Tampilkan postingan dengan label Diesel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diesel. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 November 2013

Pemeriksaan Injektor Dari Diesel

Injektor dikenal juga dengan istilah nozzle, yang berfungsi  sebagai pengabutan  solar ke dalam ruang bakar diesel. Dengan kata lain  injektor termasuk dalam sistem bahan bakar diesel. Kerja injektor  merubah wujud solar dari cair menjadi gas. Kerja injektor ini membutuhkan tekanan yang tinggi agar proses pengabutan solar baik. Agar hal itu tercapai kondisi injektor harus benar baik – baik, sehingga proses pengabutan dapat menghasilkan bentuk wujud pengabutan yang baik. Pengabutan yang tidak baik membuat solar tidak terbakar semuanya di ruang bakar. Dampak  terparahnya pernah terjadi penumpukkan  solar cair di dalam silinder mesin. Hal ini mengakibatkan  mesin tidak bisa hidup atau mogok.

Menggecek tekanan injektor

Tujuan pengecekan ini adalah   untuk mengetahui berapa tekanan yang dibutuhkan agar injektor dapat mengabut. Injektor yang mengabut pada tekanan terlalu rendah, akan membuat pengabutan menjadi tidak baik. untuk inilah biasanya dilakukan penyetelan pada injektor, ada yang menambahkan sim pada injektor di atas pegas ( terletak di dalam injektor). Dan ada juga yang memutar baut penyetelan injektor yang terletak di bagian atas dari injektor. Cara pengecekan injektor ini menggunakan alat pompa injektor tester.
Caranya:
  1. Pasang injektor pada pipa dari  pompa injektor tester.
  2. Pastikan solar terisi pada tangki pompa injektor tester.
  3. Tekan tuas pompa injektor tester. Dan baca skala penunjukkan tekanan yang ada pada pressure gauge. Tekanan untuk injektor baru = 151 – 159 kg/cm2. Tekanan injektor lama 145 – 155 kg/cm2.
  4. Jika hasil penekanan tidak sesuai dengan standar tekanan injektor maka lakukan penyetelan dengan cara menambahkan sim ke dalam injektor atau menyetel baut penyetel injektornya, sampai didapat tekanan yang standar.
Pemeriksaan Injektor Dari Diesel


 Tes kebocoran

  1. Tetap biarkan injektor terpasang pada pompa injektor tester.
  2. Tekan tuas pompa injektor tester sampai kurang lebih di bawah tekanan standar yaitu 10 – 20 kg/cm 2 di bawah tekanan standar. Jadi misalkan injektor baru lakukan penekanan di antara 131 – 141 kg/cm2.
  3. Biarkan selama 10 detik. Dan perhatikan apakah terjadi kebocoran pada injektor di bagian lubang injeksi. Perhatikan juga kebocoran di daerah sekitar sambungan nozzle dan mur penyetel. Bila terjadi kebocoran ini maka lakukan overhaul pada injektor.

Pemeriksaan Injektor Dari Diesel

Tes bentuk penyemprotan

  1. Lakukan pemompaan sesuai injektor yang dites. Untuk injektor model lama lakukan pompa tuas injektor nozzle 15 -60 kali per menit. Untuk injektor model baru lakukan pompa tuas injektor 30 -60 kali per menit.
  2. Cek bentuk pengabutan dan bandingkan seperti pada gambar berikut. Apakah bentuk pengabutan injektornya baik atau tidak
  3. Perbaikkannya adalah membersihkan injektor , bila masih tidak baik setelah dibersihkan maka harus diganti injektornya.
Dalam melakukan penyetelan injector harus memiliki tekanan yang sama untuk seluruh injector tersebut. Misal mesin 4 silinder artinya memiliki 4 injektor. Di mana ke 4 injektor tersebut harus sama tekanannya. Tekanan injector yang tidak sama membuat kerja mesin menjadi pincang atau bergetar saat hidup. 
Read More

Selasa, 10 September 2013

Reparasi dan Kalibrasi Pompa Penekan ( Bagian 2 )

Pengecekan speling pemompaan plunyer dengan dial indicator

Prosedur pengecekan :

  1. Buka mur nipel salurang bahan bakar tekanan tinggi yang menuju ke injector. 
  2. buka rumah katup pelepas
  3. Keluarkan katup pelepas dari dudukannya.
  4. Pasang kembali rumah katup pelepas.
  5. Pasang alat dial test indicator dengan jarum pengukur masuk ke dalam lubang, sedang meter pengukur dapat dibaca di bagian luar. 
  6. Putarkan nokken as pompa dengan tangan dari titik mati bawah sampai titik mati atas.
  7. Pada kedudukan plunyer bergerak ke atas yaitu pada top TMA maka alat dial test indicator menunjukkan pada angka no. Jika penunjukkan tidak nol maka alat dial harus diset supaya penunjukkan menjadi nol. 
  8. Dengan mengungkit bagian penumbuk ( tappet) maka pembacaan indicator dapat langsung kita bace speling dari pemompaan plunyer. Contoh: Menurut ketentuan celah tersebut 0,30 mm, maka selama penumbuk diungkit hasil pembacaan pada skala indicator adalah 0,30 mm. Bilamana pembacaan tersebut kurang atau lebih dari ketentuan di atas maka harus diadakan penyetelan pada baigna penumbuk ( tapper) dengan cara merobah - robah dengan menaikkan dan menurunkan baut penuetel pada aign penumbutk (tappet).
dial indicator

Pengecekan dengan mempergunakan alat 'Feeler Gauge'

Putarkan nokken as pompa sehingga nok pada kedudukan paling tinggi, dengan mengungkit atau mengakat ke atas bagian penumbuk pada kedudukan maximum maka kita dapat mengukur celah antara penumbuk dan plunyer dengan memakai alat ' Feeler Gauges"
Fuller gauge

Instrumen dan pengontrol pada bangku penguji Hartridge series 550

Bangku penguji pompa injeksi
  1. Pengukur tekanan ( DPA pressure gauge)
  2. Pengukur tekanan pemberian bahan bakar (fuel FEED Pressure Gauge)
  3. Gelas pengukur isi bahan bakar ( Test Tube)
  4. Keran pengontrol aliran bahan bakar ( Turn over plate control)
  5. Pengukur kecepatan putaran motor (tachometer)
  6. Test pengabut ( Test injector)
  7. Tiang kedudukan pengabut ( injector mount)
  8. Pengatur penghitung langkah ( Shot counter control)
  9. Kopling penggerak ( drive coupling)
  10. Cincin derajat phasing pompa ( Pump phasing degree ring)
  11. Sambungan bahan bakar naik ( fuel lift connection)
  12. Sambungan pengembalian bahan bakar ( fuel return connection)
  13. Sambungan  tekanan bahan bakar (fuel return connection)
  14. Sambungan pemberian bahan bakar ( fuel supply connection)
  15. Sambungan pembocoran bahan bakar (fuel leak - off connection)
  16. Roda pemutar pengatur kecepatan (speed control hand wheel )
  17. Saklar motor arus searah ( Motor direction switch)
  18. Katup pengontrol bahan bakar no 1 ( no. 1 fuel control valve)
  19. Katup primer DPA ( DPA priming valve)
  20. Tombol penghidup / mematikan ( Start / stop button0
  21. Katup pengontrol bahan bakar no. 2 ( no. 2 fuel control valve)
  22. Saklar tekanan isapan / pemberian bahan bakar ( Feed pressure switch )
  23. Saklar lampu dan isolasi phase tunggal ( light switch and single phase isolator)
  24. Tutup rumah panel ( Acces panel )

Pengetesan pompa penekan ( injeski ) pada bangku penguji pompa

Sudut phasing dan kalibrasi
Penyetelan dan pemeriksaan waktu pemompaan bahan bakar ( injection timing) oleh pompa injeksi dengan tujuan agar pemompaan bahan bakar dimulai dan selesai pada waktu yang tepat. Maka waktu ( timing ) pemompaan bahan bakar harus kita setel pada waktu yang sama pula. Penyetelan dimulai dengan plunyer nomor 1 dan dilanjutkan penyetelan berikutnya sesuai dengan firing order motor. 
Pompa ineksi dalam bangku penguji

A. Prosedur penyetelan sudut phasing

  1. Pasang pompa injeksi pada bangku penguji pompa dan hubungkan nokken as pompa dengan kopling penghubung pada bangku penguji
  2. Hubungkan selang tekanan tinggi pada pompa injeksi 
  3. Tempatkan batang pengatur bahan bakar ( control rod) pada posisi tengah
  4. Keluarkan udara palsu pada pompa injeksi dengan menghidupkan mesin bangku penguji
  5. Setelah udara palsu terbuang pada pompa injeksi matikan mesin bangku penguji
  6. Putarkan nokken as pompa injeksi dengan tuas tongkat untuk mendapatkan letak plunyer no. 1 pada posisi puncak ( top) atau akhir pemompaan dari plunyer. Atur / setelah lah bagian penumbuk ( tappet), sehingga mendapatkan kelonggaran (spelling) 0,5 mm.
  7. Buka mur nipel slang tekanan tinggi dan rumah katup pelepas, setelah itu keluarkan katup pelepas dari dudukannya pada tiap - tiap elemen pompa.
  8. Setelah katup pelepas ( delivery valve) terlepas maka pasang kembali rumah katup pelepas pada dudukannya, setelah itu pasang pipa - pipa sudut pada tiap - tiap elemen pompa bagian rumah katup pelepas.
  9. Hidupkan mesin penguji, sehingga solar mengalir keluar pada setiap lubang pipa sudut, dan matikan mesin penguji.
  10. Putarlah nokken as pompa injeksi dengan tuas tongkat searah putaran mesin sampai plunyer elemen no. 1 mendekati terhenti pengaliran bahan bakar yang keluar dari lubang pipa sudut. 
  11. Tahan tuas tongkat sehingga bahan bakar terhenti mengalir sama sekali dan dari pipa sudut.
  12. Atur dan luruskan tanda penunjuk pada bagian dari bangku penguji yang dapat disetel pada piring skala derajat ( pump phasing degree ring), tepatkan dengan angka (0) dari skala piring pemutar.
  13. Pekerjaan ini dilakukan pada setiap elemen pompa dan harus sesuai dengan firing order motor diesel bersangkutan. Akhir pemompaa yang dilakukan oleh plunyer pada lubang pemasuk bahan bakar ke slang tekanan tinggi harus terjadi 60 derajat + 1 derajat sesudah elemen plunyer no. 1 untuk pompa injeksi 6 elemen plunyer. Dan 90 derajat + 1 derajat sesudah elemen no. 1untuk pompa injeksi 4 elemen plunyer. 
  14. Kalau penutupan lubang pemasuk oleh plunyer terjadi di luar ketentuan ini, maka kita harus mengadakan penyetelan pada bagian penumbuk (tappet)
  15. Ulangik pekerjaan terseub semua elemen pompa,sehinga mendapatkan sudut phasing yang tepat.    
penyetelan sudut phasing

