Tampilkan postingan dengan label Chasis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chasis. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

Cara Pemeriksaan Kopling

Kopling adalah komponen kendaraan yang berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin ke transmisi. Selain itu juga kopling berfungsi untuk memutuskan putaran dari mesin ke transmisi, agar proses perpindahan perseneling dapat dilakukan dengan mudah. Dengan demikian fungsi kopling pada kendaraan sangatlah penting sekali. Perawatan kopling dan pengecekan kopling harus dilakukan dengan teliti dan seksama agar kerja kopling dapat maksimal. Banyak permasalahan yang timbul akibat kerja kopling tidak baik, umumnya adalah kopling selip dan susah pindah gigi. Maka dari itu mari simak penjelasan cara pemeriksaan kopling , dalam hal ini adalah pemeriksaan kopling mobil tipe diafragma.

Pemeriksaan keausan kampas 

pemeriksaan keausan kampas kopling



Alat yang digunakan adalah jangka sorong atau vernier kaliper. Jika ketebalan kampas sudah melewati batas servis, maka gantilah kampas kopling. Kampas kopling yang sudah aus dapat mengakibatkan kopling selip.

Pemeriksaan keolengan kampas.pemeriksaan keolengan kampas kopling

Alat yang digunakan dial indicator, dan mesin bubut sebagai dudukan untuk memutar kampas. Kampas yang melengkung, membuat kampas menjadi oleng saat berputar, untuk itu diperlukan pemeriksaan keolengan kampas kopling. Kampas kopling yang sudah oleng membuat kampas koplign tetap berputar, saat pedal kopling diinjak. Dengan kata lain kopling tidak benar – benar netral saat pedal kopling diinjak. Akibatnya proses perpindahan gigi perseneling menjadi susah.

Pemeriksaan keolengan flywheelpemeriksaan keolengan flywheel

Alat yang digunakan dial indicator saja. Pemeriksaan ini ditujukan sama seperti pemeriksaan keolengan kampas. Flywheel yang oleng membuat proses pemutusan kopling menjadi tidak sempurna, yang berakibat proses perpindahan gigin perseneling pun terganggu.

Pemeriksaan pilot bearing

pemeriksaan pilot bearing

Pilot bearing adalah bearing yang terletak di lubang tengah flywheel. Pilot bearing ini sebagai tumpuan dari ujung input as transmisi. Pilot bearing yang rusak, membuat putaran poros input transmisi tersendat. Dan akibatnya kampas kopling pun tersendat atau tertahan. Yang dirasakan oleh pengemudi adalah kopling selip. Padahal selipnya ini bukan karena kampas tipis, melainkan  karena poros input yang tersendat putarannya. Akibat lainnya adalah kampas menjadi cepat habis. Jadi bila anda ganti kampas kopling, tapi kopling masih selip. Maka masalahnya ada pada pilot bearing.

Pemeriksaan keausan diafragma

pemeriksaan keausan pegas diafragma

Pada ujung pegas diafragma terjadi gesekan antara pegas diafragma dan release bearing. Dan keausan yang terjadi harus diperiksa, guna memantau apakah release bearing masih berfungsi dengan baik. Jika hal ini dibiarkan maka masalah yang timbul adalah timbul suara berisik pada saat pedal kopling diinjak. Selain itu sirip dari pegas diafragma bisa patah kalau dibiarkan terus menerus.

Pemeriksaan release bearing

pemeriksaan release bearing

Pemeriksaan ini dilakukan secara manual dengan cara menekan release bearing dan memutarnya. Dalam kondisi ditekan release bearing harus dapat berputar dengan halus, bila tidak maka harus diganti. Kerusakan release bearing dapat membuat bunyi berisik saat pedal kopling diinjak dan keausan pada ujung pegas diafragma. Selain itu juga dapat mematahkan sirip dari pegas diafragma.

