralatan pada mesin empat langkah yang bekerja sama dengan poros engkol dalam menjalankan proses kerja motor tersebut.

Bahan :


  • Dibuat dari besi tuang
  • Baja tuang chroom nikel

Bagian - bagian poros bubungan dan gunanya:

  1. Roda gigi timing poros bubungan mendapatkan putaran dari poros engkol agar dapat mengatur dan melaksanakan pembukaan dan penutupan katup - katup, baik katup masuk maupun katup buang yang bekerja menurut proses kerja motor tersebut.
  2. Bantalan poros bubungan ( bearings), adalah bagian dari poros bubungan yang berguna untuk menempatkan dan berputarnya poros bubungan pada tempat kedudukannya baik terletak pada blok motor ataupun yang terletak pada kepala silinder motor.
  3. Bubungan ( cam ) adalah bagian dari poros bubungan yang bertugas mengadakan pembukaan dan penutupan katup.
  4. Gigi sentrik: berguna untuk memutarkan poros pompa oli.
Konstruksi poros bubungan

Konstruksi poros bubungan:

  1. poros bubungan disatukan dengan blok motor tujuannya ialah pembukaan dan penutupan katup masuk dan katup buang dilakukan oleh poros bubungan.
  2. Poros bubungan yang dipisahkan, tujuannya ialah pembukaan dan penutupan katup - katup masuk atau katup buang dibuat terpisah, yaitu satu buang poros bubungan untuk katup masuk dan satu buah poros bubungan lagi untuk katup buang.
  3. Menurut tempat kedudukan dan bekerjanya poros bubungan terdapat 2 macam: ISC ( Internal Side Camshaft) , yaitu poros bubungan ditempatkan pada blok motor, diletakkan di sisi atas dari kedudukan poros engkol. Sedangkan yang kedua adalah OHC ( overhead camshaft) yaitu poros bubungan ditempatkan pada kepala silinder motor.
Konstruksi poros bubungan
Perputaran poros bubungan didapat dari perputaran poros engkol dengan perbandingan putaran 1 : 2 artinya satu putaran poros bubungan sama dengan dua putaran poros engkol, yang dihubungkan dengan 2 sistem:
  1. Hubungan roda gigi reduksi ( Tandwiel), ialah roda gigi poros engkol dihubungkan langsung dengan roda gigi poros bubungan.
  2. Hubungan rantai (ketting), ialah roda gigi poros engkol dihubungkan oleh rantai penghubung dengan roda gigi poros bubungan. Dalam pemasangan dan penyetelan bubungan roda gigi tersebut harus diperhatikan saat membuka dan menutup dari katup ( valve timing ) menurut motor tersebut ini disesuaikan dengan langkah piston di dalam silinder tersebut.

Read More

Kamis, 15 Agustus 2013

Cara memasang kelengkapan piston di dalam silinder motor

Cara memasang kelengkapan piston di dalam silinder motor


  1. Letak dari ring gap  tidak boleh sejajar / segaris.
  2. Tanda titik di atas piston menunjukkan bahwa tanda ini haru mengahadap ke depan mesin pada waktu piston dipasang ke dalam silinder.
  3. Celah torak / piston harus berada di sebelah kanan apabila mesin dilihat dari depan.
  4. Batang pemutar yang tidak seimbang / bagian yang pendek harus menghadap pada poros utama yang terdekat.

Cara memasang kelengkapan piston di dalam silinder motor

Cara memasang kelengkapan piston di dalam silinder motor




Gangguan kelengkapan torak / piston


  1. Torak oval atau pecah
  2. Cincin torak lemah atau patah
  3. Gap / celah cincin torak terlalu besar
  4. Metal jalan gugus atau pecah.

Bentuk cara memasang komponen dan pengukuran

Posisi torak dalam silinder

Pada waktu memasang torak ke dalam silinder blok motor, tanda pengenal pada torak harus menghadap ke arah depan dari motor tersebut. Cara memasang cincin torak dan menyusun celah / gap cincin torak pada toraknya sebelum dimasukkan dalam silinder motor.