B. Pengujian Kalibrasi pompa injeksi

Sebelum kita melaksankan pengujian kalibrasi maka semua penyetelan pendahuluan harus kita lakukan yang penting antara lain:
 a. penyetelan spelling penumbuk (tappet)
b. penyetelan sudut phasing pompa injeksi

Di samping itu kita harus pula yakin bahwa tekanan pengabutan bahan bakar yang keluar dari pengabut (injector) maupun pada injeksi sendiri memenuhi syarat - syarat yang diperlukan. Di samping itu pengujian kalibrasi pompa injeksi tergantung daripada jenis pompa injeksi itu sendiri.  Tujuan kalibrasi pada pompa injeksi ialah untuk menguji hasil penyemprotan bahan bakar tiap - tiap elemen plunyer, dalam isi ( CC) bahan bakar, kecepatan putaran pompa dan langkah yang sama dari setiap elemen plunyer dan sesuai dengan data pada manual book. Untuk pengujian kalibrasi pompa injeksi ini kita ambil contoh yaitu pompa injeksi merk BOSCH dengan pompa no. PES 6 A 70 B 410 L 14 / 12

Prosedur kalibrasi pompa injeksi tanpa pengatur governor

  1. Pasang pompa injeksi pada bangku pengunji dan hubungkan slang tekanan tinggi bahan bakar melalui mur nipel pompa injeksi serta slang pengabut ( injector) tekanan tinggi.
  2. Pengecekan pertama:
    1. Gerakkan batang pengatur bahan bakar dalam keadaan maximum 12 mm.
    2. Jalankan mesin bangku penguji dan bnanglah udara palsu serta putarkan roda pengatur kecepatan ( speed control hand wheel ) dan lihatlah pada indikator pengontrol kecepatan ( tachometer) dengan penunjukkan 1500 RPM
    3. Setel penghitung otomatis langkah ( shout counter control pada skala 300 dalam hal ini penunjukkan dapat dilihat indikator tekanan aliran bahan bakar ( fuel feed pressure gauge)
    4. Putarkan kran pada posisi ON ( turn over plate control) maka bahan akan mengalir pada gelas ukuran dalam isi 14 CC per menit dan penunjukkan bahan bakar pada gelas ukurana harus sama tinggi.
    5. Tekanan pompa injeksi dapat terbaca pada indicator pressure gauge dalam satuan Kg/Cm2 atau Lb/ inch2. 
  3. Pengecekan kedua:
    1. Gerakkan control rack pada posisi stasioner 9 mm
    2. Dengan 300 langkah pemompaan pada300 RPM maka menghasilkan pemompaan 2,7 CC. Bilamana hasil pemompaan yang dicapai tidak sesuai dengan ketentuan yang diberikan pada data manual maka kita adakan penyetelan dengan merubah sikap dan posisi dari plunyer yaitu dengan cara merubah kedudukan dari gigi pemutar tabung plunyer. 
    3. Periksa hasil penyemprotan tiap elemen plunyer pada gelas pengukur sesuai dengan data spesifikasi yang diizinkan yaitu sekitar 2 - 3 %
    4. Dalam pengujian kalibrasi pompa injeksi kita harus mengetahui jenis dari pompa injeksi yang akan diuji tersebut, apakah mempergunakan pengatur governor mekanik atau governor pneumatic

Menguji kalibrasi governor mekanik

  1. Pasang mekanik governor pada dudukannya pada rumah governor
  2. Setelah pegas - pegas dari mekanik governor dengan mengeraskan mur yang ada padanya sampai maximum, dengan demikian bobot sentrifugal tidak bekerja
  3. Hubungkan lengan pengatur bahan bakar pada bagian governor melalui tuas ayunan pengatur.
  4. Dengan pegas - pegas governor terpasang pada kedudukannya yang betul dan menyetel sekrup lengan pengatur bahan bakar pada kedudukan maximum untuk menghasilkan bahan bakar yang disebut dalam data manual untuk menguji mekanik governor.
  5. Putarlah roda pengatur kecepatan pada bangku penguji pompa injeksi dengan perlahan - lahan sambil amati batang pengatur. Kecepatan putaran pompa pada saat batang pengatur mulai bergerak menuju posisi menambah pemberian bahan bakar. 
  6. Setiap penyetelan sekrup pada pengatur ( governor) satu putaran ke kiri maka putaran pompa akan berubah - ubah antara 50 - 100 RPM, disebabkan dari perubahan dari pengatur kecepatan (governor)
  7. Periksa putaran pompa injeksi sesudah tiap - tiap penyetelan, sehingga sampai kepada kecepatan putaran yang dikehendaki, hal ini biasanya terlihat jelas pada perubahan dari bobot sentrifugal pada rumah governor. Bila terdapat angka pada data manual 250 / 1500 RPM dan governor harus mengembalikan sikap lengan pengantur bahan bakar pada sikap membatasi dan mengurangi pemompaan bahan bakar. 

Menguji kalibrasi governor pneumatic

  1. Setel sekrup penyetelan bahan bakar untuk memberikan pemompaan bahan bakar yang maksimum seperti yang dinyatakan dalam data pengujian governor
  2. Kendorkan pena penahan putaran lambat melalui baut penyetel dan putarkan keluar sekrup beberapa putaran
  3. Jalankan mesin bangku penguji pompa injeksi pada kecepatan putaran yang dianjurkan pada data manual pengujian governor
  4. Jalankan pompa vakum pada mesin bangku penguji, dan tambahkan kevakuman pada ruang pengatur pompa injeksi sehingga batang control rack mulai bergerak dan catat keadaan ini.
  5. Tambah terus kevakuman udara pada ruang pengatur hingga bahan bakar berhenti mengalir ke dalam tabung penguji
  6. Bandingkan besarnya kevakuman udara yang diberikan dengan lembaran data untuk pengujian pompa injeksi 
  7. Kembalikan sekrup penyetelan bahan bakar dari keadaan maximum kepada keadaan jalan normal
  8. Setel baut sekrup penyetelan jalan lambat sampai didapat putaran stasioner yang diijinkan.


Read More

Sabtu, 07 September 2013

Reparasi dan Kalibrasi Pompa Penekan ( Bagian 1 )


Membongkar dan merakit pompa penekan bahan bakar

Sebelum sarudara melakukan pekerjaan membongkar suatu pompa penekan bahan bakar, saudara harus mempunyai peralatan perlengkapan yang cukup dan khusus untuk keperluan pekerjaan tersebut. Bilamana pada suatu pompa penekan bahan bakar tidak terdapat dan terjadi kerusakan - kerusakan berat maka sebelum melakukan pekerjaan tersebut, saudara adakan lebih dulu pemeriksaan seperlunya. 

Prosedur membongkar pompa penekan bahan bakar sistem governor mekanik

  1. Lepaskan pompa penekan bahan bakar dari dudukkannya pada mesin diesel.
  2. Bersihkkan pompa penekan bahan bakar tersebut dengan minyak solar secukupnya.
  3. Pasang pompa penekan bahan bakar tersebut pada bangku standar pemasangan.
  4. Lepaskan lengan pengatur bahan bakar (acclerator lever).
  5. Lepaskan tutup atau rumah mekanik governor
  6. Lepaskan sambungan pengatur rumah mekanik governor dan keluarkan komponen bagian dalamnya dan perhatikan bilamana terdapat pelat shim pada lengan tersebut.
  7. Lepaskan semua bagian dari mekanik sentrifugal 
  8. Putarkan nokken as pompa penekan dengan memakai alat puller dan holder flens kopling pompa. Dengan memutarkan nokken as sesuai dengan urutan pemompaan tonjolannya mengenai bagian tappet ( penumbuk pompa), maka pada bagian penumbuk tersebut ditahan di bagian atasnya dengan mempergunakan garpu penahan (insert tappet holder). Pekerjaan tersebut dilakaukan berturut - turut pada setiap bagian dari penumbuk (tappet), sehingga seluruh bagian dari penumbuk (tappet) tertahan oleh garpu penahan. 
  9. Keluarkan nokken as pompa penekan dan jangan lupa perhatikan tanda - tanda yang terdapat padanya.
  10. Rubahlah kedudukan pompa penekan dengan cara memutarkan pada bagian bangku standar pemasangan. Sehingga tempat kedudukan pompa penekan bagian bawah menghadap ke atas dan buka tutup - tutup bagian bawah tersebut. Perhatian : sebelum saudara akan melanjutkan pekerjaan tersebut, maka terlebih dahulu harus mempersiapkan tempat yang berkotak - kotak sebagai tempat penyimpanan komponen - komponen yang telah dibongkar yang satu terhadap yang lainnya. Komponen - komponen yang telah dibongkar diusahakan yang satu dengan yang lain jangan sampai tertukar, oleh sebab itu kotak - kotak penyimpanan komponen sebaiknya diberi nomor urut. Di samping itu pada waktu pembongkaran perhatikan letak kedudukan pelat - pelat shim dan jumlahnya.
  11. Miringkan pompa penekan tersebut dan lepaskan garpu - garpu penahan dan keluarkan penumbuk - penumbuk plunyer.
  12. Dengan alat khusus keluarkan setiap plunyer - plunyer dan silindernya (plunyer barrel). Masukkan plunyer - plunyer yang telah terbongkar tersebut ke dalam solar dan hati - hatilah bagian yang halus dari plunyer tidak boleh terpegang oleh tangan, jatuh / tertimpa dengan benda lain. Jika plunyer tidak direndam oleh solar akan menyebabkan karatan karena pengaruh dari kelembaban udara.
  13. Keluarkan semua pegas - pegas beserta mangkok - mangkok penahannya dan tabung pemutar plunyer (sleeve and plunyer).
  14. Dalam keadaan kedudukan pompa penekan tegak lurus, lepaskan rumah katup pelepas (delivery valve holder) beserta pegas - pegasnya. Berilah tanda pada setiap susunan komponen pompa pada tempatnya dan jangan dicampur satu dengan yang lain. 
  15. Dengan alat khusus sebagai penarik katup delivery (tool for extracting delivery valve), keluarkan katup delivery beserta dudukannya. Seperti halnya pada plunyer maka katup pelepas (delivery valve) tidak boleh disentuh atau terpegang oleh tangan.
  16. Keluarkan setiap silinder plunyer (plunyer barrel), terlebih dahulu dan lepaskan baut - baut penahannya.
  17. Susunlah kembali perlengkapan komponen pompa penekan masing - masing pada tempatnya.
  18. Keluarkan batang pengatur bahan bakar (control rod rack), sebelum mengeluarkan lepaskan terlebih dahulu baut penahan batang pengatur bahan bakar yang terdapat di belakang sisi pompa penekan.
  19. Lepaskan pompa penekan bahan bakar dari duduknya pada bangku standar
  20. Bersihkan dan cucilah komponen pompa penekan dengan minyak solar dan semprotkan dengan udara dari kompresor angin.
Prosedur membongkar pompa penekan bahan bakar sistem governor mekanik