Pemeriksaan kopling yang benar , akan membuat kerja kopling menjadi sempurna dan baik. Untuk itu harus dilakukan oleh mekanik yang sudah ahli agar kerusakan kopling dapat dideteksi dengan benar. Kopling tidak melulu  hanya rusak kampasnya saja, tapi juga bisa karena kampas oleng dan lain sebagainya seperti pemeriksaan di atas. Tenaga mesin akan disalurkan dengan maksimal bila kopling bekerja dengan baik. Sebab analisa kopling yang salah dapat membuat kerugian pengeluaran biaya. Harga kampas kopling terbilang mahal sekitar 2 juta bisa lebih tergantung mobil yang diservis. Untuk itu serahkan perbaikan kopling kepada bengkel dan mekanik yang ahli benar dalam hal perbaikan kopling.



Read More

Rabu, 23 Oktober 2013

Pentingnya Penyetelan Rantai Sepeda Motor

Pernahkah anda menyetel rantai sepeda motor Anda sendiri? Rantai sepeda motor adalah penerus putaran dari transmisi ke roda belakang. Hampir semua sepeda motor menggunakan rantai untuk meneruskan putaran dari transmisi hingga roda. Sedangkan untuk sepeda motor matic sudah tidak menggunakan rantai lagi, melainkan sabuk atau belt. Fungsinya yang cukup penting ini, membutuhkan perawatan dan pemeriksaan secara berkala. Tak jarang terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh rantai putus atau bahkan nyangkut di antara garpu belakang dan tromol roda. Untuk itu minimnya sebulan sekali rantai sepeda motor harus dicek kekencangannya. Menurut pedoman servisnya kekencangan rantai sepeda motor adalah 3,5 – 5 cm. Jadi rantai sepeda motor tidak boleh terlalu kencang atau terlalu kendor. Rantai yang terlalu kencang, membuat rantai rentan putus. Sedangkan rantai yang terlalu kendor, membuat rantai mudah lompat dari satu mata gigi ke mata gigi lainnya. Untuk itulah penyetelannya harus sesuai dengan standar servis.

Dalam melakukan penyetelan rantai sepeda motor, pada garpu roda belakang terdapat garis – garis yang berada di lubang baut as roda belakang. Garis – garis ini harus imbang antara kiri dan kanan. Bila garis kanan 2 , maka garis yang kiri juga harus 2. Begitu seterusnya. Namun untuk menyetel ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Karena setelah garis pas, belum tentu setelan rantai merata pada semua putaran. Pernah saya alami rantai sepeda motor sudah pas setelannya. Namun setelah saya putar pelan – pelan hingga satu putaran, ternyata ada posisi di mana rantai sangat tegang. Mau tidak mau saya kendorkan lagi setelan hingga posisi rantai tegang itu menjadi kendor. Namun akibatnya ketika rantai diputar lagi,  posisi rantai yang lain menjadi sangat kendor.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Sebelum menyetel rantai sepeda motor, anda juga harus tahu pada tromol roda belakang terdapat karet yang dipasangkan untuk meredam hentakan dari gear roda belakang. Karet ini akan rusak seiring dengan sering dipakai berjalannya sepeda motor. Karet yang sudah mati membuat hentakan dari gear belakang tidak diredam lagi. Untuk memeriksanya sangatlah mudah , yang perlu dilakukan adalah menggerakkan gear roda belakang, sementara roda belakang ditahan supaya tidak bergerak. Jika gear roda belakang bergerak terhadap tromol, maka bisa dipastikan bahwa karet peredam ini sudah rusak dan harus segera diganti. Memang tidak menjadi masalah kalau tidak mau diganti. Tapi hal ini membuat anda kesulitan untuk mendapatkan setelan rantai sepeda motor. Dan masalah kedua adalah rantai sepeda motor akan menjadi cepat aus.