Cara memasang cincin torak

  1. Pertama – tama pasang dahulu ring pegas kemudian cincin minyak pada rumahnya, yaitu lubang paling bawah. Dengan cara menghadapkan tanda – tanda merk pada cincin torak, menghadap ke atas (top).
  2. Kemudian baru pasang bagi cincin kompresi II pada rumahnya yaitu lubang bagian tengah. Dengan menghadapkan tanda merk cincin torak menghadap ke atas.
  3. Yang terakhir pasang cincin kompresi I pada rumahnya yaitu lubang torak paling atas. Dengan menghadapkan tanda merk ke bagaian atas ( top).


Apabila cincin kompresi I dan II memasangnya terbalik maka akan mengakibatkan oli pelumas pada dinding silinder mesin tidak tersapu bersih pada waktu torak bergerak turun ke bawah, sehingga oli pelumas dapat merembes  masuk ke dalam ruang bakar. Dalam hal ini bisa menimbulkan berbagai macam gangguan pada mesin nantinya.
Cara memasang cincin torakCara memasang cincin torak
Cara menyetel / menyusun ring gap / celah torak, sebelum dimasukan ke dalam silinder mesin.

  1. Susunan cincin torak harus diatur sedemikian rupa sehingga letak ujungnya cincin torak (celah gap ) terbagi dalam 180 derajat atau merupakan segitiga sama sisi.
  2. Posisi celah / gap dari cincin torak tidak boleh sejajar / segaris melainkan harus bersilang. Sebab hal ini bisa menyebabkan kompresi mesin bocor dan minyak pelumas mesin dapat naik ke ruang bakar mesin.

Cara melepaskan dan memasang cincin torak dari toraknya.



Untuk melaksanakan pekerjaan ini jika kita tidak mempunyai alat khusus pembuak cincin torak kita dapat melaksanakan yaitu sebagai berikut:

  1. Masukkan 2 atau 3 buah plat baja tipis pada celah cincin torak tersebut.
  2. Kemudian congkellah cincin torak tersebut secara perlahan – lahan keluar dari rumahnya. Demikian pekerjaan itu dilakukan dengan sabar dan teliti. Untuk memasang cincin torak adalah kebalikan dari cara melepaskannya.
Cara melepaskan dan memasang cincin torak dari toraknya.

Cara mengukur celah / gap ujung cincin torak dengan memakai feeler gauges di dalam silinder mesin.
Cara mengukur celah / gap ujung cincin torak dengan memakai feeler gauges di dalam silinder mesin.
Cara mengukurnya:
Ambillah cincin torak yang akan dipakai, tetapi belum dipasangkan pada toraknya. Lalu masukkan cincin torak tersebut ke dalam silinder mesin dengan secara merata dalam silinder mesin tersebut. Kemudian ditekan sedikit  demi sedikit dengan menggunakan kepala torak, yaitu piston / torak dimasukkan ke dalam silinder. Dengan tujuan untuk meratakan permukaan dari cincin torak tersebut. Setelah itu torak dikeluarkan kembali dari dalam silinder mesin, sekarang ukurlah celah / gap cincin torak tersebut dengan cara memasukkan feeler gauge di antara pertemuan kedua ujung cincin torak tersebut ( celah /gap cincin torak).

Jarak celah / gap cincin torak secara umum :
Untuk cincin kompresi no.1 : 0,15 – 0,30 mm
          No. 2 :  0,25 – 0,30 mm
                   : 0,25 – 0,50 mm
Catatan : Spesifikasi celah tersebut tergantung dari type mesin bersangkutan.

Akibat – akibat celah / gap cincin torak terlalu rapat.

  1. Dinding silinder mesin cepat aus dan tergores oleh cincin torak tersebut.
  2. Cincin torak dapat cepat patah di dalam silinder mesin setelah mesin hidup.
  3. Menyebabkan torak dan cincinnya tidak dapat masuk dalam silinder motor.

Perbaikan : ujung cincin torak dikikir atau dipotong sedikit, jika perlu diganti dengan yang baru yang sesuai dengan ukurannya yang telah ditentukan.

Celah / gap cincin torak terlalu renggang.