Prosedur membongkar pompa penekan bahan bakar sistem governor mekanik

Prosedur membongkar pompa penekan bahan bakar sistem governor mekanik

Prosedur membongkar pompa penekan bahan bakar sistem governor mekanik

Prosedur membongkar pompa penekan bahan bakar sistem governor mekanik

Prosedur membongkar pompa penekan bahan bakar sistem governor mekanik



Pemeriksaan pompa penekan bahan bakar

Sesudah diadakan pembersihan secukupnya pada komponen - komponen pompa penekan bahan bakar, maka harus diadakan pemeriksaan sebagai berikut:
  1. Periksa batang pengatur bahan bakar dari kemungkinan bengkok atau aus
  2. Rumah atau tutup mekanik sentrifugal dari kemungkinan retak.
  3. Semua komponen pengatur di dalam rumah mekanik sentrifugal diperiksa untuk memungkinkan rusak atau aus.
  4. Pemeriksaan pada mekanik sentrifugal
    1. Periksa keadaan tekanan daripada pegas - pegas menurut ketentuan yang telah diberikan dari pabrik dan juga diperiksa mengenai kebengkokkan dan keausan.
    2. Bila keadaan pegas - pegas tersebut tidak memenuhi syarat yang diperlukan harus diganti dengan pegas yang baru.
  5. Nokken as pompa: periksa tinggi nok dari kemungkinan keausan, hasil pemeriksaan ini juga disesuaikan dengan petunjuk yang telah ada. 
  6. Bantalan - bantalan pompa: Periksa dari kerusakan yang terjadi pada bantalan, bilamana pada bantalan terdapat warna yang hitam seperti bekas terbakar, maka menandakan bahwa bantalan - bantalan ini menerima panas yang lebih tinggi. 
  7. Penumbuk Plunyer (Tappet) : Periksa rol pada penumbuk dan pennya dari kerusakan. Pada umumnya bilamana rusak maka akan diganti dengan satu set yang baru. 
  8. Periksa pegas - pegas plunyer dari kemungkinan bengkok atau tidak sama tinggi. 
  9. Plunyer dan silinder : pengetesan dan pemeriksaan ini dianggap sebagai suatu bagian yang tidak terpisah. Pasang plunyer dalam lubang silinder maka dia akan meluncur dalam silinder dengan beratnya sendiri. Dalam pemasangan plunyer pada silinder letak plunyer harus sesuai dengan letak pemasangan pada pompa.
  10. Periksa keadaan mangkok pegas dan tabung pemutar plunyer dari kerusakan. 
  11. Periksa gigi pemutar dan tubang pemutar plunyer jangan diadakan perubaha, bilamana keadaannya masih baik. Kedua bagian ini merupakan pasangan yang saling kerja sama.
  12. Rumah katup pelepas ( delivery valve holder) : Periksa jika terjadi kerusakan pada alur gigi tempat baut pengunci rumah katup pelepas. 
  13. Periksa katup pelepas dan kedudukan dari kemungkinan rusak atau aus dan periksa kebocoran katup tersebut dengan minyak solar apakah terjadi tetesan.
  14. Periksa keadaan kedudukan batang pengatur bahan bakar, harus dapat bergerak bebas dan ringan pada penghantarnya. 

Pemeriksaan pompa penekan bahan bakar

Merakit pompa penekan bahan bakar

Sebelum merakit kembali saudara harus melakukan analisa dan pemeriksaan pada pompa penekan bahan bakar tersebut, apakah terjadi kerusakan pada komponen - komponen pompa atau terjadi kekurangan - kekurangan yang penting kesemuanya harus dalam keadaan bersih sebelum pompa tesebut dirakit kembali. Pekerjaan merakit pompa adalah kebalikan dari membongkar pompa. 
Prosedur merakit pompa penekan bahan bakar:
  1. Batang pengatur bahan bakar ( control rod) : Tempatkan batang pengatur bahan bakar ini dalam posisi yang betul dalam rumahnya dan harus bergerak bebas ( tidak longgar) pada bantalan - bantalannya. Gerakkan ini kalau kita ukur + 150 gram.
  2. Silinder dan plunyer (barrel and Plunger): pasang kembali silinder pada tempatnya dan tahan dengan baut penahan. Tabung silinder tidak boleh berputar pada tempatnya.
  3. Katup pelepas (delivery valve) : Katup ini mempunyai sear ring yang terbuat dari tembaga dan harus diganti setiap reparasi pompa. Jangan dipergunakan seal ring dari logam lain. Dengan mempergunakan kunci momen kerasi rumah tutup katup - katup pelepas dengan kekuatan 29 lbs feet atau 4 kg m atau sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pabrik. 
  4. Gigi pemutar plunyer ( control quadrant) : Pasang gigi pemutar plunyer pada tabung pemutar plunyer. Setelah itu pasang gigi pemutar plunyer dengan gigi pada batang pengatur bahan bakar pada posisi ditengah. Dalam hal ini semua alur - alur gigi disesuaikan dalam posisi yang sama, dan harus diperhatikan tanda - tanda yang terdapat pada waktu pemasangan. Periksa gerakan batang pengatur bahan bakar ke kiri dan ke kanan, maka gigi - gigi pemutar tersebut selalu dalam posisi yang sama, maksudnya untuk mempermudah dalam melakukan kalibrasi pompa. 
  5. Plunyer dan pegas pengembali. Dengan alat yang khusus, pasanglah plunyer pada silindernya. Dalam hal ini harus saudara perhatiakn sesuatu tanda yang terdapat pada plunyer bagian bawah, untuk menyakinkan bahwa plunyer dalam posisi yang betul terhadap silinder. 
  6. Penumbuk ( tappet). Dengan mempergunakan alat yang khusus pasang kembali penumbuk - penumbuk pada tempatnya. 
  7. Dengan menekan penumbuk ke atas tahanlah penumbuk - penumbuk tersebut dengan garpu penahan. 
  8. Pasang nokken as pompa beserta bantalannya dan harus yakin bahwa tanda yang terdapat pada nokken as sudah betul atau belum kedudukannya. Melalui lubang penutup bagian bawah, periksalah keadaan nokken as maupun bantalannya apakah sudah pada posisi yang betul. Nokken as harus mempunyai gerakan bebas ke depan dan ke belakang sesuai dengan ketentuan yang ada.
  9. Dengan memutar - mutar nokken as, keluarkan semua garpu penahan penumbuk.
  10. Pasang kembali tutup - tutup bagian bawah. 
Merakit pompa penekan bahan bakar
Merakit pompa penekan bahan bakar
Setelah pekerjaan merakit pompa penekan bahan bakar selesai, sebelum pompat tersebut diuji dengan bangku pengujian kalibrasi kita harus yakin bahwa nokken as pompa dapat berputar bebas. Artinya bahwa plunyer tidak mengenai dan menyinggung bagian dari katup pelepas. Bila demikian dapat terjadi akan menimbulkan kerusakan pada plunyer maupun pada katup pelepas. Untuk mengetahui hal tersebut di atas kita mengadakan pemeriksaan celah (clearance) dari katup pelepas tersebut. 
Read More

Jumat, 06 September 2013

Sistem Bahan Bakar Diesel ( Bagian 6)

Pengabut bahan bakar

Pengabut dalam istilah lain disebutkan " injector nozzle" adalah suatu alat untuk menyemprotkan bahan bakar solar dalam hamburan - hamburan yang sangat halus (bentuk kabutan) ke dalam suatu udara yang sedang dipadatkan (dikompresi) di dalam ruang bakar silinder motor, di mana udara yang dipadatkan itu memiliki suhu yang sangat cukup tinggi. Penghamburan dari bahan bakar ke dalam udara yang bersuhu tinggi, menyebabkan bahan bakar menguap dan membentuk gas dan selanjutnya bahan bakar yang berubah menjadi gas akan terbakar.

Pembakaran bahan bakar akan menimbulkan panas yang sangat tinggi, dan panas yang tinggi akan memiliki tenaga tekanan yang sangat besar. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa motor diesel sangat cocok sekali untuk operasi peralatan yang memerlukan tenaga yang sangat besar.