Jadi sangat sederhana dan sepele hal ini , tapi memang jarang orang memperhatikan mengenai perawatan rantai sepeda motor. Dan sudah sering saya melihat orang terjatuh karena rantai sepeda motornya putus dan tersangkut, yang akibatnya roda belakangnya mengunci. Jadi tak bisa dianggap sepele perawatan rantai sepeda motor, karena ini lebih menyangkut pada nyawa anda sendiri.  Kalau kerusakan pada mesin, maka akibat yang ditimbulkan umumnya adalah mesin mati dan mogok. Akibat yang anda rasakan adalah perjalanan menjadi terhambat, tapi tidak berhubungan langsung dengan keselamatan diri anda sendiri. Jadi perhatikan perawatan rantai sepeda motor anda dan gantilah karet tromol yang rusak.


Read More

Senin, 21 Oktober 2013

Ban

Ban merupakan bagian yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Ban menggelinding dengan putaran tertentu selama mobil berjalan. Oleh karena itu permukaan ban harus cukup kasar sehingga tidak mengakibatkan selip. Tekanan ban harus diperhatikan pula. Keausan permukaan ban juga harus sedemikian rupa sehingga tidak mempengaruhi jalannya mobil. Ban yang sudah aus sering menyebabkan selip sehingga sering menimbulkan kecelakaan. Ban yang tekanannya terlalu rendah akan menimbulkan gesekan  yang cukup besar dengan permukaan jalan sehingga akan banyak tenaga motor yang hilang. Ban yang digunakan pada mobil umumnya terdiri dari ban luar dan ban dalam. Ban luar berfungsi untuk pelindung ban dalam sendangkan ban dalam berfungsi sebagai tempat menahan udara. Tekanan udara di dalam ban antara 28 sampai 100 psi. Tapi ada juga ban dengan tekanan udara antara 15 sampai 28 psi yang banyak digunakan pada mobil jenis sedan yang mengutamakan kenyamanan penumpangnya. Ban dengan tekanan rendah tersebut sering disebut dengan ban jenis baloon. Keuntungan ban jenis baloon adalah diameternya dapat dibuat lebih kecil, ukuran lebih besar, dan dinding lebih tipis. Ban dalam mempunyai ukuran volume lebih kecil dari ban luar. Apabila diisi dengan udara sampai pada tekanan yang ditentukan volume ban dalam akan bertambah sampai 30 % dari volume semula. Jika ban dalam mempunyai volume yang terlalu kecil maka ketika diisi udara pemuaiannya terlalu besar sehingga ban akan tertarik mengembang atau merenggang terlalu tinggi sehingga jika tertusuk benda tajam akan robek lebih besar. Hal ini akan sulit ditambal. Ban dalam yang terlalu besar akan mempengaruhi keseimbangan roda karena ban dalam terlipat di dalam ban luar ketika diisi udara. Bagian lipatan tersebut relatif lebih berat dari pada bagian yang lainnya. Setiap ban dalam dilengkapi dengan sebuah pentil yang berfungsi untuk katup searah udara masuk sehingga udara yang sudah diisikan tidak dapat keluar dengan sendirinya, kecuali karena bocor atau karena katup tersebut dibuka.

Ban

Ban



 
Ujung pentil ditutup dengan sebuah katup untuk mencegah bagian dalam pentil terkena kotoran. Tidak semua ban memiliki ban dalam. Bagian dalam dari ban terdapat suatu lapisan tipis yang menutupi seluruh permukaan dalam dan ujung bibir dari pada ban sehingga dapat mencegah kebocoran. Keuntungan ban ini adalah bobotnya lebih ringan sehingga gaya inertia ban tersebut lebih kecil, panas yang ditimbulkan lebih kecil karena tidak ada gesekan antara ban dalam dan ban luar, dan jika terjadi kebocoran karena tertusuk paku ban ini akan *menambal sendiri* karena adanya lapisan khusus yang bersifat self healing.