  1. Tenaga kompresi mesin lemah / berkurang.
  2. Mesin diesel sukar untuk dihidupkan
  3. Tenaga mesin berkurang
  4. Suara mesin tidak normal. Perbaikan : ganti cincin torak baru yang sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
  5. Cara mengukur celah antara alur cincin torak dengan cincin torak.Prosedure pengukuran: Bersihkan terlebih dahulu alur – alur cincin torak sebelum mencek jarak antara cincin torak dan alurnya. Ukurlah celah antara cincin torak dengan alurnya. Gantilah torak bila ternyata celah alur tersebut berlebihan. Jarak celah alur cincin torak secara umum: Cincin kompresi no 1 : 0,05 – 0,20 mm. Cincin kompresi no 2 : 0,05 – 0,15 mm. Catatan : spesifikasi celah tersebut tergantung dari type mesin bersangkutan.
Celah / gap cincin torak terlalu renggang.

Prosedure pemasangan:

  1. Lumasi torak tersebut dengan oli mesin.
  2. Susunlah cincin torak sedemikian rupa sehingga letak ujung cincin torak terbagi dalam 180 derajat atau merupakan segitiga sama sisi. 
  3. Jepit torak tersebut dengan memakai treker plat pres tapi posisi torak harus masih bisa bergeser dengan plat pres tersebut.
  4. Masukkan torak dengan batangnya pada blok motor tersebut dengan memukul kepala torak tersebut ke dalam silinder memakian martil karet / plastik secara perlahan - lahan.
  5. Tanda panah pada kepala torak harus menghadap ke depan dan bagian kaki batang torak yang lebih panjang menghadap ke pompa penekan bahan bakar ( fuel injection pump).
  6. Masukkan torak tersebut terus ke dalam silinder blok motor sampai bantalan metal jalan terpasang pada poros engkol mesin. 
  7. Pasangkan bantalan metal jalan pada kap pangkal, kunci pada bagian bantalan harus masuk pada alurnya.
  8. Pasangkan tutup kap pangkal pada batang torak / batang pemutar dan masukkan kepala baut dan kuncilah dengan mur pengikat.
  9. Ikatlah kepala baut tersebut sesuai dengan momen pengencangan yang  telah ditentukan.
Prosedure pemasangan:Prosedure pemasangan:
Prosedur melepaskan :
  1. Bukalah mur pengikat kepala baut berikut kepala bautnya. 
  2. Lepaskan tutup kap pangkal pada dudukannya pada poros engkol mesin.
  3. Lepaskan bantalan metal jalan pada tutup kap pangkal.
  4. Keluarkan torak tersebut dari dalam silinder dengan cara memukul torak secara perlahan - lahan, sehingga kepala torak sampai kelihatan sedikit keluar dari blok mesin.
  5. Setelah torak kelihatan keluar tariklah torak tersebut dengan tangan keluar dari dalam silinder blok mesin secara perlahan - lahan.
  6. Demikianlah pekerjaan ini dilakukan satu persatu pada torak yang berada dalam silinder mesin tersebut.



Read More

Rabu, 14 Agustus 2013

Torak dan Kelengkapan

Torak (piston)
a. Bahan : Dibuat dari paduan baja alumunium tuang.
b. Guna :

  1. Untuk menghisap udara
  2. Untuk memampatkan udara.
  3. Untuk menerima dan meneruskan tenaga hasil pembakaran ke poros engkol melalui  batang pemutar (connecting rod)
  4. Untuk membuang gas – gas sisa pembakaran.

c. Konstruksi :

  • Dibagian dalam diperkuat dengan rusuk – rusuk penguat.
  • Diameter bagian atas lebih kecil daripada bagian bawah sebab bagian atas lebih banyak menerima panas.
  • Celah pada piston berguna untuk pemuaian.
Pena torak (piston pin)

a. Bahan : Dibuat dari baja campuran.
b. Guna : Untuk menghubungkan piston dengan batang pemutar
c. Konstruksi : Pada umumnya dibuat berlobang supaya ringan. 
Torak (piston)
Cincin Torak ( Piston ring)
Bahan : Terbuat dari baja tuang berbutir  halus.
Cincin torak terbagi atas 2 macam:
1. Pegas kompresi ( compresion ring)
Guna : Untuk merapatkan dinding torak dengan dinding silinder untuk mengatasi kebocoran. Untuk memampatkan udara.