Nozzle dan injector

Jenis nozzle dapat kita bagi atas:

  1. Nozzle berlubang tunggal ( single hole)
  2. Nozzle berlubang banyak ( Multi hole)
  3. Nozzle model Pintle type

Nozzle dan injector



1. Nozzle berlubang tunggal ( single hole)

Semprotan atau kabutan bahan bakar yang dihasilkan berbentuk tirus dengan sudut kira - kira 4 sampai 15 derajat yang dikeluarkan oleh ujung nozzle berlubang satu. Pembuatan yang kurang sempurna dan seksama menyebabkan semprotan bahan bakar tidak merata bila sudutnya terlalu besar, keadaan ini dapat membatasi sudut semprotan yang bisa dipakai. Karena itu nozzle berlubang tunggal dipakai pada mesin - mesin dimana bentuk ruang bakar akan menimbulkan pusaran dan karena tidak begitu membutuhkan pengatoman bahan bakar yang halus dan semprotan yang merata. 

Nozzle berlubang tunggal macam ini juga baik karena pembukaan lubang nozzle yang luas bahan dalam mesin - mesin putaran tinggi ukuran kecil, akan mengurangi gangguan karena buntunya lubang nozzle.

2. Nozzle berlubang banyak ( multi hole)

Nozzle jenis ini banyak dipakai pada motor diesel dengan penyemprotan secara langsung (direct injectie), di mana diperlukana penyemprotan bahan bakar meluas ke semua bagian - bagian ruang bakar yang dangkal. Makin banyak jumlah pembukaan semprotan bahan bakar, makin kecil tiap pembukaannya dan makin memerlukan bahan bakar yang bersih. Pembukaan lubang semprotan mempunyai diameter 0.006 in. sampai 0.033 in, dan jumlahnya dapa berbeda - beda 3 sampai 18 lubang pada mesin yang mempunyai ukuran yang besar silinder motornya.

3. Nozzle model pintle type

Nozzle jenis ini digunakan untuk motor diesel dengan sistem kamar depan dan kamar pusar, dipasang dengan katup - katup yang ujungnnya mempunyai batang atau pena yang disebut dengan " pintle" yang bentuknya disesuaikan dengan bentuk semprotan yang diinginkan. Pintle terpasang pada lubang nozzle, membentuk ruang berlingkar di mana  bahan bakar mengalir. Dengan pembentukan pena yang cocok, akan diperoleh semprotan bahan bakar yang silindris yang berlubang dengan daya tembus semprotan bahan bakar yang tinggi ataupun semprotan bahan bakar berbentuk konis yang berongga dengan sudut kira - kira 60 derajat.
Nozzle jenis pintle ini bekerja secara seragam dan teliti, gerakannya akan mencegah pembentukan kerak karbon pada ujung nozzle. Pemasangan katup - katup nozzle, katup jarum dan badan nozzle yang mengatur jalannya bahan bakar biasanya dibuat dari baja campuran yang diolah dengan pemanasan untuk mengurangi keausan katup - katup dan saluran bahan bakar dipasanga bersama - sama untuk guna mendapatkan pemasangan yang betul - betul dan tepat, dan karenanya pemasangan ini tidak dapat ditukar - tukarkan.

Nozzle model pintle type

Cara kerja pengabut ( injector nozzle)

Bahan bakar dari pompa penekan bahan bakar dengan tekanan tinggi mengalir melalui saluran bahan bakar menekan katup jarum hingga terangkat beberapa per sepuluh milimeter, melalui lubang sempit ( lubang nozzle) bahan bakar dikabutkan ke dalam ruang bakar dalam silinder motor. Bila pompa penekan bahan bakar berhenti menekan bahan bakar maka pada saat itu penyemprotan bahan bakar berhenti, menyebabkan katup jarum menutup lubang nozzle.Katup jarum menutup lubang nozzle dengan kekuatan dari tekanan pegas. Untuk mendapatkan tekanan penyemprotan bahan bakar yang dikehendaki dapat dilakukan dengan merubah - rubah sekrup pengatur. Saluran bahan bakar dan ruang dalam rumah nozzle ( nozzle body) harus selalu terisi penuh dengan bahan bakar. Bila penyemprotan bahan bakar telah selesai maka bahan bakar yang tidak ikut dikabutkan akan dikembalikan melalui penghubung saluran balik untuk seterusnya kembal ke pompa penekan bahan bakar. Bilat terjadi suatu kebocoran pada saluran - saluran bahan bakar dan udara dapat masuk ke dalam dan bercampur dengan bahan bakar, maka untuk mengeluarkan udara tersebut disediakan suatu tempat untuk mengelurkan udara palsu tersebut yang biasanya dipasang pada injector nozzle maupun pada popa penekan bahan bakar.


Pemegang pengabut kode dan artinya

Pemegang pengabut kode dan artinya
Nomor jenis tertera pada badan nozzle dari pemegang pengabut ( nozzle injector)
ND  - dibuat oleh Nippon Denso
K     - pemegang pengabut
B     - Dipasang pada silinder mesin menggunakan flens
C     - Dipasang pada silinder mesin menggunakan sekrup berulir
D     - Dipasang pada silinder mesin menggunakan sekrup berulir
A     - Pegas tekanan dapat dipasangkan dalam bagian badan dari nozzle
55
38    - dimensi pemasangan
30  
43
S      - diameter badan nozzle collar 17 mm
D     - nozzle throttle
319
1      - nomor design
2
53
Pemegang pengabut kode dan artinya

Pengujian penyemprotan bahan bakar

A. Unit peralatan tester injector nozzle

Unit peralatan tester injector nozzle

B. Prosedur pengujian penyemprotan bahan bakar solar

Prosedur pengujian penyemprotan bahan bakar solar
  1. Lepaskan injector nozzle dari silinder mesin dengan memakai alat extractor ( alat khusus) kemudian pasangkan pada alat tester injector.
  2. Pengungkit tangan ( hand tester) pada tester injector digunakan untuk mengetes dan menyetel tekanan penyemprotan bahan bakar solar yang dikeluarkan oleh injector nozzle. Tekanan penyemprotan bahan bakar antara 100 sampai 115 kg/cm2.
  3. Setela tekanan penyemprotan injector nozzle dengan merubah - rubah sekrup pengatur atas pegas penekan. Dengan merubah dan mengatur sekrup pengatur, tekanan penyemprotan bahan bakar akan berubah besarnya tekanan penyemprotan bahan bakar.
  4. Tuas pengungkit tester harus digerakkan dengan perlahan - lahan pada waktu menyetel tekanan penyemprotan bahan bakar. 
  5. Keadaan penyemprotan bahan bakar yang keluar dari lubang nozzle injector.
    1. Bahan bakar harus menyemprot dalam bentuk kerucut kira - kira 4 derajat dari garis tengah lubang nozzle.
    2. Tidak terdapat tetesan minyak setelah terjadi penyemprotan bahan bakar.
    3. Penyemprotan bahan bakar dari injector nozzle harus membentuk lingkaran pada sebuah kertas putih yang ditempatkan pada jarak 30 cm dari nozzle.
    4. Pada waktu menerima tekanan sebesar 90 kg/cm2 menurut petunjuk meteran tester, dan tidak boleh terdapat kebocoran pada dudukan nozzle.
Prosedur pengujian penyemprotan bahan bakar solar
Setelah injector nozzle ditest dengan baik menurut buku petunjuk instruksi dari pabrik mesin tersebut, dan telah sesuai hasil penyemprotan bahan bakar dan tekanan penyemprotannya, maka dapat dilakukan pekerjaan pemasangan kembali injector nozzle tersebut pada silinder mesin sesuai dengan prosedur pemasangan yang telah ditentukan. Arti kode yang terdapat pada badan nozzle menunjukkan besarnya tekanan penyemprotan bahan bakar yang keluar dari nozzle pengabut (injector nozzle).

Gangguan - gangguan pada pengabut (injector nozzle)

  1. Lubang - lubang yang terdapat pada rumah mulut injector buntu.
  2. Jarum pengabut ( needle valve) macet pada rumah mulut injector
  3. Jarum pengabut dengan kedudukannay kurang merapat.
  4. Jarum pengabut terbuka terus.
  5. Terangkatnya jarum pengabut tidak sempurna
  6. Terangkatnya jarum pengabut pada tekanan penyemprotan bahan bakar tidak tepat.
Cara mencoba injector nozzle masih memenuhi syarat untuk dapat dipakai adalah sebagai berikut:
Injector nozzle dilepaskan dari kedudukan pada motor, kemudian injector tersebut ditest di luar motor tersebut.Motor starter dijalankan, maka injector akan menghamburkan bahan bakar dalam pancaran yang tertutup, bahan bakar yang dikabutkan oleh injector dalam keadaan terputus - putus dan berlangsung sedemikian cepatnya tanpa dari mulut injector terdapat tetesan bahan bakar. 