Pemeriksaan dan perawatan:

  • Periksa keausan permukaan ban. Ban yang sudah aus sekali harus diganti karena mudah selip dan mudah pecah.
  • Periksa tekanan ban dengan alat khusus atau dilihat langsung.
    1. Tekanan ban terlalu tinggi akan mengakibatkan bagian tengah ban cepat aus.
    2. Tekanan ban terlalu rendah akan berakibat pinggir ban cepat aus.
  •  Agar keausan merata maka lakukan pemindahan ban seperti contoh pada gambar berikut.
rotasi ban tekanan angin ban

Mengganti ban :

  1. Gemboskan ban dengan membuka pentil
  2. Tekan pinggir ban sampai ban terlepas dari peleknya. Apabila terlalu kuat melekat pada pelek gunakan alat khusus menekan (misalnya kompresor).
  3. Lepaskan ban dari pelek di sisi yang lain dengan cara yang sama.
  4. Jika semua pinggiran ban sudah bebas dari pelek, pasangkan roda di atas tyre change atau penahan yang bisa menjamin ban agar tidak goyah waktu dilepas.
  5. Berikan paslin atau air sabun kental di semua pinggiran ban.
  6. Ungkit keluar sebagian dari ban dengan menggunakan pengungkit dan putar sampai ban terlepas dari pelek.
  7. Keluarkan ban dalm untuk mencegah agar tidak kena pengungkit sehingga bocor.
  8. Pada posisi yang sama lepaskan bagian sebelah lainnya.
  9. Untuk memasangnya, masukkan salah satu sisi ban luar ke dalam pelek dan berilah semacam talk untuk mencegah ban dalma melekat pada ban luar.
  10. Masukkan ban dalam dengan hati – hati. Pasang pentil pada lubang pelek dengan tepat.
  11. Masukkan sisi ban lainnya ke dalam pelek dengan pengungkit.
  12. Isikan udara dengan tekanan yang diizinkan
  13. Periksa dan setel keseimbangan roda tersebut.

Catatan :

Ban harus segera diganti jika retak atau sangat aus, demi keselamatan.

Membaca kode pada ban dan pelek mobil:

Pembacaan kode pada ban dan pelek mobil perlu diketahui. Hal ini akan sangat membantu saat kita membeli ban baru atau pelek. Berikut ini contoh kode ban dan pelek yang sering dijumpai di pasaran.
Kode pada ban : 6,40 – 13
Berarti lebar ban : 6,40 inci
Diameter dalam : 13 inci

Kode pada ban : 10.00 -20
Berarti lebar ban : 10 inci
Diameter dalam : 20 inci


Kode pada ban : 183/70. R 13 84 Q
Berarti lebar ban : 183 mm
Tinggi ban/ lebar ban : 70%
Ban termasuk radial : R
Diameter dalam ban : 13 inci
Angka kekuatan ban : 84
Indek kecepatan : Q

Kode pada ban : 11 R 22.5 146/143 K
Berarti lebar ban : 11 inci
Ban termasuk jenis ban radial : R
Diameter dalam ban : 22,5 inci
Angka kekuatan ban untuk ban tunggal – 146, sedangkan untuk ban ganda – 143
Indek kecepatan : K

Kecepatan maksimum yang diperbolehkan untuk ban tersebut juga dicantumkan dengan kode S, H, atau V. Kode tersebut untuk ban diagonal dan ban radial mempunyai batas kecepatan yang tidak sama.
Untuk ban diagonal:
S = kecepatan maksimum yang diijinkan 175 km/ jam
H = kecepatan maksimum yang diijinkan  200 km/ jam
V = kecepatan maksimum yang diijinkan 200 km/jam
Untuk ban radial:
S = kecepatan maksimum yang diijinkan 180 km/jam
H = kecepatan maksimum yang diijinkan 210 km/jam
V = kecepatan maksimum yang diijinkan > 210 km/jam