2. Pegas pengikis minyak (oil ring assembly)
Guna : Untuk menyapu kelebihan minyak pelumas. Tempat yang terbuka pada cincin torak disebut ring gap gunanya untuk pemuaian.
Cincin Torak ( Piston ring)
Bentuk – bentuk ring gap terdiri atas:

  1. Sambungan lurus
  2. Sambungan berimpit
  3. Sambungan bersudut
  4. Sambungan berlidah
Bentuk – bentuk ring gap

Batang pemutar ( connecting rod)
a. Bahan : campuran baja chrom nikel atau baja yang dipadu dengan vanadium.
b. Guna  : 

  • Untuk menghubungkan torak / piston dengan poros engkol.
  • Harus dapat memindahkan tekanan yang tinggi dari torak kepada poros engkol, akan tetapi tidak boleh melentur. 
c. Bagian – bagian batang pemutar :


  • Kepala batang pemutar
  • Batang
  • Kaki batang pemutar

Pada kepala batang pemutar terdapat bos yang berhubungan dengan pena torak / piston pin. Sedangkan pada kaki batang pemutar terdiri dari 2 bagian yaitu bagian bawah yang dapat terlepas dan bagian atas bersatu dengan batang. Di antara bagian bawah dengan bagian atas terdapat bantalan metal  yang biasanya disebut orang dengan nama metal jalan. (bearing insert).
Batang pemutar ( connecting rod)
Read More

Selasa, 30 Juli 2013

Klasifikasi motor penggerak

Motor bakar ialah suatu pesawat tenaga yang dapat mengubah energi panas menjadi tenaga mekanik dengan jalan pembakaran bahan bakar.

Di dalam pembagian motor bakar kita mengenal

  1. Motor pembakaran luar ( external Combustion Engine) ialah suatu pesawat yang energinya untuk kerja mekanik diperoleh dengan pembakaran bahan bakar dilakukan di luar pesawat tersebut.
  2. Motor pembakaran dalam ( internal Combustion Engine) ialah suatu pesawat yang energinya untuk kerja mekanik yang diperoleh dari hasil pembakaran bahana bakar dilakukan di dalam silinder motor itu sendiri.

Konstruksi motor pembakaran dalam terdiri atas

  1. Konstruksi motor statis : motor yang diam di tempat yang banyak digunakan di pabrik – pabrik sebagai pembangkit tenaga listrik.
  2. Konstruksi motor dinamis : motor yang dapat bergerak berpindah tempat. Contoh : Auto mobil, sepeda motor, kapal terbang, kapal air.

Berdasarkan sistem pengapian / penyalaaan

  1. Sistem penyalaan disebabkan tekanan udara kompresi
  2. Sistem penyalaan disebabkan oleh loncatan bunga api listrik

Berdasarkan putaran motor

  1. Motor dengan putaran rendah, di bawah 600 RPM
  2. Motor dengan putaran sedang, antara 600 RPM sampai 1500 RPM.
  3. Motor dengan putaran tinggi, lebih dari 1500 RPM.

Berdasarkan sistem pendingin

  1. Sistem pendinginan dengan udara.
  2. Sistem pendinginan dengan air
  3. Sistem pendinginan dengan udara dan air.

Berdasarkan sistem pelumasan

  1. Sistem pelumasan recik ( Splash system)
  2. Sistem pelumasan tekanan ( Force Feed System)
  3. Sistem pelumasan combinasi ( Splash and Force Feed System)

Berdasarkan pemakaian, motor diesel terbagi atas 

  1. Diesel generator
  2. Diesel kapal laut
  3. Diesel pompa air
  4. Diesel Truck Auto
  5. Diesel traktor
  6. Diesel wheel loader

Berdasarkan siklus kerja

  1. 4 tak / langkah
  2. 2 tak / langkah 


Read More