Read More

Rabu, 04 September 2013

Sistem Satuan Internasional

Satuan besar dalam ilmu alam merupakan hasil perjanjian yang dituangkan dalam suatu sistem, yang disebu dengan ' system international' atau disebut juga dengan sistem MKS singkatan dari Meter, Kilo dan Sekon atau sistem CGS singkatan dari Centi, Gram dan Sekon

Sistem satuan yang banyak dipakai

Sistem Panjang


  • 1 inch = 25,4 mm = 2,54 cm = 0,0833 feet = 0,025 meter
  • 1 foot = 12 inch = 0,305 meter = 30, 48 cm = 0,333 yard
  • 1 yard = 36 inch = 3 feet = 0,914 meter
  • 1 meter = 39,37 inch = 3,281 feet  = 1,094 yard
  • 1 kilometer = 1000 meter = 0,612 mile
  • 1 mile = 1,6093 km = 5280 feet = 1760 yard
  • 1 Nautical mile = 1,852 km = 60,80 feet


Satuan luas


  • 1 cm2 = 0,155 in2 = 100 mm2 = 0,0001 m2
  • 1 meter2 = 1,196 yard 2 = 10,764 feet2
  • 1 inch2 = 645,163 mm2 = 0,0069 feet2 = 6,4516 cm2
  • 1 foot2 = 929,03 cm2 = 144 inch2 =0,1111 yard2
  • 1 yard2 = 0,8361 m2 = 1,296 inch2 = 9 feet2
  • 1 acre = 0,405 hectare = 8,840 yard2
  • 1 kilometer2 = 0,386mile2 = 100 hectare


Satuan isi ( volume)


  • 1 cm3 = 0,001 dm3 = 0,6102 in3 = 1000 mm3
  • 1 dm3 (1liter) = 61,026 in3 = 0,03531 ft3 = 1000 cm3
  • 1 meter3 = 1000 dm3 = 1,30795 yard3 = 35,3146 feet3
  • 1 inch3  = 0,0164 dm3 =16,3871 cm3
  • 1 foot3 = 28,316 dm3 = 0,02832 m3 = 1.728 in3
  • 1 american gallon = 231 in3 = 3,7854 liter = 0,8327 imperial gallon = 4.546 liter
  • 1 Imperial gallon = 277,4 in3 = 277,4 in3 = 4.546lieter = 1,2009 American gallon = 0,1604 ft3
  • 1 American barrel = 158,98 liter = 5,6138 feet3 = 42 American gallon =9,702 in3


Satuan Berat


  • 1 ounce (oz) = 28,35 grammes
  • 1 pound (lb) = 0,454 kiogramme = 0,009 cwt
  • 1 hundredweight (cwt) = 112 lbs = 50.802kg
  • 1 kg = 2.2046 lbs = 0.01dz = 1000 grammes
  • 1 quintal (dz) = 100 kg = 220.5 lbs
  • 1 Metric ton = 1000 kg = 0.98421 American longton = 1.1023 american short tons = 2.204,6 lbs
  • 1 English ton = 1 american longton = 1.12 american short ton = 1.01605 metric ton = 2240 lbs
  • 1 american short ton = 0.89286 english ton = 0.89286 american longton = 0.090718 metric ton = 2000 lbs


Satuan - satuan Tenaga dan Panas


  • 1 horse power (hp) = 550 foot pounds per second = 0.746 kw = 1.014 metric horse power = 76.04 kg m/s = 634 kg calories / hour
  • 1 metric horse power = 542 foot pounds per second = 0.736 kw = 0.986 horse power = 75 kg m /s = 632 kg calories / hour
  • 1 kw = 1000 watts = 1340 hp = 1359 mhp = 737 foot pounds per second = 102 kg m/ s
  • 1000 Btu = 252 kg calories = (large calories) = 0.393 horse power hour = 0.398 metric horse power hour = 0.293 kilowatt hour
  • 1000 kg calories (large cal.) = 3968 Btu = 1.559 horse power hour = 1.580 metric horse power hour = 1.163 kwh
  • 1kwh = 3.411 Btu = 1.340 hph = 1.360metric horse power hour = 859.6 kg calories (large calories)
  • 1Btu/lb = 0.555 kcl/kg


Sistem satuan tekanan (pressure)


  • 1 pascal = 0,0075 mmHg= 1N/m2 = 10dyn/cm2
  • 1Kpa = 0,2953 in Hg = 1.000 pascal = 0,145 lb/in2 = 7,5006 mmHg = 0,0102 Kg/cm2 = 0,0098 atm
  • 1 bar = 750 mmHg = 100Kpa = 106 dyn / cm2
  • 1 atmosfir = 760 mmHg = 101,32 KPa = 1,0132 bar = 29,92 in Hg = 1,033 Kg/cm2 = 14,696 lb/in2
  • 1 inch Hg = 25,44 mm Hg = 0,345 Kg/cm2 = 0,032 atm
  • 1 kg/cm2 = 735,55 mm Hg = 14,223lb/in2 = 0,967 atm
  • 1 lb/in2 (PSI) = 51,714 mm Hg = 0,070 kg/cm2 = 0,068 atm = 2,036 in Hg = 6.894,7 pascal = 144 lb/ft2


Read More

Jumat, 30 Agustus 2013

Sistem Bahan Bakar Diesel ( bagian 5)

Saringan bahan bakar

Guna untuk menyaring bahan bakar solar dari pompa masuk / feed pump selanjutnya bahan bakar yang sudah bersih disalurkan menuju pompa penekan bahan bakar ( fuel injection pump). DI dalam saringan ini semua kotoran – kotoran yang berbentuk padat akan memisahkan dirinya dari bahan bakar solar tersebut. Saringan ini merupakan penyaringan terakhir dari bahan bakar solar sebelum masuk menuju ke pompa penekan bahan bakar. Saringan bahan bakar solar itu terdiri dari sebuah rumah, yang mana di dalamnya terdapat sebuah elemen saringan yang terbuat dari anyaman kawat tembaga yang sangat halus sekali dan di antaranya terdapat lapisan bulu kempa. Lapisan bulu kempa itu mempunyai kemampuan yang besar sekali untuk menahan kotoran yang sangat halus sekali.
Saringan bahan bakar

Pemeriksaan saringan bahan bakar

Setelah mesin bekerja selama 250 jam atau telah menempuh 2000 km, saringan bahan bakar harus dibersihkan secara menyeluruh. Buka baut sumbat (1) sehingga bahan bakar keluar seluruhnya dari rumah saringan. Selanjutnya sekerup pembuangan udara diputar berikut baut pengunci, sehingga tutup atas dan rumah saringan dapat dipisahkan. Kemudian keluarkan elemen saringan dari rumah saringan, jika elemen saringan telah keluar dari rumah saringan maka pegas penekan mengadakan tekanan sehingga lubang untuk jalan bahan bakar menuju ke pompa penekan bahan bakar tertutup. Tujuan untuk mencegah kotoran masuk pada saat pembersihan elemen saringan. Jika bahan elemen penyaring telah kotor harus dibersihkan memakai bensin atau minyak tanah, jika telah rusak harus diganti dengan yang baru.

Pada tutup samping atas (5) yaitu sekrup untuk tempat mengisi bahan bakar setelah saringan bahan bakar dibersihkan. Pada saat mengadakan pengisian bahan bakar sekrup pembuang udara palsu dikendorkan gunanya untuk membuang udara palsu pada instalasi system bahan bakar motor diesel.
Pemeriksaan saringan bahan bakar

Pompa isap bahan bakar ( feed pump / transfer pump)

Pompa ini berguna untuk menghisap bahan bakar solar dari tangki bahan bakar selanjutnya menekan bahan bakar tersebut menuju saringan. Pompa ini berguna untuk menghisap bahan bakar solar dari tangki bahan bakar selanjutnya menekan bahan bakar yang sudah bersih dari saringan bahan bakar tersebut diberikan ke pompa penekan bahan bakar. 

Pompa isap bahan bakar untuk motor diesel terdapat 3 macam:

  1. Bekerja menggunakan plunyer
  2. Bekerja menggunakan membran / diafragma
  3. Bekerja menggunakan daun rotor untuk pompa jenis rotary.

Pompa isap bahan bakar jenis plunyer

Pompa isap bahan bakar ini terpasang di sisi dari pompa penekan bahan bakar dan pompa isap itu digerakkan langsung oleh nokken as pompa penekan bahan bakar.
Pompa isap bahan bakar jenis plunyer
Pompa isap bahan bakar jenis plunyer

Prinsip kerja pompa isap bahan bakar jenis plunyer

Prinsip kerja pompa isap bahan bakar jenis plunyer
Pada gambar (1) plunyer bergerak turun ke bawah, bahan bakar dihisap melalui katup (H) dan mengisi ruangan di atas plunyer. Gerakan plunyer ke bawah menyebabkan bahan bakar yang terdapat di bawah plunyer terdesak melalui saluran D dan E menuju ke saringan bahan bakar solar dan selanjutnya ke pompa penekan bahan bakar, desakan bahan bakar ini disebabkan adanya tekana pegas spiral dari plunyer. Pada gambar 2, plunyer bergerak ke atas didorong oleh nok dari nokken as pompa penekan bahan bakar. Gerakan ke atas dari plunyer, mengakibatkan bahan bakar di atas plunyer terdesak ke atas, menyebabkan katup (H) tertutup dan katup (F) terbuka. Selanjutnya bahan bakar mengalir keluar melalui katup (F) menuju ruangan di bawah plunyer (D). Dan apabila plunyer itu bergerak kembali ke bawah disebabkan ditekan oleh pegas spiral, maka bahan bakar solar yang terdapat di bawah plunyer akan terdesak untuk keluar melalui saluran D dan E menuju saringan bahan bakar dan selanjutnya menuju ke pompa penekan bahan bakar solar. Demikianlah cara kerja pompa isap bahan bakar secara terus menerus. 

Apabila hasil dari pemompaan bahan bakar solar yang dihasilkan pompa isap lebih besar dari yang dibutuhkan dan diperlukan oleh pompa penekan bahan bakar ( fuel injection pump), dalam putaran mesin stasioner / lambat. Menyebabkan bahan bakar yang berlebihan ini yang terdapat di bawah plunyer akan mengangkat plunyer ke atas, mengakibatkan pompa isap bahan bakar tidak bekerja, lihan gambar 3. Setelah persediaaan bahan bakar solar pada saringan bahan bakar dan pada pompa penekan berkurang berarti tekanan di bawah plunyer berkurang, menyebabkan plunyer akan bekerja kembali seperti biasa yaitu akan menghisap bahan bakar dan memompakan bahan bakar solar ke saringan bahan bakar selanjutnya ke pompa penekan bahan bakar (fuel injection pump).