Contoh untuk kode ban yang disertai dengan batas kecepatan maksimum yang diijinkan :
155 SR 12
Lebar ban = 155mm
Diameter roda = 12 inci
Konstruksi = radial
Kecepatan maksimal = 180 km/jam

145 HR 13
Lebar ban 145 mm, diameter roda 13 inci, konstruksi radial, kecepatan maksimal 210 km/jam

645 S 13
Lebar ban 645/100 inci,  diameter roda 13 inci, konstruksi diagonal, kecepatan maksimal 175 km/jam

135 SB 14
Lebar ban 135 mm, diameter 14 inci, konstruksi diagonal, kecepatan maksimal 175 km/jam
ukuran ban
Pelek ada dua macam, yaitu pelek utuh dan pelek terbagi. Pelek utuh digunakan pada kendaraan kecil seperti sedan dan jeep. Pelek terbagi dgunakan pada kendaraan berat seperti truk dan bis.
Kode pada pelek utuh
Contoh ;  6 J x 15 H2
Lebar mulut pelek – 6 inci
Bentuk tanduk – J
Bentuk dasar pelek – x
Diameter pelek – 15 inci
Bukit pengaman – H2

Kode pada ban pelek terbagi:
Contoh : 8,5 – 25
Lebar mulut pelek – 8,5 inci
Diameter pelek – 25 inci

ukuran pelekmacam pelek
Read More

Bantalan Roda

Fungsi dari bantalan roda adalah untuk memperkecil gesekan perputaran antara poros dan rumahnya atau sebaliknya. Oleh karena fungsinya yang demikian maka sebuah bantalan roda harus tahan terhadap keausan karena bantalan roda secara terus menerus berputar. Jika sudah aus berarti harus diganti. Bantalan roda juga harus tahan terhadap karat dan mempunyai koefisien gesek yang kecil sehingga kerugian tenaga akibat gesekan relatif kecil. Syarat lain yang harus dipenuhi oleh bantalan roda adalah mampu bekerja pada temperatur tinggi dan mampu berfungsi tanpa diberi pelumasan. Kedua syarat terakhir sangat perlu karena poros yang berputar akan naik terus suhunya, dan pelumasan pada bantalan agak sulit dikerjakan. Apabila harus sering dilumasi maka hal itu bukan suatu pekerjaan yang mudah. Bantalan roda dalam jangka waktu tertentu harus dilumasi sekurang – kurangnya pada saat dibongkar atau diganti. Pelumasan bantalan roda umumnya cukup dengan vet yang juga berfungsi untuk menjaga kotoran agar tidak masuk ke dalam cincinnya, di samping untuk mencegah keausan dan menurunkan gesekan. Bagian – bagian utama dari sebuah cincin luar, elemen gelinding, cincin dalam sangkar, yaitu elemen gelinding peluru bola, silinder, busur, dan kerucut. Bantalan peluru bola biasanya dipakai pada sistem penggerak roda depan. Bantalan ini tidak dapat disetel. Jika terjadi kelonggaran maka harus segera diganti dan tak perlu dilumasi. Pada bantalan jenis ini sudah terisi vet khusus yang tertutup sil. Jenis bantalan rol silinder sama dengan jenis bantalan peluru roda. Tidak dapat disetel dan tak perlu dilumasi. Bantalan ini digunakan pada aksel rigid yang menggerakkan roda. Bantalan yang dapat disetel dan dilumasi adalah bantalan jenis kerucut. Biasanya digunakan pada naf yang tidak menggerakkan roda.