Pompa isap jenis membran

Pada saat motor berputar, kruk as memutarkan nokken as pompa penekan bahan bakar. Nokken as dari pompa bahan bakar akan  menggerakkan pengungkit, sehingga membrane dapat bergerak ke atas dan ke bawah. Bergeraknya membrane dari atas ke bawah, di atas membrane terjadi vakum sehingga bahan bakar solar dari tangki dapa terhisap masuk menuju ruang bahan bakar di atas membran. Setelah bahan bakar terhisap masuk ke dalam pompa isap, membrane bergerak kembali dari bawah ke atas, sehingga bahan bakar solar terdesak menutup katup isap dan membuka katup desak. Terbukanya katup desak bahan bakar solar terdesak melalui katup yang terbuka mengalir menuju saringan bahan bakar solar selanjutnya menuju ke pompa penekan bahan bakar (fuel injection pump).

Demikianlah cara kerja pompa isap bahan bakar jenis membran secara terus menerus. Apabila hasil dari pemompaan bahan bakar yang dihasilkan oleh pompa isap lebih besar dari yang dibutuhkan dan diperlukan oleh pompa penekan bahan bakar (fuel injection pump), dalam putaran mesin stasioner / lambat. Menyebabkan bahan bakar yang berlebihan akan menekan membran ke bawah melawan tegangan pegas, mengakibatkan pompa isap bahan bakar tidak bekerja. Setelah persedian bahan bakar solar pada saringan bahan bakar dan pada pompa penekan bahan bakar berkurang menyebabkan pegas kana mengembalikan kedudukan membran seperti semula yaitu akan menghisap bahan bakar solar dari tangki dan memompakan bahan bakar solar ke saringan bahan bakar solar, selanjutnya ke pompa penekan bahan bakar (fuel injection pump).


Pompa isap jenis membran
Keterangan :
  1. Sambungan saluran keluar bahan bakar menuju saringan bahan bakar
  2. Bola baja dan katup searah
  3. Ruang bahan bakar
  4. Kedudukan pegas kerja
  5. Pegas
  6. Pegas katup searah
  7. Pegas katup searah
  8. Katup searah pemasukan bahan bakar dari tangki bahan bakar
  9. Membran / diapram
  10. Pengukit
  11. Nokken as dari pompa penekan bahan bakar.


Read More

Sistem Bahan Bakar Diesel ( bagian 4)

Cara membuang udara palsu pada pompa penekan bahan bakar

  1. Kendorkan sekrup pembuangan udara palsu
  2. Gerakkan lengan plunyer dengan cara mengungkit plunyer tersebut memakai obeng. Jika bahan bakar yang telah tercampur dengan udara telah keluar semua melalui sekrup pembuang udara maka kencangkan kembali sekrup tersebut. Dengan telah keluarnya udara palsu pada sistem bahan bakar maka motor diesel baru dapat dihidupkan. Jika udara ikut tercampur pada bahan bakar menyebabkan motor diesel sangat sukar untuk dihidupkan.
Cara membuang udara palsu pada pompa penekan bahan bakar


Kopling penyetel pompa penekan bahan bakar 

Alat ini berguna untuk meneruskan putaran dari roda gigi pompa penekan bahan bakar ( pump gear) yang berputar bersama mesin kepada poros dari pompa penekan bahan bakar. Selain dari itu, guna kopling penyetel saat penyemprotan solar pada injector nozzle. Kopling penyetel yang digunakan pada pompa penekan bahan bakar dengan pengatur kecepatan sistem kevakuman udara, biasanya ditambahkan alat yang disebut " automatic timer", yang kerjanya adalah sama dengan pengatur pengapian pada distributor yang digunakan pada motor bensin.

Kopling penyetel terdiri dari:

  1. Kopling pengikat poros pompa penekan bahan bakar. Pada alat ini terdapat tanda - tanda R ( retard ignition) yang artinya penyetelan diperlambat dan L ( lower ignition) yang artinya penyetelan dipercepat.
  2. Piring penghubung yang terbuat dari bahan fiber. Gunanya untuk mengikat kedua kopling penyetel.
  3. Kopling pengikat poros roda gigi pompa yang ikut berputar bersama mesin. Pada alat ini dilengkapi baut pengikat yang gunanya untuk menyetel dan menetapkan saat penyemprotan bahan bakar dari injector nozzle. Dan juga terdapat skala pembagian derajat, masing - masing berjarak 3 derajat. 
Pada ketiga bagian kopling penyetel tersebut dilengkapi dengan tanda - tanda nol ( 0 ) dan harus dihubungkan secara berurut pada saat pemasangan pompa penekan bahan bakar. Apabila waktu penyemprotan bahan bakar ke  dalam ruang bakar tersebut dapat dilakukan dengan penyetelan pada kopling tersebut.
Kopling penyetel pompa penekan bahan bakar

Pemakaian kopling penyetel

Apabila motor diesel hidup dan memberikan tanda - tanda pengapian terlambat ( Na Onstekking), maka kopling penyetel harus disetel kembali menjadi pengapian yang normal dengan cara sebagai berikut:
  • Mengendurkan baut pengikat pelat penyetel 
  • Memutarkan poros pompa searah dengan putaran poros pompa itu sendiri sedikit atau seperlunya.
  • Mengeraskan kembali baut pengikat pelat penyetel.
Sebaliknya, jika pada motor diesel terjadi pengapian terlalu cepat ( Voor Onstekking), maka pompa harus disetel kembali menjadi pengapian normal dengan cara sebagai berikut:
  1. Mengendurkan buat pengikat pelat penyetel
  2. Memutarkan poros pompa tersebut berlawanan arah dengan putaran poros itu sendiri atau seperlunya.
  3. Mengeraskan kembali baut pengikat pelat penyetel

Automatic timer

Automatic timer dipakai pada motor diesel putaran tinggi yang digunakan untuk kendaraan mobil. Di mana sistem pengaturan kecepatan putaran pompa menggunakan jenis kevakuman udara. Timer automatis menggunakan gaya sentrifugal dari gerak putaran motor untuk memajukan saat pembakaran dan memperlambat saat  pembakaran dalam ruang bakar motor sesuai dengan kecepatan putaran motor. Timer automatis terdiri dari dua buah bobot sentrifugal, penutup dan flens bergerak. Flens dihubungkan dengan poros penggerak roda gigi pompa injeksi pada penguncinya yaitu bagian yang menonjol pada permukaan flens. Sedangkan Hub dipasangkan pada poros nok pompa injeksi dengan memakai pengikat mur.
Automatic timer

Penyetelan Timing Injeksi pada Motor Diesel

Putarlah roda flywheel sesuai dengan arah putaran mesin sampai piston pada silinder pertama dalam posisi di atas ( Top Dead Centre). Pada saat putaran mesin terasa berat, hal ini menunjukkan adanya kompresi di mana kedua katup menutup penuh. Roda flywheel diputar lagi sedikit sehingga garis tanda TDC atau FB pada pully peredam putaran harus berimpit / segaris dengan tanda garis tetap di body motor. Luruskan tanda ( -- ) pada kopling pengikat poros pompa dengan tanda ( --) pada kopling pengikat poros roda gigi pompa yang ikut berputar bersama mesin. Dengan sudah lurusnya kedua tanda ( --) pada kedua kopling menunjukkan bahwa pompa penekan sudah siap untuk menyemprotkan bahan bakar pada silinder no. 1.

Sekarang putarlah roda flywheel ke arah kebalikkan putaran mesin dan cocokkan garis tetap yang ada di bodi motor dengan tanda ( --) pada pully peredam putaran dan menunjukkan angka 24 derajat. Kemudian kendorkan baut penyetel timing dan setelah kopling poros pompa - pompa dengan cara memutarkan kopling tersebut, searah putaran mesin dengan mengambil posisi sebelum TMA. Sampai tanda ( --) pada kopling pengikat poros pompa segaris dengan tanda (--) pada kopling pengikat poros roda gigi pompa, setelah selesai baru baut penyetel timing kita keraskan kembali. Dan mesin bila di start akan hidup, bila semua penyetelan mesin sudah baik termasuk penyetelan celah katup, pembuangan udara palsu, sirkulasi sistem bahan bakar bekerja dengan baik.
Penyetelan Timing Injeksi pada Motor Diesel
Setelah mesin hidup kita melihat asap gas sisa - sisa pembakaran yang keluar dari lubang knalpot.

  • Apabila asap yang keluar berwarna hitam kebiruan yang berarti pembakaran terlalu cepat 
  • Apabila asap yang keluar berwarna abu - abu keputihan yang berarti pembakaran terlalu lambat.
  • Apabila asap yang keluar berwarna hitam bergumpal - gumpal yang berarti oli pelumas naik ke atas ke ruang pembakaran.
Pembakaran motor diesel yang baik bila asap yang keluar tidak berwarna terlalu menyolok yaitu perpaduan antara hitam dan putih. Untuk mengatasi hal ini maka kopling penyetel pompa harus disetel kembali, untuk mendapatkan pembakaran yang baik.

Daftar saat injeksi beberapa mesin diesel

Diesel peter ............................................. 24 derajat sebelum TMA
Ford D - Series ....................................... 20 derajat sebelum TMA
Isuzu diesel .............................................. 23 derajat sebelum TMA
Mercedes Benz OM 352 ......................... 18 derajat sebelum TMA
Colt Diesel ............................................... 18 derajat sebelum TMA

Gangguan - gangguan pada pompa penekan bahan bakar

1. Di dalam pompa penekan bahan bakar terdapat udara

Udara harus dikeluarkan dari keseluruhan instalasi pompa penekan bahan bakar. Kesalahan yang disebabkan oleh masuknya udara pada saluran bahan bakar perlu diperhatikan. Masuknya udara pada saluran bahan bakar dapat menyebabkan bahan bakar solar tidak dapat mengalir dan tidak menghasilkan pemompaan bahan bakar solar ke injector.

2. Pompa penekan bahan bakar tidak dapat memberikan jumlah bahan bakar yang merata dalam tiap - tiap pemompaan.

Pada umumnya penyebab ini adalah katup pelepas / delivery valve di atas plunyer dari elemen pompa penekan bahan bakar dalam keadaan tergantung atau berkemungkinan juga keadaan plunyer tergantung. jadi gangguan disebabkan oleh penggunaan bahan bakar yang tidak bersih ( kotor). Elemen pompa penekan bahan bakar harus dibongkar dan dibersihkan. Adanya pengotoran dalam penekan bahan bakar disebabkan saringan bahan bakar yang kotor menyebabkan bahan bakar yang masuk ke dalam pompa penekan membawa kotoran.