Bantalan jarum

Bantalan jarum
 

Pemeriksaan, penyetelan, dan perawatan:

  1. Dongkrak mobil dan pasang penyangga.
  2. Periksa kelonggaran roda. Goyangkan roda dengan kedua tangan pada posisi tangan atas dan bawah. Apabila ada kelonggaran ketika roda digoyangkan dan rem tidak diinjak pada saat roda digoyang maka hal itu berarti kelonggaran terletak pada sistem suspensinya.
  3. Jika kelonggaran terletak pada bantalannya, lepas tutup naf.
  4. Lepas pen pengunci dan keluarkan penutup pengunci.
  5. Keluarkan mur penyetel dan naf.
  6. Keluarkan bantalan luar, ring tekan, sil dan bantalan.
  7. Cuci bantalan dengan solar sampai bersih.
  8. Periksa keausan pada bantalan. Bantalan yang bernoda – noda harus diganti.
  9. Beri  vet pada bantalan sampai merata dan penuh, juga pada naf dan sil yang baru.
  10. Pasang naf pada aksel naf dan keraskan sedikit mur penyetel bantalan sampai terasa tidak ada kelonggaran.
  11. Pasang roda dan kontrol lagi kelonggaran bantalan.
  12. Pasang penutup kunci. Cari posisi yang cocok untuk pemasangan pen pengunci.
  13. Pasang pen pengunci yang baik dan bengkokkan kedua ujungnya demi keamanan.
Bantalan Roda

Urutan pemasangan bantalan roda depan

Urutan pemasangan bantalan roda depan


Read More

Selasa, 15 Oktober 2013

Roda Belakang Sepeda Motor Ngebuang

Saya pernah mengalami sepeda motor membuang roda belakangnya. Kenyamanan dalam berkendaraan menjadi tidak enak banget. Yang mengerikan adalah roda belakang menjadi selip dan otomatis saya tidak berani melaju dengan kecepatan tinggi. Paling - paling saya hanya berani memacu sepeda motor dengan kecepatan 60 km/ jam. Lebih dari itu saya takut sepeda motor tergelincir. Roda belakang sangat terasa membuang pada saat melaju di jalan berbatu atau penuh kerikil. Hal ini pun membuat saya untuk menyelidiki kerusakan yang terjadi pada sepeda motor. Awal analisa saya mengira bearing roda belakang saya sudah aus atau rusak, dan saya pun menggantinya dengan bearing roda baru. Tapi hasilnya nihil, roda belakang tetap saja membuang. Lalu saya pikir mungkin shockbreker belakang saya mati, maka saya pun berpikir harus menggantinya. Namun saya membatalkan niat tersebut, karena saya belum punya uang. 

Memang ban luar roda belakang saya masih baru, tapi ban luar roda depan saya sudah botak. Untuk itu saya berpikir mengganti ban luar roda depan dulu. Maka ban luar roda depan saya ganti dan alhasilnya adalah  bagus. Roda belakang tidak membuang lagi. Tapi sayangnya saya mengganti roda depan dengan ban luar dari roda belakang. Masalah baru pun muncul. Setelah sebulan saya pakai bearing roda depan hancur. Benar - benar hancur, sampai - sampai semua bola dalam bearing roda depan rontok. Saya berpikir ini mungkin disebabkan karena gaya gesek di roda depan jadi lebih besar, hal ini disebabkan ban luar yang tidak standar, sehingga bearing saya yang kena. Akibatnya pun masalah lama kembali terjadi, roda belakang saya kembali membuang.

Saya pun mengganti bearing roda depan dengan yang baru, tapi ban luar tidak saya ganti, alias masih tetap pakai ban luar roda belakang. Dan apa yang terjadi ? Ternyata dalam tempo 1 bulan kemudian bearing roda depan saya hancur lagi. Untuk itulah maka saya putuskan untuk mengganti roda depan dulu, dengan ban luar yang standar. Tapi memang hal ini belum saya lakukan karena terbentur masalah biaya untuk pembelian ban luar yang baru.

Dari pengalaman ini saya mendapat pelajaran, bahwa mengganti ban luar dengan ukuran yang tidak standar, hanya akan menyebabkan masalah baru atau kerusakan baru pada sepeda motor. Tapi mungkin hal ini berbeda, jika perubahan ban luar diikuti dengan ukuran  pelek yang diganti juga. Saya pikir jika pelek saya diganti dengan ukuran pelek roda belakang, mungkin tak akan jadi masalah bila saya pasang ban luar roda belakang di roda depan. Semoga anda bisa memetik pelajaran dari pengalaman saya ini.
Read More

Jumat, 11 Oktober 2013

Transmisi otomatis

Transmisi otomatis dilengkapi dengan kopling fluida sehingga mempermudah pengemudi dalam menjalankan mobilnya. Pengemudi tidka disibukkan oleh tugas menginjak pedal kopling sehingga tidak cepat lelah. Dengan transmisi otomatis pengemudi menjadi lebih ringan tugasnya karena tidak harus selalu memilih dan memindahkan posisi transmisi selama mobil berjalan. Pemindahan gigi pada transmisi otomatis berlangsung dengan sendirinya. Dengan menggunakan kopling fluida maka perpindahan putaran dari motor ke transmisi berlangsung dengan halus sehingga tidak timbul hentak – hentakkan. Tetapi dengan menggunakan kopling fluida maka kemungkinan untuk timbulnya selip agak besar sehingga banyak tenagan motor yang hilang. Kopling fluida terdiri atas komponen – komponen penggerak dan yang digerakkan. Bagian yang berfungsi sebagai penggerak disebut pump  impeller dan bagian yang digerakkan disebut turbine runner. Kedua bagian tersebut ditempatkan di dalam sebuah housing yang diisi penuh dengan minyak dan dipasang saling berhadapan. Pump impeller berhubungan langsung dengan poros engkol, turbine runner berhubungan langsung dengan poros pompa masuk transmisi. Bila motor berputar, pump impeller menggerakkan minyak untuk memutarkan turbine runner dan meneruskan putaran motor ke transmisi.
Salah satu contoh transmisi otomatis adalah Toyoglide yang dikembangkan dengan sukses sejak tahun 1959. Toyoglide terdiri atas tiga bagian utama yaitu:
  1. Torque convertor yang bekerja secara otomatis untuk menambah momen yang diterima dari motor.
  2. Planetary gear (pembantu transmisi) yang memungkinkan mobil berjalan mundur.
  3. Bagian pengontrol hidrolis yang mengatur kerjanya planetary gear dan juga berfungsi menyediakan pelumas untuk bagian – bagian torque convertor.

Pemeriksaan dan perawatan:

Untuk perawatan transmisi otomatis, perhatikan buku pedoman servisnya. Hal ini dikarenakan jenisnya yang banyak sekali. Perawatan yang mudah dilakukan adalah dengan selalu memeriksa dan mengganti minyak pelumas transmisi tersebut.
  1. Periksa tinggi permukaan minyak pelumas transmisi dalam keadaan transmisi panas normal.
  2. Ganti minyak pelumas transmisi dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan buku pedoman servisnya (biasanya sekitar jarak tempuh 37.500 km).
  3. Isi minyak pelumas harus tepat antara tanda batas bawah dan tanda batas atas. Dalam keadaan dingin tinggi minyak pelumas harus ada pada tanda bawah.
  4. Hidupkan motor pada putaran idel (stasioner) beberapa saat sampai bak transmisi mencapai suhu normal. Setelah itu tambahkan minyak pelumas sampai tanda batas atas dari batang pengukur minyak pelumas.