3. Pompa penekan bahan bakar memberikan jumlah bahan bakar yang sedikit sekali.

Pengatur kecepatan (governor) tidak dapat mempengaruhi secara tepat terhadap kerja dari pompa penekan bahan bakar. Umpamanya pegas yang terdapat pada alat pengatur itu atau komponen perlengkapan yang tidak bekerja.

4. Datangnya bahan bakar tidak cepat.

Keduduka nokken as pompa penekan perlu diperiksa, bila perlu disetel kembali sehingga dapat ditepatkan saat bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar motor.

5. Pompa penekan bahan bakar menekan bahan bakar boros.

  • Penyetelan pengatur kecepatan tidak tepat
  • Pegas dari elemen pomap tegang. 
Read More

Selasa, 27 Agustus 2013

Sistem Bahan Bakar Diesel ( Bagian 3)

Arti kode yang terdapat pada badan pompa penekan bahan bakar.

Nomor model terdapat pada badan pompa penekan bahan bakar agar mudah dikenal, penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Buatan Jepang Nippon denso
ND - FP / KS 22 AC 47
                E
         D          B


  • ND -  dibuat oleh Nippondenso
  • FP - Feed pump ( pompa masuk / transfer pump)
  • K   - Single acting pump
  • S    - Model ruang kecil
  • E   - Dapat digerakkan oleh nok eksentrik
  • D   - Double action piston
  • 22  - Diameter piston
  • A   - Ukuran pompa penekan bahan bakar
  • C   - Terbuat dari besi tuang
  • 47  - Nomor design
  • B   - Menunjukkan perubahan design

2. Buatan Bosch 
Arti kode P E S 6 B 420.
  • P   - Pompa
  • E   - Excentric
  • S   - Flange
  • 6   - Jumlah elemen pompa
  • B   -  Medium size
  • 420 - Nomor design
RP. 25o / 150 : berarti governor dengan kecepatan stasioner dan maximum.

RPV : berarti governor dengan semua kecepatan putaran.

3. Buatan Bosch

Arti kode : Pes 6 A 410
  • P - pompa penekan bahan bakar
  • E - Sumbu nok di dalam
  • S - tipe model
  • 6 - jumlah elemen pompa
  • A - jenis pompa sedang ( small size )
  • 410 - nomor design
4. Buatan Bosch 
Arti kode : BPE 6 B 90 S 420
  • B - buatan British ( Inggris)
  • P - pompa penekan bahan bakar
  • E - Sumbu nok di dalam
  • 6 - Jumlah silinder
  • B - jenis pompa ukuran medium
  • 90 - diameter plunyer 9,0 mm
  • S - model konstruksi
  • 4 - posisi sumbu nok
  • 20 - posisi govenor
5. Buatan Jepang pabrik Nippondenso
Arti kode : ND - PES 6 A 70 B 312 RS 75
  • ND - Nama pabrik, yakni nippondenso
  • P    - Pompa penekan bahan bakar
  • E    - Pompa penekan mempunyai nokken as
  • S    - Terdapat flens pada rumah pompa
  • A    - Ukuran pompa small size
  • 70   - diameter plunyer dalam mm ( 70 berarti 7mm)
  • B    - menunjukkan perubahan design
  • 3    - Notch dibuat di bagian ujung kiri nokken as pompa penekan bahan bakar
  • 4    - Notch dibuat di bagian ujung kanan nokken as pompa penekan bahan bakar
  • 1    - Governor dipasang di bagian kiri rumah pompa 
  • 2    - Governor dipasang di bagian kanan rumah pompa
  • 0    - Tanpa timer 
  • 1    - Timer dipasang di bagian kiri rumah pompa
  • 2    - Timer dipasang di bagian kanan rumah pompa 
  • L   - berputar ke kiri ( dilihat dari drive end)
  • R   - berputar ke kanan ( dilihat dari drive end)
  • RS 75 - nomor design ( nomor pembuatan pompa)

Pompa penekan bahan bakar sistem kevakuman ( pneumatic control system)

Gaya pengaruh sistem kevakuman udara ini adalah turunnya tekanan udara yang disebabkan oleh pengaruh kecepatan udara yang mengalir lewat pipa venturi di dalam saluran manifold masuk. Govenor pneumatik terdiri ata sebuah membran / diafragma yang berhubungan dengan dua ruangan, ruangan depan disebut ruang atmosfir yang berhubungan dengan udara atmosfir dan dihubungkan oleh tuas gas dan batang pengatur bahan bakar, sedang ruang belakang disebut ruangan vakum berhubungan dengan ruangan venturi di dalam manifold masuk. Hubungan antara kedua ruangan tersebut melalui pipa vakum. Setiap perubahan kedudukan katup gas di antara putaran stasioner dan beban penuh maka membran itu akan menemukan sikap relatifnya. Bila tekanan kevakuman dalam ruangan vakum meningkat membran akan menggerakkan batang pengatur bahan bakar ( pump control rod) ke arah pengiriman bahan bakar sedikit. Bila tekanan kevakuman menurun dalam ruang vakum maka pegas dapat menggerakkan kembali batang pengatur bahan bakar ke arah pemberian bahan bakar yang lebih banyak. 
Sistem Bahan Bakar Diesel ( Bagian 3)



Cara kerja pengatur kevakuman udara ( pneumatic governor)

Bila mesin tidak berputar, batang pengatur bahan bakar dalam keadaan kedudukan maksimum. Bila mesin mulai dihidupkan, kevakuman akan terjadi pada saluran masuk ( venturi control). Maka kevakuman yang terjadi pada ruangan vakum mampu untuk melawan tegangan pegas utama. Karena di ruangan lain dari pengatur yaitu raungan atmosfir berhubungan dengan tekanan udara luar menyebabkan membran bergerak dari kedudukkan maksimum ke minimum pada putaran stasioner. Bilamana katup gas lebih terbuka, kevakuman akan bertambah selanjutnya batang pengatur bahan bakar akan memutarkan plunyer guan menghasilkan penekanan bahan bakar ke nozzle pengabut dengan kabutan bahan bakar yang  maksimum pada ruang bakar motor. Bila motor mau dimatikan tombol stom ditarik sampai nol kembali / stasioner.
Sistem Bahan Bakar Diesel ( Bagian 3)
Read More

Sistem Bahan Bakar Motor Diesel ( Bagian 2 )

Bagian - bagian dari elemen pompa penekan bahan bakar

Keterangan:
A - Saluran pengeluaran bahan bakar
B - Katup penyetop
C - Pegas katup pelepas
D - Katup pelepas / delivery valve
E - Cincin mangkuk / washer
F - Kedudukan katup pelepas / delivery valve seat
G - Silinder tempat kedudukan plunyer
H - Plunger

  • Plunger dan silinder kedua bagian ini harus selalu bekerja sama, plunger bergerak naik dan turun pada silinder dan silinder bekerja sebagai torak.
  • Jenis plunger : 
    • jenis type normal
    • jenis type counter helix plunger
Kedua tipe plunger ini sama pekerjaannya hanya berbeda caranya.
  • Silinder mempunyai 2 buah lubang:
    • Lubang pintu pemasukan ( inlet port)
    • Lubang pintu simpangan / pembocoran ( spill port)
Keterangan lanjutan :
J - Tempat pengunci plunger / pelat pemutar
K - Tabung pemutar plunyer
L - Batang pengatur bahan bakar 
M - Packing karet
N - Cincin mangkok / washer
O - Gigi pemutar plunger
Sistem Bahan Bakar Motor Diesel ( Bagian 2 )


Prinsip kerja pompa penekan bahan bakar

Pada motor diesel tiap - tiap silinder motor tersebut biasanya mempunyai satu kelengkapan pompa penekan bahan bakar umpama motor 1 silinder mempunyai 1 buah kelengkapan pompa penekan bahan bakar, dan untuk motor 4 silinder mempunyai 4 kelengkapan pompa penekan, demikian pula untuk motor  6 silinder dan seterusnya. 
Sistem Bahan Bakar Motor Diesel ( Bagian 2 )
  • Plunger bertugas menekan bahan bakar menuju ke nozzle pengabut melalui katup pelepas dan pipa bertekanan tinggi. Bahan bakar ini ditekan oleh plunger dengan tekanan yang tinggi. 
  • Pada waktu plunger bergerak ke bawah katup pelepas tertutup, pintu masuk dan pintu simpangan terbuka. Pintu masuk berhubungan dengan saluran pemasukan bahan bakar sedangkan pintu simpangan mengembalikan sisa bahan bakar yang tidak dikabutkan untuk kembali ke tangki lagi. Pada waktu plunger bergerak ke atas pintu masuk dan pintu simpangan tertutup, sedangkan katup pelepas terbuka dan bahan bakar yang masuk dalam silinder plunger seakan - akan bahan bakar tersebut dipotong oleh plunger dan ditekan ke atas menuju katup pelepas selanjutnya menuju ke nozzle pengabut, pada pengabut ini bahan bakar yang bertekanan tinggi ini akan mengangkat bagian jarum nozzle yang tirus pada bagian dalam dari nozzle pengabut.
Selanjutnya bahan bakar dapat dikabutkan ke ruang bakar dari motor dalam bentuk partikel - partikel yang sifatnya mudah terbakar. Langkah dari plunger selalu tetap, tetapi langkah pemompaan berbeda - beda hal  ini tergantung pada posisi dari plunger itu sendiri. Pada keadaan tidak memompa bahan bakar plunger langsung berhubungan dengan saluran simpangan.

Pengaturan banyaknya bahan bakar yang disemprotkan

Pada bagian bawah dari batang plunger terdapat pelat pemutar, yaitu pelat yang menghubungkan plunger dengan tabung pemutar. Tabung pemutar plunger dihubungkan dengan batang pengatur bahan bakar, gerakan batang pengatur bahan bakar ( control rod) ke kiri dan ke kanan untuk mengatur banyak sedikitnya bahan bakar yang dikabutkan oleh nozzle pengabut. Dengan kata lain, panjang langkah pemompaan plunger di dalam silinder selalu konstan, tetapi dengan memutarkan plunger dalam silinder tersebut dapat diatur banyaknya bahan bakar yang dipompakan oleh plunger.
Sistem Bahan Bakar Motor Diesel ( Bagian 2 )
Di samping itu dengan memutarkan posisi plunger tersebut, plunger dapat pula tidak menghasilkan pemompaan bahan bakar. Pada gambar dapat diliha alur tegak pada plunger berhubungan dengan pintu masuk maka pemompaan bahan bakar oleh plunger dihasilkan posisi maksimum. Sedangkan bila plunger diputar dan alur tegak menjauh dari pintu masuk yaitu pada posisi di tengah akan menghasilkan pemompaan bahan bakar yang normal. Bila plunge diputar dan alur tegak menjauh dari pintu masuk yaitu pada posisi berhubungan dengan pintu simpangan / pembocoran maka plunger tidak menghasilkan pemompaan bahan bakar dan mesin akan berhenti / stop sebab bahan bakar tidak ada yang dipompa karena bahan bakar tersebut dibocorkan.

Pompa penekan bahan bakar sistem mekanik sentrifugal (mechanical governor assembly)


Pompa penekan bahan bakar ini terpasang pada sisi samping blok motor dan diputarkan langsung oleh poros engkol mesin dengan  memakai hubungan putaran roda gigi ataupung hubungan putaran rantai yang khusus untuk menekan bahan bakar hingga ke nozzle pengabut ( injector nozzle). Pompa penekan bahan bakar menurut gambar adalah terdiri dari suatu rumah pompa bahan bakar yang dibuat daripada bahan campuran alumunium,di mana terdapat 6  buah elemen pompa untuk motor diesel 6 silinder.

Masing - masing elemen pompa penekan digerakkan oleh sebuah cam / nok poros pompa ( pump camshaft). Di salah satu ujung dari cam poros pompa itu dilengkapi oleh alat pengatur pusingan jenis sentrifugal ( fly wheight). Setiap elemen pompa menerima minyak bahan bakar solar dan mengambil hubungan kepada saringan bahan bakar dan bagian yang lainnya berhubungan dengan pipa saluran yang menuju ke tangki persediaan bahan bakar. Jumlah putaran motor diesel adalah tergantung daripada jumlah banyaknya bahan bakar yang dikabutkan oleh nozzle pengabut. Dalam putaran motor yang cepat bahan bakar yang dikabutkan oleh nozzle pengabut adalah lebih banyak daripada waktu putaran motor lambat. Pada putaran motor yang cepat memerlukan lebih kurang 80 mm 3 bahan bakar, sedangkan dalam waktu putaran motor lambat memerlukan lebih kurang 20 mm 3 bahan bakar. Jadi putaran dari motor diesel - diesel diatur dengan jalan menambah atau mengurangi jumlah bahan bakar yang dikabutkan ke dalam ruang bakar silinder motor.

Untuk menambah dan mengurangi pengabutan dari bahan bakar itu diatur oleh batang pengatur bahan bakar ( control rod). Pada tiap - tiap elemen pompa penekan bahan bakar terdapat suatu komponen yang dikenal dengan nama plunyer. Dengan memutarkan plunyer ke kiri ataupun ke kanan, maka bahan bakar yang disalurkan oleh pompa penekan bahan bakar ke alat nozzle pengabuat dapat diperbanyak atau dipersedikit, sehingga putaran motor dapat dipercepat atau diperlambat. Batang plunyer digerakkan oleh sebuah tabung pemutar yang bekerja sama dengan batang pengatur bahan bakar. Selanjutnya batang pengatur bahan bakar digerakkan oleh sebuah batang tuas gas atau pedal gas. 

Untuk memperoleh adanya keseimbangan dalam putaran motor, pada waktu tuas gas digerakkan dalam posisi menggerakkan bahan bakar diperbanyak dan dipersedikit dan sebaliknya dikontrol oleh bobot pusingan. Bobot pusingan / fly weight gunanya mencegah terjadinya kecepatan motor berkelebihan dan mengendalikan kecepatan putaran motor maksimum dan minimum.  Bila kecepatan putaran motor bertambah maka bobot pusingan akan terlempat keluar sambil menarik batang pengatur bahan bakar mengambil posisi mengurangi jumlah bahan bakar yang dikirimkan ke nozzle pengabut. Bila putaran motor diperlambat bobot pusingan bergerak ke arah dalam, selanjutnya mengubah sikap batang pengatur bahan bakar mengambil posisi ke arah sikap bahan bakar lebih banyak. 

Sistem Bahan Bakar Motor Diesel ( Bagian 2 )
Sistem Bahan Bakar Motor Diesel ( Bagian 2 )

Read More

Minggu, 25 Agustus 2013

Sistem Bahan Bakar Motor Diesel (Bagian 1)

Proses pembakaran motor diesel terjadi di dalam ruang bakar silinder motor dengan pengabutan sejumlah bahan bakar solar yang disemprotkan menentang udara bertemperatur tinggi. Pengabutan bahan bakar dengan sempurna dimungkinkan oleh suatu nozzle pengabut ( injector nozzle), yang ditempakan dengan moncongnya menghadap ke dalam ruang bakar silinder motor. Udara bersuhu tinggi dihasilkan oleh gerakan piston dalam langkah pemampatan ( kompresi) sehingga pada suatu batas tekanan tertentu, timbul pencentusan pembakaran sendiri dan berlangsunglah pembakaran yang tiba - tiba ( mendadak). Jadi pada motor diesel tidaklah diperlukan cetusan bunga api listrik dari luar semacam busi pada motor bensin. Bahan bakar diesel terdiri dari cairan minyak bumi dengan viskositas berat jenis dan mutu pembakaran yang berbeda dengan bahan bakar bensin. Untuk motor putaran tinggi biasanya dipakai ' Avtur' yaitu jenis minyak yang lebih mendekati mutu bensin, sedangkan motor - motor putaran rendah menggunakan solar atau minyak tanah sejenisnya.
Sistem Bahan Bakar Motor Diesel (Bagian 1)


Kelengkapan sistem bahan bakar motor diesel

Pada gambar di bawah ini memperlihatkan kelengkapan sistem bahan bakar sebuah motor diesel 6 silinder. Sistem bahan bakar terdiri dari nozzle pengabut ( injector nozzle), pompa penekan bahan bakar, saringan solar, pompa masuk / pompa pemindah bahan bakar, tangki solar, pipa masuk, pipa tekanan tinggi, pipa sisa bahan bakar, governor dan timer. 

Sistem Bahan Bakar Motor Diesel (Bagian 1)


Fungsi komponen - komponen sistem bahan bakar motor diesel:
  • Tangki solar gunanya untuk tempat persedian bahan bakar solar. Di dalam tangki tersebut biasanya terdapat saringa bahan bakar.
  • Pipa masu gunanya untuk mengalirkan bahan bakar solar dari tangki menuju pompa masuk / pompa pemindah bahan bakar.
  • Pompa masuk gunanya untuk menghisap bahan bakar solar dari tangki bahan bakar tersebut selanjutnya menekan bahan bakar tersebut menuju saringan solar.
  • Saringan solar gunanya untuk menyaring bahan bakar solar dari pompa masuk selanjutnya bahan bakar solar yang sudah bersih disalurkan menuju pompa penekan bahan bakar (fuel injection pump).
  • Pompa penekan bahan bakar ( fuel injection pump) gunanya untuk menekan bahan bakar solar menuju ke nozzle pengabut. Bahan bakar yang dialirkan dari pompa penekan bahan bakar menuju ke nozzle pangabut tersebut mempunyai tekanan tinggi.
  • Pipa bertekanan tinggi gunanya untuk mengalirkan bahan bakar yang mempunyai tekanan tinggi dari pompa penekan bahan bakar menuju nozzle pengabut.
  • Nozzle pengabut / injection nozzle/ injector nozzle gunanya untuk menyemprotkan bahan bakar solar dalam bentuk kabut yang sifatnya mudah terbakar pada ruang bakar motor.
  • Governor gunanya untuk mengatur keseimbangan putaran mesin, sesuai dengan banyak dan sedikitnya bahan bakar yang dihasilkan oleh pompa penekan bahan bakar yang diberikan pada nozzle pengabut.
  • Timer gunanya untuk menentukan saat penyemprotan bahan bakar pada nozzle pengabut.

Pompa penekan bahan bakar (fuel injection)

Pompa penekan bahan bakar adalah suatu kelengkapan mesin yang mempunyai tugas untuk menekan bahan bakar solar menuju ke nozzle pengabut serta membaginya bahan bakar tersebut ke setiap silinder / ruang bakar motor sesuai dengan urutan penyemprotan (firing order) dari mesin bersangkutan pada waktu dan jumlah yang tepat. Berdasarkan dari sirkulasi bahan bakar maka pompa penekan bahan bakar ada yang dilengkapi dengan pompa pemindah bahan bakar ( transfer pump ) bila tangki bahan bakarnya jauh di bawah mesin, tetapi bila tangki bahan bakarnya di atas mesin tanpa pompa pemindah.
Sistem Bahan Bakar Motor Diesel (Bagian 1)

Sistem Bahan Bakar Motor Diesel (Bagian 1)

Berdasarkan jenisnya pompa penekan bahan bakar untuk motor diesel dapat dibagi dalam tiga macam yaitu:
  1. Pompa penekan bahan bakar sistem sentrifugal ( governor system) , menggunakan bobot sentrifugal / bobot pengimbang.
  2. Pompa penekan bahan bakar sistem vacum ( pneumatic system)
  3. Pompa penekan bahan bakar sistem rotary, bekerja secara berputar dengan menggunakan batang pemutar.

Read More