Penampang transmisi otomatis


Read More

Kamis, 10 Oktober 2013

Transmisi

Transmisi pada mobil berfungsi untuk menyesuaikan momen yang dibutuhkan dengan keadaan jalan atau putaran motor.  Di samping itu juga transmisi berfungsi juga untuk mengubah arah putaran poros propeller sehingga mobil bisa berjalan mundur. Transmisi yang digunakan pada mobil ada bermacam – macam antara lain:
  • Selective gear transmisi. Jenis ini masih dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
    1. Model sliding mesh
    2. Model constant mesh
    3. Model syncromesh
  • Planetary gear transmision
  • Transmisi otomatis. Transmisi otomatis ada dua macam , yaitu model cairan dan model elektronik.
Di antara ketiga model transmisi tersebut di atas, transmisi model selective gear paling banyak digunakan karena konstruksinya sederhana sehingga perawatannya lebih mudah.
  • Model sliding mesh. Pada model ini untuk memperoleh putaran out put yang dikehendaki dilaksanakan oleh roda – roda gigi yang dapat meluncur dari berbagai macam ukuran yang dipasang pada out putnya.
  • Model constant mesh. Model constant mesh dilengkapi dengan gigi kopling yang diberi alur – alur dan ditempatkan sedemikian upa pada poros output sehingga dapat diluncurkan sepanjang alur – alur untuk berkaitan dengan alur roda gigi constant mesh yang selalu berputar tetap.
  • Model syncromesh. Pada model ini sistem transmisi dilengkapi dengan kopling berbentuk kerucut yang disebut syncronizer ring. Dengan adanya ring synchronizer ini perpindahan gigi – gigi transmis busa berlangsung dengan lembut.

Pemeriksaan dan perawatan:

Hidupkan motor pada posisi transmisi netral kemudian tekan pedal kopling pindahkan ke posisi transmisi gigi satu atau yang lebih tinggi.
  1. Apabila sistem kopling bekerja dengan baik tetapi pemindahan posisi transmisi tidak dapat dilakukan dengan baik dan terdengar bunyi tidak normal dari bak transmisi maka ada kemungkinan besar bahwa komponen sinkromesh dari transmisi telah rusak.
  2. Apabila terdengar bunyi tidak normal, meskipun transmisi pada posisi netral, tekan pedal kopling. Jika bunyi tersebut hilang maka hal berarti bunyi berasal dar bak transmisi.
  3. Periksalah keadaan minyak pelumas pada bak transmisi. Apabila pelumas pada bak transmisi kotor atau mengandung serbuk logam, gantilah minyak pelumas tersebut. Apabila jumlah minyak pelumasnya kurang maka tambahlah dengan minyak pelumas yang sejenis.
  4. Periksalah apakah ada kebocoran – kebocoran minyak pelumas dari bak transmisi. Jika terdapat kebocoran – kebocoran ringan perbaiki dengan segera.


 
pemeriksaan dan perawatan transmisi

 

Transmisi

Transmisi

Unit syncromesh pada transmisi

Unit syncromesh pada transmisi

Bagian – bagian bak transmisi

Bagian – bagian bak transmisi

  1. Garpu pemindah dan bantalan
  2. Perapat dan tutup
  3. Rumah kopling
  4. Tutup rumah  dan gasket
  5. Sumbat minyak
  6. Gigi penggerak speedometer
  7. Dudukan mesin belakang
  8. Rumah poros dan gasket

Bagian – bagian roda gigi transmisi

Bagian – bagian roda gigi transmisi

  1. Poros dan roda gigi perantara gigi mundur
  2. Poros roda gigi yang digerakkan dan kunci
  3. Satuan poros keluar
  4. Cincin sinkromes
  5. Satuan poros masuk
  6. Satuan roda gigi yang digerakkan dan cincin penutup samping

Bagian – bagian roda gigi transmisi

Bagian – bagian roda gigi transmisi

 

Keterangan;
  1. Cincin perapat
  2. Roda gigi penggerak speedometer, spacer (tabung) dan pasak.
  3. Satuan penahan bantalan, bos bantalan, roda gigi pertama dan cincin sinkromes.
  4. Peluru pengunci
  5. Satuan hub kopling no.2, cincin sinkromes dan roda gigi kedua
  6. Cincin perapat
  7. Satuan hub kopling no.2 , cincin sinkromes dan roda gigi ketiga.
Read More